Intel: Harga Prosesor dan Komponen Lain Bakal Naik Hingga 20%
Dalam laporan Nikkei Asia, Intel dikabarkan akan menaikan harga produk prosesor untuk komputer maupun server mereka, dan juga beberapa komponen lain seperti Wi-Fi dan chip konektivitas. Kenaikan harga ini akan terjadi di musim gugur tahun ini, dengan peningkatan sekitar 20%.

Intel mengatakan kenaikan harga diperlukan karena melonjaknya biaya produksi dan material, seperti yang diurakan para eksekutif pada media. Adapun presentase peningkatan harga belum dipastikan, tapi kemungkinan bisa mencapai 10% hingga 20%, tergantung dari jenis produk chip.
Baca Juga: Intel Resmi Luncurkan Prosesor Core 12th Gen Mobile di Indonesia • Jagat Review
Lonjakan harga ini tentunya juga terjadi karena inflasi di Amerika Serikat dan seluruh dunia. Amerika Serikat, inflasi harga konsumen dilaporkan naik sebesar 9,1%, dimana ini rekor inflasi terbesar dalam 40 tahun terakhir.
Intel telah berkomunikasi dengan mitra dan pelanggannya untuk mempersiapkan kenaikan harga. Intel sendiri akan merilis CPU Desktop dan Notebook “Raptor Lake” Generasi ke-13 yang diperkirakan hadir di Q4 2022 & Q1 2023. Dan kemungkinan harganya akan lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumhya, saat pertama kali diluncurkan.
Pengumuman Intel akan kenaikan harga yang bakal terjadi ini nampaknya juga akan diikuti oleh perusahaan lain seperti AMD dan NVIDIA. Dengan meningkatnya harga komponen dan produksi, mau tak mau juga mempengaruhi mereka untuk ikut menaikan harga. Semoga saja kenaikan harga ini tidak begitu tinggi.















