Hands-On Review Casing NZXT H510 Elite

Reading time:
January 25, 2020

Hasil Perakitan Sistem ke Casing

DSCF9438R

Secara keseluruhan, perakitan sistem ke dalam casing NZXT H510 Elite ini terbilang cukup mudah, tanpa ada kesulitan berarti sekalipun kami menggunakan motherboard dengan form factor terbesar yang didukung oleh casing ini, ATX. Sedikit (sekali) hal yang agak “merepotkan” adalah casing tidak dibekali NZXT dengan fitur perakitan tool-less untuk berbagai komponen. Misalnya storage, pemasangan storage ke bracketnya benar-benar murni menggunakan baut. Selain itu, pemasangan komponen ke expansion slot secara horizontal juga membutuhkan kita untuk melepas pengunci expansion slot vertikal agar akses ke baut jadi leluasa, tidak terhalang oleh pengunci itu. Namun, terlepas dari dua hal di atas, casing yang satu ini tetap merupakan casing yang menawarkan perakitan yang nyaman, dengan opsi cable management yang baik.

DSCF9374R

Hadirnya dua kipas AER140 RGB yang terpasang di sisi depan casing membuat sistem berbasis H510 Elite ini menawarkan tampilan yang menarik, dengan dukungan panel tempered glass penutup sisi depan. Satu buah LED strip yang terpasang juga membuat permainan tata cahaya di casing ini makin semarak. Sayangnya, ketika sistem yang digunakan membutuhkan salah satu atau kedua kipas tersebut dilepas atau dipindah ke tempat lain, kekuatan tampilan dari casing ini jadi sedikit berkurang, misalnya saat kita menggunakan radiator 240 mm. Opsi pemasangan radiator di casing ini juga bisa dikatakan agak terbatas.

Satu hal yang harus diperhatikan, kami mendapati panel tempered glass di sisi depan casing ini terpasang dengan sangat rapat ke frame casing, hampir tidak menyisakan ruang untuk airflow. NZXT menempatkan ventilasi sebagai jalur airflow untuk area depan casing ini di side panel kanan. Hal ini berarti kita harus memperhatikan penempatan casing, jangan sampai area ventilasi di sisi kanan depan tersebut tertutup yang membuat kipas, atau bahkan radiator sistem watercooling, kehilangan efektivitas kerja karena tidak airflow terhambat.

DSCF9154R
Ventilasi di sisi kanan casing ini merupakan jalur airflow untuk kipas yang terpasang di sisi depan casing.

Walaupun memiliki ukuran yang disebut NZXT ringkas, casing ini tetap terasa memiliki ruang yang lega di sisi dalam. Hal ini disebabkan karena clearance yang cukup memadai antara motherboard dengan sisi atas casing, serta penempatan bracket untuk storage tidak di kompartemen untuk komponen utama sistem (area motherboard). Didukung dengan lebar casing ini yang memungkinkan akomodasi untuk HSF yang cukup tinggi, NZXT H510 Elite ini seharusnya menawarkan fleksibilitas racikan sistem yang cukup baik.

DSCF9321T

Kesimpulan

(+)

  • Desain minimalis elegan kekinian, dengan tempered glass dan kipas RGB
  • Perakitan sistem terbilang mudah, dengan ruang yang terbilang lega di dalam
  • Kompatibilitas yang baik untuk HSF tinggi
  • Dukungan pemasangan graphics card di posisi vertikal
  • Hadir dengan Smart Device V2 dengan dukungan NZXT Cam
  • Paket penjualan dengan 3 fan (termasuk 2 fan RGB)

(+/-)

  • USB 3.1 Type C sudah tersedia di I/O front panel, tetapi hanya ada satu port USB 3.1 Type A yang mungkin akan terasa kurang bagi beberapa pengguna
  • Dukungan untuk watercooling dengan radiator hingga 280 mm tersedia, tetapi hanya bisa ditempatkan di sisi depan saja

(-)

  • Masih belum menawarkan perakitan tool-less untuk berbagai komponen
  • Harga yang terpaut cukup jauh dari H510i dan H510

 

