Review Razer DeathAdder V2 X Hyperspeed: Bisa Pakai Wireless 2,4GHz dan Bluetooth
Pengalaman Penggunaan
Untuk performa terbaiknya, tentunya konektivitas yang harus dipilih adalah menggunakan dongle USB 2,4GHz. Sementara koneksi BLE lebih ditujukan untuk penggunaan standar, yang lebih mengutamakan efisiensi daya baterai pada mouse tersebut. Jadi untuk penggunaan gaming, tentunya kita harus menggunakan koneksi 2,4GHz.
Kami mencoba mengujinya untuk bermain game, dengan menjalankan game shooter Valorant. Game ini tentunya membutuhkan akurasi serta responsitivitas mouse yang tinggi.

Saat menggunakan mouse Razer DeathAdder V2 X Hyperspeed ini, pergerakan mouse terasa lancar dan mulus. Tombol klik juga terasa sangat responsif tanpa terasa delay, yang mungkin biasanya masih ditemui saat menggunakan mouse wireless.
Tombol juga terasa nyaman saat ditekan, tidak terasa berat atau pun terlalu ringan saat ditekan. Begitu juga dengan scroll yang terasa pas saat digunakan, tidak berat ataupun terlalu ringan. Suara “Clicky” yang dihasilkan juga meembuat pengguna terasa lebih pasti saat menekan tombol.
Bobot mouse ini juga terasa pas, sehingga pengguna bisa leluasa menggerakan mouse saat bermain game. Apalagi karena mouse ini tidak menggunakan kabel, pergerakannya bisa lebih fleksibel.

Hanya saja untuk tombol pengaturan DPI, posisinya memang tidak begitu nyaman karena terlalu mudah dijangkau. Jadi bisa saja tombol tersebut tidak sengaja tersentuh saat bermain game, yang mungkin akan mengganggu pengguna.
Lampu LED yang ada ditengah bisa memberikan info mengenai level DPI yang dipilih pengguna. Warna LED akan berubah sesuai level yang dipilih, yaitu dari level 1 Merah, level 2 Hijau, level 3 Biru, level 4 Cyan, dan level 5 Kuning. Saat menggunakannya, kami merasa cukup di level 3 dengan 1600 DPI.
Mouse ini bahkan juga tetap responsif meskipun tanpa menggunakan mousepad sekalipun, akan tetapi tentunya bakal lebih optimal jika menggunakan mousepad.
Kami juga mencoba menggunakan mouse dengan koneksi Bluetooth yang dimilikinya. Untuk kebutuhan esensial seperti bekerja di aplikasi office, browsing dan sebagainya, ini juga sudah cukup optimal.
Tentunya aktivitas tersebut tidak membutuhkan respositivitas mouse yang tinggi, jadi tidak terlalu masalah. Bahkan pengguna bisa lebih menghemat daya baterai dengan koneksi Bluetooth ini.
Untuk melakukan pairing juga sangat mudah, pengguna bisa mengakses melalui menu Bluetooth pada Windows, dan melakukan pairing seperti yang biasa dilakukan saat memasang perangkat Bluetooth lain.
Daya Tahan Baterai
Kami tentunya tidak bisa mengukur pasti mengenai konsumsi daya pada perangkat mouse ini, karena bisa membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menguji itu.

Akan tetapi Razer mengklaim kalau penggunaan mouse dengan koneksi wireless 2,4GHz, maka baterai dapat bertahan hingga 235 jam. Sedangkan dengan Bluetooth, mouse dapat bertahan hingga 615 jam.












