Direct Release: Teknologi AI Huawei Siap Dukung Pengembangan Genomik untuk Kemajuan Sektor Kesehatan Indonesia

Reading time:
July 28, 2022

 [Indonesia, Jakarta, 27 Juli 2022] Huawei, penyedia solusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) global terkemuka, menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan genomik di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi mutakhirnya, Kecerdasan Artifisial (AI) dan cloud. Penegasan tersebut disampaikan Huawei sebagai respon atas pembahasan yang mengemuka pada webinar bertajuk ‘Artificial Intelligence for Genomic Development’ yang diselenggarakan oleh Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA). President Korika Prof Hammam Riza menyampaikan penghargaan untuk kolaborasi quadhelix yang fokus pada salah satu bidang prioritas Stranas KA Indonesia 2045, yaitu bidang kesehatan.

Huawei

Pada webinar yang menghadirkan tokoh-tokoh terkemuka di sektor kesehatan maupun industri, seperti Setiaji, S.T. M.Si, Kepala Digital Transformasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; Dr. Mego Pinandito, M.Eng., Deputi Kepala BRIN Bidang Kebijakan Pembangunan; Dr. Arnaldo Marulitua Sinaga, ST., M.Info.Tech, Rektor IT Del; Prof. Amin Soebandrio, Ketua Umum Eijkman; dan Jason Zhang, CEO Huawei Cloud Indonesia tersebut mengungkap bahwa ilmu genomik sangat penting untuk terus dikembangkan karena penerapannya sangat diperlukan untuk mendukung kemajuan berbagai bidang, seperti kesehatan, bioteknologi, hingga antropologi.

Di bidang kesehatan sendiri, ilmu genomik dan teknologi genetik berperan kritikal dalam mendukung efektivitas diagnosis, pengobatan, maupun pencegahan suatu penyakit. Terlebih, Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia dengan jumlah kelahiran baru yang berjumlah jutaan serta ragam penyakit yang muncul tiap tahunnya.Terkait dengan kepentingan ini, pemerintah Indonesia pun makin memberikan perhatian terhadap perkembangan industri genetika di negara ini. Teknologi sekuensi gen juga menjadi teknologi utama yang perlu ditingkatkan efektivitas serta efisiensinya oleh industri genetika Indonesia dengan salah satunya memanfaatkan AI atau Kecerdasan Artifisial.

Huawei

Pada sambutannya, Setiaji, S.T. M.Si, Kepala Digital Transformasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengatakan, “Terdapat terobosan baru yang terlihat dari dampak yang ditimbulkan oleh pengurutan dan analisis gen pada sektor kesehatan, pertanian, maupun peternakan. Ketika para peneliti mampu melakukan pengurutan dan analisis DNA, sistem Kecerdasan Artifisial (AI) dapat membantu mereka untuk memahami cetak biru genetik spesifik yang mengatur semua aktivitas organisme secara lebih cepat, lebih murah, dan lebih tepat. Dengan insight ini, peneliti dapat membuat keputusan tentang perawatan, organisme yang berpotensi terpengaruh di masa depan, mutasi mana saja yang dapat menyebabkan penyakit yang berbeda, dan bagaimana mempersiapkan masa depan. Terkait ini, Indonesia membutuhkan Huawei dan para penyedia teknologi AI terkemuka di dunia lainnya untuk menyediakan solusi AI dan TIK mutakhir guna membantu peneliti medis melakukan penelitian dan pengembangan gen yang lebih efisien.”

