Review Smart TV 4K UHD 85 inci Polytron PLD 85UV5903
Pengalaman Penggunaan
Setelah proses instalasi, kita bisa langsung mengikuti saja langkah-langkah yang disuguhkan oleh smart TV ini untuk setup awal. Kami merasakan bahwa semuanya cukup singkat. Bahkan kita tidak perlu login ke account dan verifikasi. Jadi, mudah lah untuk semua orang.

Siaran TV
Kita bisa memilih untuk scanning kanal TV di awal. Di sini terlihat bahwa kanal digital langsung bisa diprogramkan. Tentunya, saat menonton siaran TV, menekan tombol EPG membuat kita bisa melihat jadwal acara yang akan tayang, jika stasiun TV-nya menyediakan.

Salah satu fitur yang kami rasa cukup menarik adalah adanya menu PVR, di mana kita bisa menjadwalkan perekaman siaran TV.
OS VIDAA
Nah, kalau urusan kanal TV sudah beres, tentunya kita mau eksplore ke sisi Smart dari TV ini. OS VIDAA yang digunakan ini terasa cukup sigap. Tekan tombol rumah, dan kita akan langsung bisa melihat tampilan utamanya. Terlihat bahwa Netflix, Youtube, dan Prime Video sudah tersedia di sini. Untuk Netflix dan Prime Video, tentunya kita harus login dengan account kita ya.

Sementara itu, kalau kita mau mencari layanan lain, kita bisa cek ke application store VIDAA. Di sini, kita bisa menambahkan beberapa aplikasi lain. WeTV misalnya. Sayangnya, kami tidak bisa menemukan Disney+ Hotstar, HBO Go, dan Vidio di sini. Untuk itu, kita bisa ada 2 pilihan.
Yang pertama, menggunakan browser yang tersedia. Sejujurnya, kami cukup salut bahwa browser-nya ternyata kompatibel dengan Disney+ Hotstar dan HBO Go. Sayangnya, kualitas gambarnya memang jadi kurang memuaskan.
Oleh sebab itu, kami mencoba cara kedua, yaitu dengan mirroring. Ini bisa dilakukan dengan menggunakan opsi Input dan memilih menu mirroring. Kemudian kami menghubungkan smartphone dan lalu memutar konten dari smartphone kami. Ya, ini lebih menyenangkan. Akan tetapi, memang smartphone jadi tidak bisa digunakan untuk kebutuhan lain tanpa menghentikan pemutaran konten ya.
Ya tentunya, kalau ingin yang dedicated, kita bisa saja menambahkan setup box Android.
Kualitas Layar
Dari sisi kecerahan, tampaknya layar ini cukup mumpuni untuk digunakan di ruangan yang cukup terang. Ini membuatnya unggul dari kebanyakan layar OLED yang tidak terlalu terang.
Sementara itu, sudut pandangnya memang luar biasa. Jangan bandingkan ini dengan layar basis VA yang kalau dilihat dari samping itu berbeda dengan dari depan. Ini tampilannya konsisten.

Warna hitam pada Smart TV ini memang terasa cukup pekat, dikarenakan adanya local dimming ya. Memang, kalau urusan layar, kami merasa TV ini berkelas.
Lanjut ke pengujian dengan Netflix. Kami lihat bahwa Netflix langsung mengenali kemampuan Dolby Vision pada TV ini.
Saat kami memutar video seperti 6 Underground, terasa sekali kemantapan layar ini. Kita bisa memilih mau dijalankan di frame rate tinggi, atau di 24 fps yang sinematik. Semua semudah menekan 1 tombol di remote saja. Sederhana sekali.
Beralih ke konten Youtube, terlihat dengan jelas bahwa support HDR sudah tersedia di sini. Konten 4K60 HDR, terlihat indah sekali di sini.
Sementara itu, kami lihat tidak ada frame drop sama sekali, dan beberapa video yang gunakan codec AV1 pun berjalan lancar.
Audio
Kalau soal Audio, kita memang bisa menggunakan opsi Dolby Atmos dan langsung terdeteksi oleh Netflix. Akan tetapi, untuk efek ruang yang lebih megah, kami lebih suka mode DTS VirtualX-nya.

Mungkin ini terjadi karena Smart TV ini hanya memiliki 2 speaker ya. Jadi, virtualisasi akan lebih terasa. Secara umum, suara TV ini cukup lantang, cocok dengan ukurannya. Pengaturan mode suara pun bisa diatur dengan cepat melalui 1 tombol pada remote.














