Direct Release: 9 Dari 10 Organisasi Kesehatan Menyediakan Layanan Telehealth, Namun Hampir Setengah Mengkhawatirkan Keamanannya

Reading time:
November 26, 2021
telehealth report 2021 featured

26 November 2021

Penelitian terbaru Kaspersky mewawancarai sebanyak 389 penyedia layanan kesehatan dari 36 negara dan hasil menunjukkan bahwa 91% organisasi medis telah menerapkan kapabilitas telehealth, dengan 44% mulai menggunakannya setelah pandemi. Pada saat yang sama, sebanyak 52% responden pernah mengalami kasus di mana pasien menolak layanan telehealth karena alasan keamanan.

Peristiwa global dalam sektor kesehatan pada 2019-2020 telah mengubah persepsi orang tentang industri ini. Organisasi medis telah beradaptasi dengan kondisi baru, dan hari ini, 56% institusi kesehatan berencana untuk meningkatkan investasi mereka dalam solusi telehealth dan perawatan virtual. Kaspersky melakukan survei terhadap para pembuat keputusan di industri kesehatan untuk mempelajari bagaimana transformasi digital industri berjalan dan masalah apa yang menurut mereka harus dipecahkan demi menciptakan kemudahan dan kesamarataan akses ke perawatan yang terjangkau, cepat, dan berkualitas.

Menurut penelitian Kaspersky, 71% responden global percaya bahwa layanan telehealth akan memberikan nilai tambah terbesar bagi sektor kesehatan dalam lima tahun ke depan. Para profesional mencatat bahwa pengobatan jarak jauh merupakan hal yang praktis dan bermanfaat dari berbagai sisi, dengan keuntungan seperti jangkauan langsung, penularan penyakit yang lebih sedikit antara pasien dan staf, hingga kemampuan untuk membantu lebih banyak orang dalam waktu yang lebih singkat.

Pendekatan positif ini sejalan dengan praktik medis nyata. Hampir setengah dari organisasi (42%) setuju, bahwa sebagian besar pasien mereka lebih tertarik pada sesi jarak jauh daripada tatap muka karena kenyamanan yang ditawarkan. Fitur menarik lainnya bagi pelanggan adalah bahwa teknologi modern menghemat waktu, tenaga dan uang dan memberikan kesempatan untuk berkonsultasi dengan spesialis yang lebih berpengalaman.

Manfaat ini telah menyebabkan layanan telehealth menjadi lebih diminati oleh pasien dari semua kelompok umur. Berlawanan dengan stereotip bahwa orang tua cenderung tidak mempercayai teknologi modern, hanya 51% yang sepakat bahwa mayoritas pasien organisasi mereka yang menggunakan format jarak jauh berusia di bawah 50 tahun.

Layanan paling umum yang disediakan oleh organisasi adalah telehealth sinkron (51%), seperti komunikasi waktu nyata dengan pasien, termasuk panggilan video atau obrolan. Layanan terpopuler kedua adalah pemantauan pasien jarak jauh melalui perangkat yang dapat digunakan (41%), diikuti oleh teknologi telehealth asinkron (39%). Metode ini mengumpulkan dan menyimpan data pasien dalam platform berbasis cloud yang aman untuk digunakan lebih lanjut oleh perawat profesional.

Namun, 74% responden mengalami kasus di mana pasien menolak panggilan video dengan staf medis, dengan 52% melaporkan bahwa orang menolak layanan telehealth karena masalah privasi atau data. Alasan lain yang dikutip termasuk kurangnya kepercayaan umum terhadap telehealth (33%), perasaan enggan untuk tampil di video (32%) dan peralatan yang kurang memadai (30%).

Faktanya, bukan hanya pasien yang mengkhawatirkan privasi: 81% penyedia layanan kesehatan menyatakan bahwa dokter di organisasi mereka telah menyuarakan keprihatinan tentang perlindungan data pasien saat melakukan sesi jarak jauh, dan hanya 36% responden yang sangat yakin bahwa organisasi mereka memiliki langkah-langkah keamanan yang tepat.

