Review Razer DeathAdder V2 X Hyperspeed: Bisa Pakai Wireless 2,4GHz dan Bluetooth

Author
Irham
Reading time:
January 14, 2022

Pengalaman Penggunaan

Untuk performa terbaiknya, tentunya konektivitas yang harus dipilih adalah menggunakan dongle USB 2,4GHz. Sementara koneksi BLE lebih ditujukan untuk penggunaan standar, yang lebih mengutamakan efisiensi daya baterai pada mouse tersebut. Jadi untuk penggunaan gaming, tentunya kita harus menggunakan koneksi 2,4GHz.

Kami mencoba mengujinya untuk bermain game, dengan menjalankan game shooter Valorant. Game ini tentunya membutuhkan akurasi serta responsitivitas mouse yang tinggi.

review razer deathadder v2 x hyperspeed

Saat menggunakan mouse Razer DeathAdder V2 X Hyperspeed ini, pergerakan mouse terasa lancar dan mulus. Tombol klik juga terasa sangat responsif tanpa terasa delay, yang mungkin biasanya masih ditemui saat menggunakan mouse wireless.

Tombol juga terasa nyaman saat ditekan, tidak terasa berat atau pun terlalu ringan saat ditekan. Begitu juga dengan scroll yang terasa pas saat digunakan, tidak berat ataupun terlalu ringan. Suara “Clicky” yang dihasilkan juga meembuat pengguna terasa lebih pasti saat menekan tombol.

Bobot mouse ini juga terasa pas, sehingga pengguna bisa leluasa menggerakan mouse saat bermain game. Apalagi karena mouse ini tidak menggunakan kabel, pergerakannya bisa lebih fleksibel.

review razer deathadder v2 x hyperspeed (23)

Hanya saja untuk tombol pengaturan DPI, posisinya memang tidak begitu nyaman karena terlalu mudah dijangkau. Jadi bisa saja tombol tersebut tidak sengaja tersentuh saat bermain game, yang mungkin akan mengganggu pengguna.

Lampu LED yang ada ditengah bisa memberikan info mengenai level DPI yang dipilih pengguna. Warna LED akan berubah sesuai level yang dipilih, yaitu dari level 1 Merah, level 2 Hijau, level 3 Biru, level 4 Cyan, dan level 5 Kuning. Saat menggunakannya, kami merasa cukup di level 3 dengan 1600 DPI.

Mouse ini bahkan juga tetap responsif meskipun tanpa menggunakan mousepad sekalipun, akan tetapi tentunya bakal lebih optimal jika menggunakan mousepad.

Kami juga mencoba menggunakan mouse dengan koneksi Bluetooth yang dimilikinya. Untuk kebutuhan esensial seperti bekerja di aplikasi office, browsing dan sebagainya, ini juga sudah cukup optimal.

Tentunya aktivitas tersebut tidak membutuhkan respositivitas mouse yang tinggi, jadi tidak terlalu masalah. Bahkan pengguna bisa lebih menghemat daya baterai dengan koneksi Bluetooth ini.

Untuk melakukan pairing juga sangat mudah, pengguna bisa mengakses melalui menu Bluetooth pada Windows, dan melakukan pairing seperti yang biasa dilakukan saat memasang perangkat Bluetooth lain.

Daya Tahan Baterai

Kami tentunya tidak bisa mengukur pasti mengenai konsumsi daya pada perangkat mouse ini, karena bisa membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menguji itu.

Screenshot 2639

Akan tetapi Razer mengklaim kalau penggunaan mouse dengan koneksi wireless 2,4GHz, maka baterai dapat bertahan hingga 235 jam. Sedangkan dengan Bluetooth, mouse dapat bertahan hingga 615 jam.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

March 18, 2026 - 0

Review ADVAN Workmate Ultra: Laptop Intel Core Ultra di Bawah Rp 8 Juta?!

Bodi ADVAN Workmate Ultra Form Factor Clamshell atau laptop klasik…
March 17, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5 Gen 10: Laptop 16-Core Buat Kerja Berat & Main Game AAA

Bodi Lenovo Legion Pro 5 Gen 10 Form Factor Clamshell.…
March 16, 2026 - 0

Review Acer Swift X 14 AI 2026: Tipis, Ringan, Kenceng Buat Gaming, Editing Video dan Desain 3D!

Bodi Form Factor Clamshell atau laptop klasik Material Keseluruhan bodinya…
February 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA): Laptop Tipis-Ringan Kelas Atas dengan AMD Ryzen AI 400

Bodi ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA) Form Factor Clamshell Material…

Gaming

March 18, 2026 - 0

Co-Founder Embark Studios Tinggalkan Perusahaan Akibat Tuduhan Pelecehan

Co-founder Embark Studios, Rob Runesson, keluar dari studio itu setelah…
March 18, 2026 - 0

Death Stranding 2 Perlihatkan Konten & Fitur Baru Jelang Rilis di PC

Mendekati rilisnya di PC, Death Stranding 2 perlihatkan adanya konten…
March 18, 2026 - 0

Pimpinan Take Two Sebut AI Tak Bisa Ciptakan Game Yang Sukses

Pimpinan Take Two, Strauss Zelnick, menegaskan bahwa AI hanya dapat…
March 18, 2026 - 0

Kreator MindsEye Berpisah Dari Publisher IO Interactive

Publisher IO Interactive resmi mengakhiri kerja samanya dengan Build a…