Produk Baru AWS Cocok untuk Cloud Gaming

Reading time:
December 5, 2019

Di AWS re:Invent 2019, yang digelar di Las Vegas, AS, AWS (Amazon Web Services) mengumumkan beberapa layanan terbaru mereka. Tim Jagat Review sempat bertemu dengan Raj Pai, VP, EC2 Product Management, untuk berbicang-bincang terkait hal yang bisa diharapkan dari hadirnya produk baru AWS terkait dengan jajaran EC2 mereka. Salah satu topik yang sempat dibahas adalah terkait cloud gaming.

AWS Keynote 01

Cloud Gaming Cocok dengan Produk Baru AWS

Salah satu produk baru yang diperkenalkan oleh AWS adalah AWS Wavelength. Raj Pai menyebutkan bahwa produk ini cocok bila dikaitkan dengan kendala cloud gaming yang ada saat ini. AWS Wavelength sendiri membawa kapabilitas compute lebih dekat ke edge, dalam artian lebih dekat juga ke pengguna.

AWS Keynote 16

Selama ini, masalah di cloud gaming adalah latency, yang membuat game yang dimainkan jadi terasa kurang nyaman. Latency di cloud gaming saat ini banyak disebabkan karena jarak yang jauh antara pengguna layanan dengan datacenter yang dipakai oleh penyedia layanan. Jadi, dengan mendekatkan compute ke pengguna layanan cloud gaming, latency akan lebih rendah, sehingga game pun akan dapat dimainkan dengan lebih nyaman.

AWS Wavelength sendiri merupakan produk yang disiapkan untuk mendukung 5G, menambahkan kapabilitas compute sesuai dengan standar layanan AWS, ke titik yang jauh lebih dekat ke pengguna akhir, misalnya di tingkat kota. Jadi, dengan compute di tingkat kota, pengguna layanan cloud gaming tidak perlu harus terhubung ke datacenter yang jaraknya jauh, karena kebutuhan compute bisa ditangani oleh AWS Wavelength. Ke depan, seiring dengan makin banyaknya adopsi AWS Wavelenth, cloud gaming yang nyaman bisa terwujud di makin banyak wilayah.

Orion: Cloud Gaming dari Bethesda, Pelanggan AWS

AWS sendiri, menurut Raj Pai, cukup dekat dengan berbagai pemain di industri game, salah satunya Bethesda. Perusahaan yang melahirkan jajaran game populer seperti seri The Elder Scrolls, Doom, dan Fallout ini merupakan pelanggan AWS, salah satunya untuk cloud gaming. Bethesda dan Verizon, salah satu operator seluler di AS, akan menggunakan AWS Wavelength untuk Orion, layanan cloud gaming yang tengah disiapkan oleh Bethesda.

orion bg m 1

Orion sendiri saat ini masih berada di tahap uji coba, dengan menyediakan satu game, Doom (2016). Menurut Bethesda, Orion, dengan dukungan AWS Wavelength, akan menyediakan pengalaman ultra-low latency untuk penggunanya. Selain itu, optimasi yang dilakukan juga memungkinkan penggunaan bandwidth yang efisien, sehingga tidak membebani pengguna layanan, termasuk untuk kualitas tertinggi yang bisa didapatkan.

Produk EC2 Baru Lain: Efisiensi untuk Kebutuhan Masa Kini

Selain membahas cloud gaming, tim Jagat Review juga sempat membahas hal lain dengan Raj Pai, termasuk produk EC2 yang baru diumumkan. Compute instance baru yang diperkenalkan AWS, M6g/M6gs, C6g/C6gd, dan R6g/R6gd menggunakan chip yang dikembangkan AWS, Graviton2. Chip berbasis ARM ini disebut Raj memungkinkan AWS menghadirkan compute instance dengan keunggulan hingga 40% dari sisi rasio harga dan performa, dibandingkan tawaran mereka sebelumnya.

AWS Keynote 07

Graviton2 sendiri dikembangkan AWS bersama dengan ARM, dengan basis core Neoverse N1. Chip ini diproduksi dengan fabrikasi 7 nm. AWS sendiri merancang arsitektur Graviton2 ini berdasarkan pelajaran yang mereka ambil dari produk yang menggunakan chip berbasis ARM sebelumnya, EC2 A1. Kemampuan skalabilitas tinggi yang ditawarkan compute instance berbasis Graviton2 akan menjadi nilai jual tersendiri.

Terkait compute instance berbasis ARM, Raj menyebutkan bahwa pelanggan AWS yang mencari solusi menekan biaya untuk compute instance mulai melirik ARM. Banyak perusahaan yang mulai mengadopsi architecture agnostic, atau tidak tergantung pada satu arsitektur tertentu, sehingga peralihan aplikasi ke basis ARM tidaklah sulit. Walaupun permintaan terbesar akan tetap ada di arsitektur x86, AWS menawarkan EC2 terbaru dengan ARM untuk pelanggan mereka yang memang berminat beralih ke ARM.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

March 26, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook S16 OLED (UM5606GA): Tipis dan Ringan tapi Kencang dan Kekinian!

Ini adalah ASUS Zenbook S 16 OLED keluaran 2026. Desainnya…
March 24, 2026 - 0

Review HyperX OMEN 15-gb0555AX: Gaming Adem, Content Creation Adem, Performa Mantap!

Ini adalah laptop gaming terbaru dari HP yang baru aja…
March 24, 2026 - 0

Review ADVAN 360 GO: Laptop Murah Rp 5 Jutaan yang Bisa Jadi Tablet

Ini Laptop Covertible paling terjangkau dari ADVAN untuk saat ini.…

Gaming

April 3, 2026 - 0

Shift Up Resmi Akuisisi Studio Milik Shinji Mikami, Unbound

Kreator Stellar Blade, Shift Up, resmi akuisisi penuh studio Unbound…
April 3, 2026 - 0

ARC Raiders Perbaiki Masalah “Late Spawn” Melalui Update Flashpoint

Setelah sekian lama menjadi keluhan pemain, ARC Raiders akhirnya perbaiki…
April 3, 2026 - 0

Rumor: Steam Deck 2 Diklaim Rilis 2028 Oleh Tech Insider

Valve dikabarkan menargetkan rilis Steam Deck 2 pada 2028, tetapi…
April 2, 2026 - 0

Patent Kontroversial Pokemon Milik Nintendo Ditolak Kantor Patent Amerika

Setelah cukup lama diproses, patent kontroversial Nintendo terkait summon monster…