Review Poly BlackWire 8225: Headset Terbaik untuk Conference & Video Call
Desain

Secara desain, headset ini adalah tipe on-ear. Yang menutup telinga, tapi tidak menyelubungi telinga. Headband-nya merupakan perpaduan metal yang fleksibel, dan polycarbonat. Kita bisa melakukan pengaturan ukuran dengan rentang yang cukup signifikan. Sementara itu di bagian atas kepala, tersedia bantalan yang cukup empuk, membuat penggunaan jadi nyaman.

Di sisi luar speaker kanan, terdapat mikrofon dengan gagang yang panjang. Tentunya ini dibutuhkan agar posisi mic berada sangat dekat dengan mulut pengguna. Gagang ini bisa ditarik atau dilipat ke atas, saat tidak digunakan. Ini sekaligus akan mematikan fungsi mikrofon. Sayangnya, memang tidak ada pengunci untuk menetapkan posisi mic saat dimatikan atau diputar ke atas.

Speaker kanan dan kiri ditandai dengan huruf R dan L yang besar pada bagian permukaan speaker yang berhadapan dengan telinga. Padding yang disediakan untuk telinga pun empuk.

Saat dikenakan, headset ini terasa ringan dan tidak menekan bagian atas kepala. Di telinga pun terasa nyaman dan tidak menekan dengan keras. Karena ini adalah headset tipe on-ear, rasanya wajar bahwa kami merasa bahwa isolasi suara luar tidak terlalu kedap. Mungkin ini juga baik ya untuk saat bekerja di kantor atau di rumah. Jadi kalau dipanggil rekanan atau keluarga, masih mudah mendengarkan.

Nah beralih ke kabelnya. Headset ini tidak memiliki detachable cable. Jadi kabelnya menempel secara permanen. Ini ada baiknya sih. Jadi ga ada kemungkinan kabel tertinggal. Kabel dengan panjang 2.2 meter ini rasanya memang cukup panjang untuk penggunaan di atas meja dengan PC desktop atau laptop berjarak cukup jauh.

Pada remote yang terintegrasi di kabel ini, tersedia pengaturan volume, mute, dan tombol “call” yang pada unit kami berlogo MS Teams. Tombol call atau MS Teams ini akan memanggil aplikasi MS Teams jika diinstal pada Windows. Jika ada panggilan masuk, menekan tombol ini akan otomatis “mengangkat” panggilan tersebut. Sementara, tombol mute akan mengaktifkan mute, secara langsung, bahkan aplikasi pun langsung menandakan bahwa mic sedang di-mute. Di sini terlihat bahwa kenyamanan pakai dan integrasi ke software komunikasi berjalan dengan sangat mulus.

Di sisi sampingnya, tersedia switch untuk pengaturan noise cancelling (ANC) untuk sisi speaker. Tersedia pilihan OFF-Mid-High. Tentunya, OFF adalah kondisi tanpa noise cancelling. Mid adalah ANC dengan kesenyapan level menengah, dan High digunakan saat Anda membutuhkan kesenyapan maksimal.
Dan di sisi ujung kabel ini ada konektor USB. Untuk unit kami, menggunakan USB type-A. Jadi, dia akan membuat sound device sendiri di komputer kita.
Untuk melihat pembahasan dan review lebih lengkapnya, simak dalam video berikut ini:












