Review HISENSE ULED 4K 75U7G: TV Sultan Harga Terjangkau
Instalasi
Saat setup awal, TV ini tidak meminta banyak hal. Hal yang penting kita lakukan di sini adalah menghubungkan TV ke Wi-Fi atau jaringan lokal untuk koneksi ke Internet. Navigasi di TV ini bisa dilakukan dengan remote. Saat setup awal, remote Bluetooth ini akan dideteksi secara otomatis oleh TV dan proses pairing otomatis dijalankan.
Remote ini punya desain modern, dengan hanya tombol-tombol penting dan tombol shortcut saja. Bila dibutuhkan, keyboard berbasis USB maupun Bluetooth juga bisa dipakai untuk membantu untuk beberapa hal, termasuk login ke aplikasi-aplikasi streaming konten.
TV ini menggunakan VIDAA U5, dengan user interface yang menurut kami mirip Google TV. Di bagian atas bisa dijumpai daftar beberapa aplikasi yang ada. Sementara sebagian besar layar akan diisi dengan rekomendasi konten. Sayangnya, rekomendasi konten ini baru menampilkan konten apa yang tersedia dari aplikasi bawaan di TV.
Secara standar, terdapat beberapa aplikasi streaming konten di VIDAA U5 ini, termasuk Netflix, YouTube, dan Prime Videos. Terdapat juga beberapa aplikasi lain seperti Vidio, Redbull TV, Kidoodle TV, UEFA TV, dan sebagainya.
OS VIDAA ini juga dilengkapi dengan app marketplace. Sayangnya, beberapa aplikasi streaming konten populer seperti Disney+, HBO Go, BeIN belum ada di marketplace ini.Menurut Hisense, untuk sementara ini kita bisa menggunakan web browser untuk menonton streaming dari aplikasi tersebut. Seperti https://www.hotstar.com/id.
Sayangnya, untuk Disney+ Hotstar, saat kami coba menggunakan browser, yang kami dapat hanya layar dengan pesan error. Tapi, kabarnya, Dukungan atau Aplikasi Disney+ Hotstar disebut akan hadir secara resmi tahun 2022 ini.

Oh ya, kami menjumpai beberapa aplikasi streaming TV dari negara lain seperti Thailand, Rusia, dan sebagainya di marketplace ini. Menurut Hisense, aplikasi negara lain yang ada itu adalah aplikasi yang tetap bisa digunakan atau bisa dikatakan aplikasi global.
Beralih ke konten yang di-inputkan dari perangkat lain, ada 4 port HDMI dan satu Composite di TV ini. Tentu saja, keempat port HDMI ini bisa menerima input dari perangkat lain, seperti PC, console game, Blu-Ray player, dan sebagainya. Kalau merasa butuh menggunakan sistem audio tambahan, kita bisa menggunakan konektor analog output, digital output, maupun eARC/ARC via HDMI2.

TV ini mendukung Anyview Cast, memungkinkan screen mirroring untuk Android dan Apple. Pemutaran konten dari USB Drive juga didukung oleh TV ini. USB Drive yang bisa dikenali TV harus diformat FAT32 atau NTFS. Tipe file umum untuk foto/gambar, video, dan audio didukung oleh TV ini. Bahkan untuk video dengan AVC/H.265 pun bisa diputar oleh TV ini.
Tentunya TV ini bisa menangkap siaran DVB-T2 dengan baik. Terlihat banyak channel TV Digital Indonesia bisa ditemukan saat proses setup TV Digital. Dan kami hanya pakai antena TV biasa saja.

Oh, ya, untuk TV Digital, TV dari Hisense ini mendukung perekaman siaran ke format file video langsung ke USB Drive. Fitur ini bisa diatur untuk aktif berdasarkan informasi di EPG (Program Guide) untuk TV Digital.
ULED TV: Hi-View Engine + Quantum Dot Color: untuk Kualitas Tampilan
Hisense menyebutkan bahwa TV 75U7G ini menawarkan “Powerfull Image Quality” yang dihasilkan dari penggunaan Hi-View Engine, Full Array Local Dimming, serta Quantum Dot Color.
Hi-View Engine merupakan pusat kontrol dari TV ini. Dikembangkan khusus oleh Hisense, ini bisa membuat tampilan di layar jelas dan dengan kualitas tinggi.
Salah satu fitur yang hadir dari Hi-View Engine ini adalah upscaler, yang akan sangat butuh digunakan di TV ukuran besar. Fitur ini memungkinkan konten resolusi rendah di TV tampil dalam resolusi lebih tinggi sehingga tidak terlihat pecah di layar.
FALD atau Full Area Local Dimming memungkinkan LED backlight diredupkan atau dimatikan di area tertentu.
Baca Juga: Review Smart TV 4K UHD 85 inci Polytron PLD 85UV5903 • Jagat Review
Hal ini bisa membantu meningkatkan kontras tampilan, misalnya saat scene yang relatif gelap tampil di layar. Mengurangi kemungkinan warna terlihat washed out karena backlight yang menyala terang saat scene gelap.
Ada juga Quantum Dot Color, yang memungkinkan tampilan warna yang “true-to-life”, terlebih untuk merah dan hijau. Saturasi warna juga disebut lebih baik dengan hadirnya Quantum Dot Color ini.
Jadi, 75U7G yang masuk ke jajaran ULED 4K TV Hisense ini bisa menghasilkan warna yang nyata, kontras yang sangat baik, detail tinggi, serta tampilan gerakan atau motion yang jelas.
Pengalaman Penggunaan
Berdasarkan pengalaman kami menggunakan TV ini untuk menikmati berbagai jenis konten, dari YouTube dan Netflix, kami memang merasa TV ini bisa memberikan kualitas tampilan yang bisa dikatakan cukup prima. Warna terasa bisa ditampilkan cukup “nyata”, setidaknya kami rasa janji Hisense dari TV ULED 4K ini kami rasa cukup terbukti.

