Direct Release: AppsFlyer : Lebih dari Separuh Aplikasi yang Diunduh Selama 2020 Di-uninstall dalam 30 Hari

Reading time:
February 8, 2021

AppsFlyer

JAKARTA, 4 Februari 2021 – AppsFlyer, pemimpin di bidang attribution dan analitik mobile marketing global menyebutkan selama tahun 2020 lebih dari separuh aplikasi yang diunduh (53%) langsung di-uninstall dalam kurun waktu 30 hari pertama sejak pengunduhan.

Data tersebut terangkum dalam Laporan The Uninstall Threat: 2020 app uninstall benchmarks yang menganalisis data 8 miliar penginstalan aplikasi selama periode Januari – November 2020, dengan cakupan 3.000 aplikasi yang memiliki sedikitnya 2.000 penginstalan non-organik dalam sebulan di wilayah Eropa, Amerika Latin, dan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Vietnam.

President dan Managing Director, AppsFlyer APAC, Ronen Mense menyebutkan bahwa tahun 2020 menjadi tahun yang menantang bagi para marketer. “Situasi pandemi yang membuat banyak orang harus beraktivitas di rumah dan lebih sering menggunakan perangkat mobile mereka membuat para marketer harus mencari cara untuk tetap mempertahankan pengguna mereka,” kata Mense.

“Laporan Uninstall AppsFlyer ini setidaknya dapat memberikan pemahaman bagi para marketer untuk secara aktif mengukur dan mengoptimalkan berbagai metrik, selain juga meningkatkan kesadaran di antara mereka yang sebelumnya tidak menaruh perhatian terhadap hal ini. Sulitnya tingkat retensi pengguna di zaman sekarang ini membuat para marketer harus memanfaatkan informasi ini untuk lebih mendukung strategi pemasaran mereka,” lanjut Mense.

Indonesia sendiri merupakan negara yang tergolong tinggi dalam tingkat uninstall dengan rerata 59% aplikasi di-uninstall dalam kurun waktu 30 hari setelah pengunduhannya pada Oktober 2020. Kategori aplikasi non gim yang memiliki tingkat uninstall paling signifikan adalah aplikasi kategori Social (64,4%) dan Finance (59,6%) untuk install organik.

Hal tersebut sejalan dengan tren uninstall yang relatif lebih tinggi di pasar berkembang lainnya seperti Brazil dan India yang mencapai 56% atau lebih tinggi 33% dari pasar negara maju seperti AS, Inggris, Jepang, Korea, Prancis dan Jerman.

Menurut Laporan Riding the Digital Wave rilisan Facebook & Bain Company, ada sekitar 310 juta pengguna digital pada akhir 2020 dengan proyeksi tingkat belanja online yang tumbuh 320% pada periode 2019-2025 atau lebih cepat dari pertumbuhan populasi di kawasan. Dengan begitu, ruang digital yang kompetitif akan menjadi semakin tangguh sehingga para marketer dituntut untuk berjuang dalam mempertahankan pelanggan mereka serta menghadapi tren peningkatan uninstall aplikasi.

Pandemi global telah menyebabkan kenaikan tingkat aplikasi yang sudah tinggi sebesar 10% dan kurang lebih 1 dari setiap 2 aplikasi di-uninstall dalam waktu 30 hari setelah diunduh.  Catatan menarik lainnya adalah tingkat uninstall di perangkat Android ternyata dua kali lebih besar dari perangkat iOS.

Kesenjangan terbesar di antara platform terlihat di Indonesia, dengan perbandingan tingkat uninstall sebesar 64% untuk perangkat Android sementara perangkat iOS hanya 25%. Hal ini disebabkan oleh kapasitas rerata ruang penyimpanan yang lebih kecil dari perangkat Android, yang banyak dimiliki oleh sebagian besar masyarakat yang hanya membutuhkan fitur mendasar dari telepon pintar mereka.  Berdasarkan Indonesia’s App Marketing Report 2020 perangkat Android menguasai 90,05% dari pangsa pasar telepon pintar di Indonesia.

Di Indonesia, tingkat uninstall kategori Gaming kasual tercatat sebesar 53,6% untuk sumber install organik, relatif lebih rendah dibandingkan tingkat uninstall di beberapa negara seperti Brazil (68,1%), Turki (63,3%), Vietnam (63,1%) dan Thailand (60,4%). Namun, tingginya tingkat uninstall pada aplikasi tetap saja merupakan hal yang ingin dihindari oleh para marketer.

Laporan Uninstalls AppsFlyer menyebutkan rerata anggaran marketing yang terbuang akibat tingkat uninstall secara global bernilai 57 ribu dolar AS  (sekitar Rp800 juta) perbulan per aplikasi pada 2020 atau meningkat 70% dari tahun 2019. Setelah musim liburan Januari 2020, ketat diterapkan pada Maret 2020. Dengan banyak orang menghabiskan waktu di rumah, lockdown ketat yang diterapkan membuat banyak orang beralih ke perangkat mobile mereka sehingga para marketer harus menjalankan kampanye lebih agresif .

“Ketika persaingan meningkat, anggaran marketing harus dipastikan tidak terbuang sia-sia.  Marketer aplikasi harus mengukur tingkat uninstall mereka dan memahami kapan, kenapa dan dari sumber mana uninstaller berasal. Oleh karena itu, marketer bisa mencegah uninstall dengan menggunakan semua kanal, mendorong retargeting untuk menjaga aplikasi mereka menjadi perhatian utama para penggunanya.  Retargeting adalah pendekatan kunci untuk meningkatkan profitabilitas dan nilai umur sebuah aplikasi,” tutup Mense.

Share
Tags:

Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…
October 6, 2026 - 0

Review MSI Titan 18 HX Dragon Edition Draco Epic: Laptop Super Kencang Pengganti PC Desktop

Sudah nggak butuh PC Desktop kalau punya Laptop “Monster” yang…

Gaming

October 28, 2026 - 0

ASUS Luncurkan TUF Gaming Radeon RX 9070 XT Onimusha Special Edition

ASUS hadirkan kartu grafis TUF Gaming Radeon RX 9070 XT…
October 28, 2026 - 0

Playden Ubah Console PS5 Menjadi Steam Machine Untuk Mainkan Game PC

Playden dikabarkan memungkinkan PS5 jailbreak untuk menjalankan game PC Steam…
October 28, 2026 - 0

Thermaltake Arcus 380 TG ARGB Tawarkan Bodi Kaca Panoramik

Thermaltake Arcus 380 TG ARGB hadirkan casing mid tower dengan…
October 28, 2026 - 0

Modder Sulap Console Lawas NES Jadi PC Mirip Windows 98

Modder berhasil mengubah console lawas Nintendo, NES, menjadi PC mirip…