Direct Release: Alibaba Cloud Menyingkap ‘Keajaiban’ Dibalik Festival Belanja Online Terbesar di Dunia

Reading time:
November 23, 2020
  • Kekuatan pemrosesan setara dengan 230 foto resolusi tinggi dari 7 miliar orang di dunia
  • 7,7 triliun baris data real-time yang ditangani, setara dengan 15x Arsip Web Inggris Raya di British Library
Alibaba e1591851048801

19 November 2020, Jakarta, Indonesia – Alibaba Cloud, tulang punggung teknologi digital dan intelegensi dari Alibaba Group, hari ini mengumumkan teknologi termutakhir yang diluncurkan untuk mendukung Festival Belanja Global 11.11 2020.

Tahun ini, Festival Belanja 11.11, yang menghasilkan nilai total transaksi sebesar 498,2 miliar Yuan atau sekitar US$ 74,1 miliar dalam Gross Merchandise Volume (GMV) selama periode kampanye yang berlangsung selama 11 hari, dapat terjadi karena pemutakhiran infrastruktur Alibaba Cloud. Tepat setelah tengah malam di tangal 11 November 2020, misalnya, hanya 26 detik setelah periode belanja dimulai, puncak pesanan mencapai 583.000 per detik – 1.400 kali dari jumlah puncak pesanan pada awal debut festival ini, 12 tahun lalu di 11 November 2009.

“Kami sangat bangga dapat memfasilitasi hingga 800 juta konsumen dan 2.500 brand selama berlangsungnya festival belanja terbesar di dunia ini,” kata Li CHENG, Chief, Chief Technology Officer of Alibaba Group. “Dari infrastruktur digital yang kokoh dan tanpa henti mendukung operasi, hingga menghadirkan cloud-native guna efisiensi pengembang aplikasi dan pengalaman konsumen dalam menggunakan aplikasi yang sangat mulus, sekali lagi, teknologi Alibaba telah lulus dari ujian terberat ini dengan gilang-gemilang.”

Platform komputasi real-time Alibaba, yang didukung oleh Apache Flink, memproses aliran data sebesar  4 miliar item per detik selama puncak pesanan yang melonjak naik 2,5 miliar item dari tahun lalu; MaxCompute, platform data warehouse milik Alibaba, menangani 1,7 Eksabita data per hari  (1 Eksabita = 1 Miliar Gigabita) selama 11 hari periode festival mulai dari tanggal 1 hingga 11 November 2020, yang setara dengan pemrosesan 230 foto dengan resolusi tinggi dari 7 miliar orang di dunia. Terlepas dari kebutuhan skalabilitas ekstrim dan kinerja yang tinggi, laporan mencatat bahwa tidak ada durasi waktu henti atau downtime selama periode festival yang diperpanjang tahun ini.

Memanfaatkan ragam database cloud-native, termasuk PolarDB, AnalyticDB, dan Lindorm, Alibaba Cloud memastikan Festival 11.11 dapat berjalan dengan lancar bahkan di saat puncak transaksi sekalipun. PolarDB mencetak rekor baru dengan 140 juta kueri per detik selama waktu puncak pukul 11.11, meningkat 60% dari tahun lalu. AnalyticDB, data warehouse yang dikembangkan oleh Alibaba Cloud, memproses hingga 7,7 triliun baris data secara real-time atau setara dengan 15 kali lipat data dari Arsip Web Inggris di British Library. Selain itu, PolarDB-X dan AnalyticDB membantu China Post menangani lebih dari 100 juta pesanan selama 11.11, dengan sekitar 100.000 pelanggan China Post mengecek status paket secara online dan real-time.

Berikut beberapa puncak pencapaian teknologi dan inovasi di tahun ini: 

Pengalaman yang lebih menarik bagi konsumen

  • Livestreaming menjadi pusat perhatian pada 11.11 tahun ini, yang menampilkan puluhan ribu livestreaming di Taobao Live. Memanfaatkan solusi saluran pita sempit atau narrow-bandwidth dan video definisi tinggi milik Alibaba Cloud, seperti teknologi Real-time Streaming (RTS) untuk mengurangi latency dalam waktu kurang dari satu detik (sekitar 75% lebih rendah dari rata-rata di industri), pengalaman livestreaming yang lancar dengan interaksi dinamis juga terbukti efektif dalam meningkatkan penjualan. 
  • Dengan memanfaatkan teknologi multi-modul terbaru – DAMO Academy Alibaba (DAMO) – termasuk Natural Language Processing (NLP), Image Recognition, Text-to-Speech (TTS), dan cloud rendering – Taobao Live meluncurkan layanan virtual-anchor atau pembawa acara virtual bagi para penjual. Pembawa acara virtual ini mampu menjelaskan detail produk, merespon pertanyaan, bahkan bermain gim dengan penonton selama sesi livestreaming sementara pembawa acara manusia beristirahat (biasanya dari tengah malam hingga dini hari).
  • AliExpress, layanan ritel global milik Alibaba, meluncurkan fitur penerjemah livestreaming real-time untuk platform e-commerce pertama di dunia, melalui model ucapan inovatif DAMO, menyediakan penerjemahan simultan dari bahasa mandarin ke Inggris, Rusia, Spanyol, serta Perancis. Selama 11.11, lebih dari 70% pedagang AliExpress memanfaatkan layanan ini, yang juga dapat meminimalisir gangguan livestreaming dan bahkan memahami ucapan beraksen. 8 juta pemirsa global menonton lebih dari 9.000 livestreaming di AliExpress sepanjang festival.
  • Berbagai tur virtual dengan visual 3D tersedia di Taobao untuk penjualan barang-barang mahal seperti rumah dan mebel. Didukung oleh teknologi machine learning seperti Graph Neural Networks (GNN), Convolutional Neural Networks (CNN), analisis bentuk 3D dan knowledge graph, Alibaba menawarkan platform desain pemodelan 3D untuk brand, mengurangi waktu perancangan model dari tiga jam menjadi 10 detik. Sebelum 11.11 berlangsung, penjual memanfaatkan teknologi ini untuk membuat lebih dari 100.000 ruang pameran dengan produk 3D virtual yang dapat dinikmati oleh 60 juta konsumen selama festival. 

