Review Lenovo ThinkBook Plus: Laptop 2 Layar Super Unik
Uji Performa
Untuk menguji performa keseluruhan dari laptop bisnis Lenovo ini, kami menggunakan set benchmark yang umumnya kami gunakan ketika melakukan tes performa sebuah laptop. Tes ini terdiri dari tes konsistensi performa, tes render video, tes kecepatan performa storage, dan tes baterai.



Cinebench R15
Untuk melihat konsistensi performa dari Lenovo ThinkBook Plus, kami menguji menggunakan Cinebench R15 yang kami uji berdasarkan pilihan mode Power Smart Setting pada Performance Mode. Performa yang kami uji kali ini terdiri dari Intelligent Cooling dan Performance, dengan dan tanpa menggunakan Charger.


Adobe Premiere CC 2020
Tes ini dilakukan untuk melihat seberapa cepat laptop bisa melakukan rendering video menggunakan software Adobe Premiere CC 2020. Skenario yang kami ambil terdiri dari skenario kualitas 4K dan Full HD, dengan durasi video sepanjang 2 menit 7 detik dan editing menggunakan Color Correction & Video Layering.


Crystal Disk Mark
Tes kecepatan performa dari storage kami menggunakan benchmark Crystal Disk Mark yang umum digunakan.

Tes Baterai
Kapasitas baterai dari Lenovo ThinkBook Plus sebesar 45 Wh, dan untuk menguji seberapa lama daya tahan baterai yang dimilikinya, kami mengatur Brightness 50%, Volume 25%, dan menggunakan mode Intelligent Cooling.

Pada tes Video Playback 1080p, laptop bisa bertahan hingga 7 jam 31 menit, sementara Web Browsing menggunakan Chrome memungkinkan laptop bertahan hingga 8 jam 12 menit.
Untuk Charging, baik dalam mode Rapid Charge Off maupun On, laptop membutuhkan waktu 2 jam 21 menit untuk bisa terisi penuh kembali. Hal ini dikarenakan laptop membutuhkan charger berdaya besar seperti Charger 65 Watt untuk bisa memaksimalkan fungsi Rapid Charge On, sementara unit yang kami uji kali ini memiliki Charger 45 Watt saja.

Lenovo ThinkBook Plus memiliki software yang disebut sebagai Conservation Mode, di mana mode ini digunakan untuk bisa memperpanjang usia baterai. Software ini akan menahan pengisian daya baterai hingga kapasitas 50-60% saja walau ketika Charger dihubungkan.

Sistem Pendingin dan Suhu Kerja


Sistem pendingin untuk Lenovo ThinkBook Plus menggunakan satu heatpipe dan dua kipas, di mana biasanya laptop sejenis ini hanya memiliki satu buah kipas. Pembuangan panasnya diarahkan ke belakang laptop.


Untuk suhu kerja dengan load Cinebench R15, pada Intelligent Cooling di awal pengujian saat mekanisme Turbo Boost diijinkan setinggi-tingginya, suhu Core i7 10510U naik sesaat ke 74 °C, lalu langsung turun ke kisaran 64-66 °C saja. Sementara ketika menggunakan Performance Mode, suhu Core i7 10510U sempat naik sebentar hingga sekitar 98 °C saat mekanisme Turbo Boost diijinkan setinggi-tingginya. saat limitasi Turbo Boost dicapai, suhu prosesor kemudian turun dratis ke kisaran 75-79 °C saja.
Suhu permukaan Lenovo ThinkBook Plus yang dideteksi menggunakan FlirONE memperlihatkan bahwa area paling panas berada di sekitar tombol F2-F4, dengan suhu tertinggi sekitar 44°. Yang menarik, area tombol huruf dan tombol F5 ke kanan memiliki suhu yang cukup aman di kisaran 40°. Suhu palmrest juga berada di kisaran 35°.
Harga dan Ketersediaan
Lenovo ThinkBook Plus hanya memiliki satu jenis varian saja, dengan harga jual Rp 23.900.000.
Paket penjualan dari Lenovo ThinkBook Plus terdiri dari:

- ThinkBook 13.3” Plus Sleeve
- Stylus Lenovo Precision Pen
Sementara bonus pembeliannya termasuk: Promo di Online Marketplace untuk 50 pembeli pertama dengan nilai total sekitar 5 juta rupiah
- Lenovo ThinkPad X1 Headset dengan Active Noise Cancelation senilai 2.6 juta rupiah
- Garansi 3 tahun dengan Lenovo Premier Support senilai 2.5 juta
Apa itu Lenovo Premier Support?

- Masalah atau kerusakan pada Laptop akan ditangani langsung oleh teknisi Lenovo paling ahli dan berpengalaman
- Disediakan jalur telepon khusus ke teknisi untuk penanganan masalah dengan cepat
- Prioritas penanganan masalah dan kerusakan dalam 24 jam
- Penanganan masalah atau kerusakan dilakukan terus oleh satu orang teknisi dari awal hingga selesai
- Penanganan awal dilakukan dahulu melalui telepon sehingga dapat diselesaikan dengan cepat agar Downtime dapat diminimalisir
- Unscripted Troubleshooting
- Penanganan masalah atau kerusakan lebih lanjut akan dilakukan secara Onsite

Simak pembahasan lebih lengkapnya lewat video kami berikut ini:













