Direct Release: Kebocoran Data di Indonesia – 5 Pertimbangan Utama oleh Palo Alto Networks

Reading time:
September 1, 2022

Data privacy 678x381 1

Jakarta, September 1 September 2022 – Baru-baru ini, dugaan kebocoran data di lebih dari 21.000 perusahaan di Indonesia menjadi berita utama. Dugaan kebocoran data yang mencapai lebih dari 347GB ini melibatkan berbagai perusahaan pada sektor teknologi, konsultasi, asuransi, serta yang lainnya.  Selain itu, klaim kebocoran data di banyak perusahaan milik negara juga muncul, menyorot masalah kebocoran data di dark web yang terus menerus terjadi di Indonesia.

Dalam laporan, berjudul The 2022 Unit 42 Ransomware Threat Report, Unit 42 dari Palo Alto Networks (NASDAQ: PANW), pemimpin keamanan siber global, mengungkapkan bahwa pada 2021, para pelaku kejahatan siber semakin beralih ke “leak sites” atau situs kebocoran data di Dark Web, serta menuntut sejumlah uang sebagai tebusan dari korban mereka.  Selain itu, studi ini juga mendapati bahwa tahun lalu, terdapat 2.566 organisasi yang datanya bocor ke situs-situs serupa secara global, meningkat 85% dari tahun sebelumnya. Berbagai leak site ini mempublikasikan nama-nama dan proof of compromise dari organisasi-organisasi tersebut, mirip dengan apa yang terjadi di banyak perusahaan di Indonesia akhir-akhir ini.

Mengomentari situasi saat ini, Adi Rusli, Country Manager Indonesia, Palo Alto Networks, mengatakan, “Serangan siber telah menjadi masalah yang berulang, baik secara global maupun di Indonesia, yang disebabkan oleh serangan phising, malware dan ransomware, atau bahkan pembagian data sensitif secara tidak disengaja oleh karyawan. Terlepas dari penyebabnya, organisasi perlu meningkatkan upaya dalam menerapkan langkah-langkah keamanan siber yang diperlukan, seperti sistem pencegahan kehilangan data demi mengatasi kerentanan infrastruktur mereka.”

Palo Alto Networks merekomendasikan langkah-langkah yang bisa diterapkan perusahaan untuk meminimalkan kemungkinan kebocoran data, sebagai berikut:

  • Melindungi perusahaan dan data secara konsisten di seluruh jaringan internal, cloud, dan pengguna mobile.

  • Memusatkan upaya pencegahan kebocoran data dan manajemen keamanan.

  • Mengidentifikasi, melakukan, klasifikasi, memantau, dan melindungi data, juga mengautentikasi pengguna serta mengontrol siapa yang memiliki akses ke aplikasi dan data tertentu pada waktu tertentu.

  • Mengawasi dan mengelola keamanan dan kepatuhan vendor pihak ketiga dengan lebih baik.

  • Menerapkan pendekatan Zero Trust – menghilangkan kepercayaan implisit dan terus memvalidasi setiap tahap interaksi digital.

“Organisasi harus mengembangkan suatu strategi keamanan yang efektif untuk melindungi infrastruktur dan aset mereka. Ini melibatkan penerapan paradigma keamanan baru, khususnya prinsip-prinsip Zero Trust, di mana secara default, semua pengguna ditolak aksesnya. Organisasi perlu mempertimbangkan ZTNA 2.0, yang menerapkan prinsip-prinsip Zero Trust dan menggunakan mekanisme keamanan terpusat yang terus menerus memeriksa perilaku yang mencurigakan. Dengan demikian, tim TI dapat tetap terdepan dalam menghadapi serangan siber yang terus berkembang dan meminimalkan risiko yang terkait dengan serangan tersebut,” tutup Adi.

Share
Tags:

Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…
October 6, 2026 - 0

Review MSI Titan 18 HX Dragon Edition Draco Epic: Laptop Super Kencang Pengganti PC Desktop

Sudah nggak butuh PC Desktop kalau punya Laptop “Monster” yang…
October 1, 2026 - 0

Review ASUS TUF Gaming 16 (FX610JH): Laptop Gaming Paling Worth It dari TUF?

Butuh laptop gaming yang cocok dipakai buat kerja sampai kuliah?…

Gaming

October 27, 2026 - 0

Nintendo Siapkan Restock Untuk Switch 2 Versi Zelda 40th Anniversary

Nintendo siapkan restock untuk Switch 2 versi Zelda 40th Anniversary…
October 26, 2026 - 0

Hitscan Luncurkan Mouse Gaming Hyperlight X dengan Switch Mekanik SPDT

Hitscan Hyperlight X tawarkan mouse gaming ringan dan switch SPDT…
October 26, 2026 - 0

Genshin Impact 7.2 Hour of Ruin Satukan 7 Nation di Teyvat

Genshin Impact Version 7.2 Hour of Ruin bawa konflik yang…
October 26, 2026 - 0

Shadow of the Tomb Raider Rilis Mendadak di Switch 2

Shadow of the Tomb Raider: Definitive Edition rilis mendadak di…