Black level, terlihat cukup dalam. Memang masih terlihat belum benar-benar dalam seperti yang bisa ditawarkan oleh panel yang lebih tinggi kelasnya, tapi sudah terbilang sangat baik untuk sebuah layar LED seperti ini, di kelas ini.
Menariknya, view angle-nya terbilang luas. Hisense memang menjanjikan viewing angle yang mendekati 180°. Konsistensi warna terbilang terjaga, hanya terjadi sedikit sekali pergeseran tingkat kecerahan layar, tetapi tidak terlalu mengganggu.

Hal lain yang kami amati, ada sedikit efek vignetting di bagian sudut-sudut dari TV ini. Ya, ada bagian yang terasa selalu sedikit lebih gelap di area sudut-sudut layar. Untungnya, ukurannya cukup kecil jadi tidak mengganggu. Secara umum, tampilan yang disajikan TV ini intinya tetap terasa memuaskan.
TV ini menawarkan beberapa preset picture mode, yaitu Standard, Dynamic, Sports, Cinema Day, dan Cinema Night. Standard merupakan picture mode yang menawarkan tampilan yang relatif natural. Sementara Dynamic menawarkan tampilan yang lebih cerah, dengan saturasi dan brightness lebih tinggi. Sport, sesuai namanya di-tuning khusus untuk menikmati siaran pertandingan olah raga.

Satu hal yang juga ingin kami bahas terkait preset picture mode di TV ini, Hisense menawarkan preset dengan awalan “Cinema”. Kami berharap setidaknya preset ini bisa menawarkan feel seperti saat menonton film di bioskop.
Sayangnya, preset itu tampaknya lebih ke pengaturan warna, color temperature yang lebih warm, kontras, dan beberapa hal lain. Di bagian motion, preset ini tetap mengaktifkan motion smoothing, sehingga kesan “cinematic” justru tidak hadir.
Baca Juga: Review Smart TV TCL 55A30: Lebih Modern dengan Google TV • Jagat Review
Hal ini sebenarnya bisa diatasi dengan mengubah preset ini, menonaktifkan motion smoothing dari opsi yang ada. Namun, tentu akan lebih nyaman bila secara standar preset “Cinema” ini bisa menghadirkan pengalaman cinematic tanpa kita harus mengaturnya secara manual.
Hisense menyebutkan bahwa TV ini mendukung HDR, baik HDR10, HLG, maupun Dolby Vision. Kami mencoba memutar konten dengan dukungan Dolby Vision di Netflix, dan TV langsung menampilkan indikasi bahwa Dolby Vision aktif.
Preset tampilan yang tersedia juga langsung berubah, hanya tersedia Dolby Vision Bright, Dolby Vision Dark, dan Dolby Vision Custom saja.
Saat mencoba memutar konten HDR di YouTube, aplikasi juga langsung mengenali HDR di 75U7G ini. Terlihat dari warna yang langsung berubah dan juga munculnya “HDR” di pilihan opsi resolusi video.
Melihat TV sebesar ini, timbul juga rasa penasaran kami, bagaimana bila dipakai untuk display out dari PC. Saat digunakan untuk bekerja, menjelajah Internet, dan berbagai aktivitas harian yang lebih banyak berurusan dengan teks berukuran kecil, menggunakan TV ini terasa tidak terlalu nyaman. Hal ini wajar karena optimasi TV berbeda dari monitor.

Namun, saat digunakan untuk bermain game, TV ini kembali bisa menawarkan pengalaman yang menyenangkan. Input lag tidak terasa, khususnya saat Game Mode di TV ini dihidupkan.
Terlihat, Hisense memang sudah mengantisipasi penggunaan TV ini untuk bermain game, baik dari PC maupun dari console. Mereka sudah melakukan tuning untuk memastikan tidak ada hal yang mengganggu kenyamanan bermain game dengan TV ini.
Bicara soal konten resolusi di bawah 4K, TV ini dibekali dengan upscaler yang cukup baik. Tapi, kami masih bisa merasakan TV ini belum bisa melakukan upscaling yang kualitasnya konsisten di semua kondisi.
Kadang, kami merasa sangat puas dengan upscaler-nya. Sementara, di waktu lain, upscaler terasa kurang bisa memberikan tampilan yang tajam dan memuaskan.

Permukaan layar dari TV ini semi-glossy, yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas tampilan warna TV. Namun, ini membuat bayangan dari apa yang ada di depan TV jadi mudah terpantul di TV, dan ini terasa agak mengganggu saat menikmati konten dengan warna latar mayoritas gelap.
Terkait audio, speaker yang ada di TV ini bisa dikatakan cukup. Kita memang tidak mungkin mengharapkan kualitas suara yang dalam dengan surround yang baik dari TV dengan dua tweeter saja.
Navigasi di UI TV ini secara umum bisa dilakukan dengan nyaman dengan remote bawaan dari TV ini. Tombol shortcut “Sport” di remote ini akan otomatis mengarahkan ke apps FITE.

Nah, untuk yang membutuhkan kenyamanan ekstra untuk beberapa hal, bisa coba untuk meng-install aplikasi VIDAA dari Google Play Store di smartphone Android. Ini memungkinkan kita mengakses aplikasi lebih cepat. Serta kita tidak perlu memasang keyboard ke TV hanya untuk membantu saat harus mengetik, misalnya saat searching konten yang akan ditonton dari aplikasi streaming.
























