Instalasi & Hands-on Performance : Minecraft RTX Beta (di GeForce RTX 2060 SUPER)

Reading time:
April 18, 2020

 

Eksplorasi Setting : Ray Tracing & DLSS ‘Upscaling’

MinecraftRTX TEST Graphics Options

Tidak banyak opsi Grafis yang tersedia di sini, hanya ada 2 menu penting :

  • DirectX Ray Tracing : On & OFF (bisa dijalankan dengan semicolon dari keyboard di dalam World)
  • Upscaling : ON & OFF, ini adalah NVIDIA DLSS, Deep Learning Super-sampling

 

Bagaimana mengubah resolusi?

Kalau Anda ingin mengubah resolusi, Anda harus mengubahnya dari Desktop Resolution, seperti beberapa game yang berjalan pada mode ‘Borderless Window

Windows Resolution

Image Quality: DLSS

Kami sudah pernah membahas DLSS secara detail beberapa waktu lalu, namun secara singkat, DLSS adalah proses rekonstruksi image dengan AI(Artificial Intelligence).

Dengan DLSS, resolusi Internal Game akan diturunkan terlebih dahulu, baru proses DLSS akan melakukan ‘rekonstruksi’ gambar untuk menyamai target resolusi native, sembari menjaga kualitas gambar semaksimal mungkin. 

Menu DLSS pada Minecraft RTX tidak menunjukkan berapa resolusi internal yang digunakan saat DLSS aktif, sehingga pilihannya adalah ‘ON dan OFF’

Berikut contoh perbedaan kualitas yang kami dapatkan:

 

MinecraftRTX TEST 1080p DLSS ONvsOFF
*klik untuk memperbesar

 

MinecraftRTX TEST 1080p DLSS ONvsOFF 2
*klik untuk memperbesar

 

Satu hal yang kentara saat DLSS aktif adalah reflection yang terlihat lebih ‘noisy‘ dan ‘pixelated‘, namun kami hampir tidak melihat adanya perbedaan object detail pada texture saat DLSS aktif! Metode DLSS di Minecraft ini bisa jadi adalah mode yang menawarkan image quality paling bersih, walaupun ini juga didukung dengan berbagai asset dari game yang nampak tidak punya masalah disajikan dengan resolusi rendah.

Anda bisa lihat di bawah ini dimana texture & Object tidak terlalu turun kualitasnya dengan resolusi diturukan (perbedaannya ada, namun tidak sampai ‘blurry’ dan mengganggu).

MinecraftRTX TEST Reso 720p Vs1080p
*klik untuk memperbesar

 

 

Bagaimana dengan performa?

 

Resolusi : SANGAT Berpengaruh ke Performa, DLSS memberi efek signifikan

 

Berikut pengujian performa yang kami kerjakan pada beberapa resolusi:

MinecraftRTX TEST Graph
*klik untuk memperbesar

 

Seperti halnya beberapa game dengan DXR / real-time ray tracing, resolusi layar akan SANGAT menentukan performa, karena beban ray tracing akan semakin berat berbanding lurus dengan resolusi.

Disini terlihat bahwa DLSS yang pada dasarnya menurunkan resolusi internal dari game-nya, menunjukkan perbedaan performa SANGAT signifikan. DLSS membuat Minecraft RTX yang tadnya hanya ada di sekitar 40 FPS-an pada GeForce RTX 2060, menjadi playable di atas 60 FPS!

Kami sendiri tidak mengetahui berapa resolusi internal yang digunakan saat DLSS aktif, walaupun ada dokumentasi NVIDIA yang menunjukkan bahwa mode dan resolusi DLSS akan dipilih secara otomatis sesuai dengan resolusi layar, dimana resolusi 1080p akan mengaktifkan ‘quality mode’, sedangkan 4K akan mengaktifkan ‘performance mode’.

Melihat FPS-nya, kami berasumsi resolusi internal pada saat 1080p DLSS aktif, ada di antara 720 – 768p.

DLSS tidak memberikan kualitas image yang buruk, dan meningkatkan performa secara signifikan, sehingga kami menyarankan untuk DLSS ‘Upscaling’ ini dinyalakan saja.

 

 

Ray Tracing Render Distance

Menu berikutnya adalah Ray Tracing render distance.