Teknologi Cloud-Native mereduksi kebutuhan sumber daya komputasi hingga 80%

Selain manfaat yang dihasilkan oleh solusi milik perusahaan seperti MaxCompute, PolarDB, AnalyticDB yang disebutkan diatas, Alibaba Cloud juga mendukung salah satu cluster container terbesar di dunia, yang memungkinkan peningkatan hingga satu juta container dalam satu jam. Teknologi cloud-native mutakhir dengan kapasitas penjadwalan dan elastisitas cloud yang optimal memungkinkan terjadinya pengurangan sumber daya komputasi hingga 80% untuk setiap 10.000 transaksi yang dilakukan dibandingkan empat tahun lalu.

Infrastruktur digital dengan hyperscale data center membuat festival 11.11 lebih ramah lingkungan

Alibaba menggunakan teknologi hijau mutakhir – termasuk liquid cooling atau cairan pendingin dan energi angin – di lima hyperscale data center untuk memastikan operasi yang sangat ramah lingkungan selama perhelatan 11.11. Misalnya, hyperscale data center di Hangzhou memiliki salah satu server cluster terbesar di dunia yang memakai cairan pendingin khusus, yang dengan cepat menyediakan pendinginan optimal bagi perangkat keras Teknologi Informasi (TI). Hal ini mengurangi konsumsi energi hingga lebih dari 70%, sementara Power Usage Effectiveness (PUE) mendekati target ideal 1.0. Jika dibandingkan dengan data center tradisional, hyperscale data center di Hangzhou dapat menghemat hingga 70 juta kilowatt-jam listrik per tahun, yang cukup untuk memberi daya lebih dari 16.000 rumah tangga di Inggris Raya dalam satu tahun2.

100% sistem inti pada teknologi cloud-native

Festival tahun lalu, Alibaba Group dengan percaya diri memigrasikan 100% sistem intinya pada teknologi Alibaba Cloud, penyedia layanan cloud terbesar ketiga di dunia. Pemimpin teknologi global ini terus mendorong dan menerobos batasan-batasan teknologi dengan inovasi cloud-native, yang menghasilkan efisiensi hingga dua kali lipat dari kinerja aplikasi yang terukur.

“Analitik big data dan platform penyajian kami telah teruji selama waktu puncak Festival Belanja Global 11.11 kemarin,” kata Yangqing Jia, Senior Fellow of the Computing Platform, Alibaba Cloud Intelligence. “Ragam teknologi komputasi dan analitik data terus berperan penting dalam mendukung pelanggan melakukan migrasi inti bisnis mereka ke cloud, mengembangkan aplikasi secara efisien, dan menawarkan wawasan bisnis berbasis data. Kinerja platform kami yang luar biasa, bahkan di masa-masa puncak festival belanja terbesar di dunia dan kepercayaan yang tak henti-hentinya diamanahkan pelanggan global kepada kami menyingkapkan kekuatan teknis kami.”

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Festival Belanja Global 11.11 tahun ini, silakan kunjungi: https://www.alizila.com/alibabas-11-11-shows-retail-boom-in-china/

Share
Tags:

Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…
October 6, 2026 - 0

Review MSI Titan 18 HX Dragon Edition Draco Epic: Laptop Super Kencang Pengganti PC Desktop

Sudah nggak butuh PC Desktop kalau punya Laptop “Monster” yang…

Gaming

October 28, 2026 - 0

ASUS Luncurkan TUF Gaming Radeon RX 9070 XT Onimusha Special Edition

ASUS hadirkan kartu grafis TUF Gaming Radeon RX 9070 XT…
October 28, 2026 - 0

Playden Ubah Console PS5 Menjadi Steam Machine Untuk Mainkan Game PC

Playden dikabarkan memungkinkan PS5 jailbreak untuk menjalankan game PC Steam…
October 28, 2026 - 0

Thermaltake Arcus 380 TG ARGB Tawarkan Bodi Kaca Panoramik

Thermaltake Arcus 380 TG ARGB hadirkan casing mid tower dengan…
October 28, 2026 - 0

Modder Sulap Console Lawas NES Jadi PC Mirip Windows 98

Modder berhasil mengubah console lawas Nintendo, NES, menjadi PC mirip…