Sementara itu, Jason Zhang, CEO Huawei Cloud Indonesia mengatakan, “Pengurutan dan pengembangan gen perlu mengandalkan teknologi AI untuk meningkatkan efisiensi dan sejumlah besar daya komputasi. Hanya komputasi awan yang dapat mendukungnya dan HUAWEI CLOUD dapat menjadi pilihan terbaik. HUAWEI CLOUD akan menghadirkan dorongan baru bagi industri genetika dengan menggabungkan teknologi baru seperti cloud, kecerdasan buatan, dan 5G. Dengan teknologi-teknologi tersebut, HUAWEI CLOUD telah menyesuaikan beberapa solusi pengurutan gen yang sangat terintegrasi untuk pelanggan, membantu mereka mencapai pengurutan yang lebih cepat, analisis yang lebih cepat, dan inovasi teknologi yang lebih cepat.”

Sehubungan dengan pemanfaatan AI, Dr. Mego Pinandito, M.Eng., Deputi Kepala BRIN Bidang Kebijakan Pembangunan mengatakan, “Kecerdasan Artifisial atau AI di Indonesia makin intensif pemanfaatannya. Ini sejalan dengan semangat mendukung keberhasilan transformasi digital di Indonesia, serta menjadikan Indonesia sebagai negara maju berbasis riset dan inovasi. Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA) menerapkan Strategi Nasional (Stranas) AI untuk pemanfaatan di bidang prioritas kesehatan, reformasi birokrasi, riset dan edukasi, pangan, dan smart city. Menimbang pentingya AI, kami sangat mengapresiasi peran aktif Huawei dalam memberikan dukungannya selama ini.”

Dipandu oleh Komitmen “I Do” Huawei, Huawei sebagai penyedia ICT global terkemuka, selalu berusaha untuk mendukung ekosistem dalam digitalisasi dan transformasi. Huawei juga telah meluncurkan program akselerasi Spark pada tahun 2020 yang bertujuan untuk mempromosikan dan memulai kolaborasi guna mendorong pengembangan perusahaan rintisan atau startup di Indonesia, sekaligus dalam rangka meningkatkan, memberi manfaat, dan mempercepat ekonomi digital. Program ini juga bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekosistem Huawei, mengingat Huawei memiliki akses ke 197 perusahaan yang masuk ke dalam daftar Global Fortune 500. Selain itu, Huawei App Store dan Cloud Marketplace saat ini juga telah memberikan akses ke 700 juta pengguna Huawei Mobile dan Cloud secara global yang menjadikan para pengguna dapat memanfaatkan ekosistem tersebut untuk menjual ke Huawei, menjual dengan Huawei, dan menjual melalui Huawei.

Saat ini, lebih dari 40 startup berpartisipasi dalam program ini. Sementara, terdapat 1.000 startup lainnya yang sedang dalam proses untuk berpartisipasi.

Di bawah program ini, Huawei akan menginvestasikan lebih dari $100 juta dalam tiga tahun ke depan.

Share
Tags:

Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…
October 6, 2026 - 0

Review MSI Titan 18 HX Dragon Edition Draco Epic: Laptop Super Kencang Pengganti PC Desktop

Sudah nggak butuh PC Desktop kalau punya Laptop “Monster” yang…
October 1, 2026 - 0

Review ASUS TUF Gaming 16 (FX610JH): Laptop Gaming Paling Worth It dari TUF?

Butuh laptop gaming yang cocok dipakai buat kerja sampai kuliah?…

Gaming

October 27, 2026 - 0

Nintendo Siapkan Restock Untuk Switch 2 Versi Zelda 40th Anniversary

Nintendo siapkan restock untuk Switch 2 versi Zelda 40th Anniversary…
October 26, 2026 - 0

Hitscan Luncurkan Mouse Gaming Hyperlight X dengan Switch Mekanik SPDT

Hitscan Hyperlight X tawarkan mouse gaming ringan dan switch SPDT…
October 26, 2026 - 0

Genshin Impact 7.2 Hour of Ruin Satukan 7 Nation di Teyvat

Genshin Impact Version 7.2 Hour of Ruin bawa konflik yang…
October 26, 2026 - 0

Shadow of the Tomb Raider Rilis Mendadak di Switch 2

Shadow of the Tomb Raider: Definitive Edition rilis mendadak di…