MinecraftRTX TEST RenderDistance

 

NVIDIA menyarankan untuk mensetting nilai ini ke nilai 8 dengan tujuan performa, namun nilai ini bisa diset hingga 24. Pada World Map ‘Color, Light & Shadow RTX’ , kami tidak menemukan beda performa karena scene area-nya sendiri relatif ‘kecil’ dan tidak luas.

Kami pindah ke Neon District RTX, dan mendapati perbedaan kualitas image dan performa yang jauh.

 

Ray Tracing render distance : 8 Chunks (62 FPS AVG @ 1080p DLSS)

MinecraftRTX TEST RenderDistance 8
*klik untuk memperbesar

 

Ray Tracing render distance : 24 Chunks (34 FPS AVG @ 1080p DLSS)

MinecraftRTX TEST RenderDistance 24
*klik untuk memperbesar

 

Nampaknya untuk GPU menengah ke atas seperti RTX 2060 SUPER pun, masih banyak limitasi yang dihadapi pada Minecraft RTX ini.

 

 

Kesan & Penutup

MinecraftRTX Install 13

 

Minecraft dengan tambahan real-time ray tracing ini nampak memberi tampilan visual yang cantik, namun harus dibayar dengan beban yang begitu berat.

Kami sempat tidak percaya melihat GPU seperti RTX 2060 SUPER harus dipaksa berjalan pada tingkat 40 FPS untuk 1080p, untungnya metode DLSS berhasil mengembalkan performa ke tingkat yang agak wajar.

Pemberian mode ray-tracing pada Minecraft sendiri jelas bukan yang pertamakali dilakukan, karena banyak yang mencoba berbagai mod yang menggunakan teknik mirip (seperti SEUS PTGI yang tidak membutuhkan GPU RTX).

Namun mengingat begitu popularnya game ini, mode ‘RTX’ nampaknya berpotensi mengundang ketertarikan tersendiri dan bisa jadi mengundang banyak adopsi baru untuk GeForce RTX.

 

Satu poin yang kami sayangkan adalah tidak adanya mode DXR untuk GeForce GTX pada Minecraft RTX, padahal beberapa GPU GeForce GTX memiliki dukungan ray-tracing dasar, walaupun dengan performa tidak setinggi GeForce RTX yang memiliki dedicated hardware untuk memproses ray tracing. Kami sendiri berharap di masa mendatang akan lebih banyak lagi implementasi real-time ray tracing yang ‘hardware-agnostic’ sehingga bisa dinikmati banyak pengguna (seperti World of Tanks encore RT Demo ini).

Nah, siap menyiksa GPU Anda dengan Minecraft RTX?

 

NVIDIA Map
“GiM KiTiK KiTiK KiK PiKi iRTiiX”

 

 

Share
Tags:

Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

February 6, 2026 - 0

Review Acer Nitro V 16S AI: Gaming Kenceng, Nyari Duit Kenceng, Harga Lebih Terjangkau!

Bodi Acer Nitro V 16S AI Form Factor Clamshell Material…
February 5, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook P3 Setelah 100 Hari: Tetap “Gres” Seperti Baru?

Laptop Bisnis ini tidak rusak meskipun diinjak, disiram, ataupun dijatuhkan.…
January 28, 2026 - 0

Review HP OMEN 16 (AP0999AX): Super Kencang Tapi Tetap Adem! Cocok Jadi Alternatif OMEN MAX?

Bodi HP OMEN 16 (AP0999AX) Form Factor Clamshell atau laptop…
January 22, 2026 - 0

Mengenal Seri Laptop HP OmniBook: Apa itu OmniBook? Kemana Spectre, Envy dan Pavilion?

Laptop-laptop yang akan kami bahas kali ini adalah laptop thin…

Gaming

February 19, 2026 - 0

God of War: Sons of Sparta Dapatkan Skor Metacritics Terendah di Franchise Itu

God of War: Sons of Sparta ternyata menemui nasib yang…
February 19, 2026 - 0

Replaced Kembali Ditunda Tanggal Rilisnya

Game indie metroidvania 2.5D Replaced kembali umumkan penundaan rilis, kali…
February 19, 2026 - 0

Pemain Rainbow Six Siege Diteror Exploit Yang Tutup Layar Dengan Gambar

Pemain Rainbow Six Siege kembali menjadi korban dari exploit, yang…
February 19, 2026 - 0

Website Resmi Highguard Down Pasca Restrukturisasi Wildlight Entertainment

Setelah restrukturisasi yang terjadi di badan studio Wildlight Entertainment, website…