DSCF9147R

NZXT menghadirkan keluarga H510, termasuk H510 Elite yang kami coba kali ini, sebagai penerus dari keluarga H500 dengan beberapa update yang menarik, seperti hadirnya konektor USB Type C di front panel, dukungan pemasangan graphics card di posisi vertikal, dan bracket fan sisi depan yang bisa dilepas untuk kemudahan perakitan sistem ke dalam casing. Tersedia juga Smart Device V2 untuk varian H510i dan H510 Elite, untuk pusat kontrol kipas dan RGB yang lebih modern. Perubahan tersebut diharapkan membuat keluarga H510 menjadi pilihan yang lebih kekinian. Khusus untuk H510 Elite, hadirnya panel depan dari tempered glass, dipadukan dengan dua fan AER140 RGB, membuat tampilan sistem dengan casing ini menjadi lebih “wah” di antara keluarga H510. Sayangnya, hal itu juga membuat harga casing ini menjadi relatif lebih tinggi. H510 Elite sendiri dijual NZXT dengan harga sekitar Rp 2.3 juta.

DSCF9187R

Casing ini masih mengusung beberapa keunggulan dari keluarga H500, seperti dukungan untuk HSF dengan tinggi lebih dari 165 mm, radiator hingga 280 mm, serta graphics card dan PSU yang terbilang cukup panjang. Kemudahan dalam perakitan sistem dan perapian kabel, juga tetap ditawarkan. Khusus untuk H510 Elite, hadirnya 3 kipas di paket penjualan, termasuk 2 kipas RGB, juga menjadi daya tarik tersendiri.

DSCF9346R

Satu hal yang perlu diperhatikan, casing keluarga H510 ini hanya menawarkan satu port USB Type A di area front panel. Hal ini akan membuat fleksibilitas pemasangan pemasangan perangkat berbasis USB menjadi sedikit berkurang, karena untuk lebih dari satu perangkat, pengguna harus memasangnya ke port USB di motherboard. Casing ini juga tidak menawarkan bay 5.25″ atau 3.5″ yang bisa diakses dari luar, yang memungkinkan pengguna menambahkan front panel USB tambahan. Namun, untuk yang memang tidak membutuhkan lebih dari satu port USB Type A di depan, hal ini seharusnya tidak jadi masalah.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

March 28, 2026 - 0

Review ASUS ROG Flow Z13-KJP (2026): Tablet dengan RAM 128 GB untuk AI & Gaming Berat

Bodi ASUS ROG Flow Z13-KJP Form Factor Detachable Laptop Jadi…
March 26, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook S16 OLED (UM5606GA): Tipis dan Ringan tapi Kencang dan Kekinian!

Bodi ASUS Zenbook S16 OLED Form Factor Clamshell Material Ceraluminum…
March 24, 2026 - 0

Review HyperX OMEN 15-gb0555AX: Gaming Adem, Content Creation Adem, Performa Mantap!

Bodi HyperX OMEN 15 Form Factor Clamshell Material Polikarbonat Warna…
March 24, 2026 - 0

Review ADVAN 360 GO: Laptop Murah Rp 5 Jutaan yang Bisa Jadi Tablet

Bodi ADVAN 360 G Form Factor 2-in-1 Convertible Jadi Laptop…

Gaming

March 30, 2026 - 0

Coba Langsung Pokémon Mezastar, Arcade dengan Sistem Koleksi yang Bikin Ketagihan

Kami mencoba memainkan langsung game arcade kolektibel Pokémon Mezastar, yang…
March 30, 2026 - 0

Game Arcade Pokémon Mezastar Galaxy Series Segera Hadir, Bawa Gigantamax

Game arcade Pokémon Mezastar akan hadirkan update baru bertajuk Galaxy…
March 27, 2026 - 0

Microsoft Tampilkan Jajaran Game 3rd Party Via Xbox Partner Preview Maret 2026

Microsoft gelar Xbox Partner Preview pada Maret 2026 ini, guna…
March 27, 2026 - 0

Nintendo Dikabarkan Akan Kurangi Produksi Console Switch 2

Akibat performa penjualan yang tidak mencapai target di AS, Nintendo…