“Kepercayaan selalu menjadi indikator penting bagi sektor kesehatan. Tetapi hari ini, karena semakin banyak organisasi medis mengandalkan teknologi dan penawaran digital untuk mendukung layanan mereka, begitupun pasien yang ingin merasa aman tentang privasi data medisnya. Itu berarti tingkat kepercayaan dalam industri berhubungan erat dengan kemampuan penyedia untuk memastikan keamanan dari informasi sensitif yang mereka kumpulkan, simpan, dan bagikan. Dengan perkembangan pesat dan kompleksitas yang membuat industri kesehatan menjadi ranah meggiurkan bagi para pelaku kejahatan siber, saatnya bagi institusi kesehatan untuk menjadikan keamanan siber sebagai prioritas utama mereka. Mereka harus terus mengevaluasi tingkat pertahanan saat ini, dan dengan bijak mengadopsi solusi dan alat yang tepat. Dengan cara ini, mereka akan membangun masa depan yang lebih cerah di mana jarak atau risiko keamanan siber tidak akan menjadi penghalang dan semua orang dapat menerima bantuan medis berkualitas tinggi,” komentar Evgeniya Naumova, Executive Vice President, Corporate Business di Kaspersky.

Penelitian menegaskan bahwa keamanan telehealth adalah isu penting bagi penyedia dan konsumen. Karena privasi data pasien yang sensitif harus menjadi prioritas utama bagi organisasi mana pun, para ahli Kaspersky membagikan rekomendasi berikut untuk membantu institusi kesehatan membangun kesiapan keamanan siber tingkat tinggi:

  • Memberikan pelatihan kesadaran keamanan bagi karyawan yang memiliki akses ke informasi pribadi pasien. Pelatihan harus mencakup setidaknya praktik yang paling penting, seperti penggunaan kata sandi yang tepat, keamanan email, pesan pribadi, dan penjelajahan web yang aman.
  • Semakin populernya layanan telehealth semakin dibutuhkan penggunaan perangkat komputasi dan TI yang lebih luas. Solusi keamanan dapat memantau kontrol atas infrastruktur TI yang kompleks dan memastikan semua perangkat yang memiliki akses ke jaringan perusahaan terlindungi.
  • Jangan hanya mengandalkan perlindungan peralatan medis berdasarkan sistem tertanam. Sistem ini biasanya memiliki kapasitas operasional yang rendah dan hanya dapat melakukan tugas yang sangat spesifik. Solusi keamanan untuk sistem tertanam harus mengatasi ancaman terbaru dan kompatibel dengan perangkat keras low-end.
  • Gunakan firewall yang berfungsi sebagai penghalang terhadap ancaman eksternal. Ini akan melindungi server web Anda dari berbagai jenis malware, termasuk virus, ransomware, dan Trojan.

Laporan lengkap dan detail mengenai lanskap industri telehealth saat ini tersedia melalui tautan berikut ini.

Metodologi

Kaspersky menunjuk Arlington Research untuk melakukan penelitian online kuantitatif di antara para pengambil keputusan tunggal atau bersama yang bekerja untuk penyediaan layanan kesehatan garis depan (termasuk telehealth) untuk implementasi teknologi baru, transformasi digital, atau pengembangan strategi untuk teknologi lanjutan. 389 wawancara dilakukan secara global dengan perwakilan di seluruh Amerika Utara, Eropa, Timur Tengah, Asia Pasifik, Amerika Latin dan Rusia dan CIS (Commonwealth of Independent States). Survei diselesaikan di 34 negara. Sebanyak 170 wawancara dilakukan terhadap perusahaan dengan 1000+ karyawan dan sisa wawancara dari organisasi dengan 50-999 karyawan.

Share
Tags:

Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…
October 6, 2026 - 0

Review MSI Titan 18 HX Dragon Edition Draco Epic: Laptop Super Kencang Pengganti PC Desktop

Sudah nggak butuh PC Desktop kalau punya Laptop “Monster” yang…
October 1, 2026 - 0

Review ASUS TUF Gaming 16 (FX610JH): Laptop Gaming Paling Worth It dari TUF?

Butuh laptop gaming yang cocok dipakai buat kerja sampai kuliah?…

Gaming

October 27, 2026 - 0

ASUS Luncurkan Mini PC ROG NUC 16 Bertema Phantom Blade Zero

ASUS luncurkan mini PC ROG NUC 16 bertema Phantom Blade…
October 27, 2026 - 0

Sony Patenkan Teknologi yang Ubah Audio Menjadi Petunjuk Visual

Sony patenkan teknologi yang mengubah suara game menjadi ikon visual,…
October 27, 2026 - 0

Street Fighter Kini Bisa Dimainkan di YouTube

Street Fighter II kini bisa dimainkan langsung di YouTube berkat…
October 27, 2026 - 0

Cherry Umumkan Lini Switch Mekanik Baru Untuk MX Illuma

CHERRY MX Illuma Red, Brown, dan Emerald Reef hadir dengan…