Review Hisense 55A6500H: Google TV Terjangkau dengan Fitur Gaming Modern

TV yang satu ini disebut Hisense sebagai Entry Level 4K TV terbaru mereka, yakni Hisense 55A6500H. Sesuai namanya, TV ini menawarkan layar dengan diagonal 55”. Selain itu, TV ini juga mengusung sistem operasi Google TV, dukungan HDR10 dan Dolby Vision, serta Game Mode dengan Variable Refresh Rate dan Auto Low Latency Mode.
Hisense menyebutkan TV baru mereka ini, 55A6500H, bisa menawarkan “Ultra Vision” dan “Unique Experience”.

“Ultra Vision” di sini kemungkinan besar merujuk ke kualitas tampilan yang ditawarkan oleh TV ini. Sementara “Unique Experience”, mungkin saja Hisense menyembunyikan kejutan di dalam TV ini yang membuat penggunanya bisa mendapatkan pengalaman yang tidak bisa didapatkan di TV 4K dengan Google TV lain di kelasnya.
Tapi, sebelum melihat kualitas tampilan dan pengalaman unik yang ditawarkan di TV ini, mari kita lihat dulu paket penjualannya.
Paket Penjualan

Informasi mengenai paket penjualan ini kami buat berdasarkan paket yang hadir di lab. kami, yang kami gunakan untuk pengujian kali ini.
Paket penjualan TV yang kami terima ini berisi:


- unit TV Hisense 55A6500H
- 2 buah Stand/Kaki untuk TV ini, lengkap dengan baut untuk pemasangan stand ke TV
- Remote Control
- Paket Dokumen
Desain

Beralih ke desain, Hisense menyebutkan kalau TV ini menggunakan bezel less design. Kalau diperhatikan, frame TV ini memang terlihat tidak menutup bagian tepi dari panel pelindung layar, yang membuatnya seakan-akan tampil tanpa bezel.

Baru saat TV dinyalakan, area hitam di sekeliling layar akan terlihat. Saat kami coba ukur, tebal area hitam plus frame di TV ini masih bisa dikatakan relatif tipis. Hanya di kisaran 5.5 mm saja. Sementara untuk bezel bawah layar, tentunya lebih tebal dari bezel di sisi lain, tapi ini wajar.

Nah, di area tengah bezel bawah layar ada notch, atau area yang menjorok ke bawah. Di notch ini ada beberapa komponen pendukung fitur hands free voice control atau far field voice control. Ada lampu indikator, dua mic, serta switch untuk aktif atau tidaknya mic di TV ini. Ada juga satu tombol di bagian dasar dari notch tersebut, yaitu tombol power untuk TV ini.
Dimensi dari TV ini, berdasarkan pengukuran kami adalah:

- Tanpa Stand: 1230 x 718 x 70 mm
- Dengan Stand: 1230 x 771 x 273 mm
Ini berarti stand mengangkat TV sekitar 53 mm dari permukaan tempat dia diletakkan, bisa dikatakan mencukupi kalau kita ingin menggunakan soundbar dan menempatkan soundbar tersebut di depan TV.

Di sisi belakang, kita bisa lihat ada area yang menonjol di bagian tengah. Konektor IO ditempatkan di sisi kanan area yang menonjol tersebut, atau sisi kiri kalau kita melihat TV dari depan. Ada juga konektor yang ditempatkan di permukaan area tersebut dan menghadap ke belakang. Lalu, ada konektor AC input di kiri area tersebut.
Spesifikasi
Untuk spesifikasi, kami hanya menuliskan beberapa spesifikasi dasar yang bisa kami verifikasi kebenarannya saja.

- Diagonal layar: 55”
- Resolusi Layar: 4K UHD (3840 x 2160 piksel)
- Display Technology: LCD
- Backlight: Direct LED
- Permukaan layar terbilang cukup reflektif
- Color Depth: 8-bit + FRC
- Brightness, berdasarkan pengujian kami ada di kisaran xxx nit saat setting brightness kami atur ke posisi tertinggi.
- Refresh Rate: 60 Hz
- HDR: Ada, mendukung HDR10 dan Dolby Vision
- Fitur:
- Sports Mode
- Game Mode, menawarkan VRR (Variable Refresh Rate) dan ALLM (Auto Low Latency Mode) untuk TV ini.
- Audio: Regza Power Audio Pro
- 2 Speaker
- Fitur:
- Dolby Digital
- Dolby Atmos
- Automatic Volume Level
- Smart Feature:
- OS: Google TV, dengan basis Android 11
- Google Assistant
- Chromecast Built-In
- OS: Google TV, dengan basis Android 11

- Konektivitas:
- Bluetooth
- Wi-Fi 5, Dual Band 2.4 GHz + 5 GHz
- Ethernet
- TV: Digital & Analog
- Mendukung TV Digital dengan standar DVB-T2 yang digunakan di Indonesia.
Konektor I/O
Konektor I/O di TV ini terbagi ke dua area penempatan.

- Konektor yang menghadap ke samping (dari atas ke bawah):
- 2x USB 2.0
- 1x HDMI1, mendukung ARC/eARC
- Headphone Jack/Analog Audio Out
- 2x HDMI (HDMI2 & HDMI3)
- Antenna In
- Optical Audio Out
- Ethernet

- Sementara untuk konektor yang menghadap ke belakang (dari kiri ke kanan):
- 3x Composite AV Input
- Service Port
Catatan terkait port HDMI di TV ini:
- Semua port HDMI di TV ini mendukung input resolusi 4K60
- HDMI di TV ini mendukung beberapa fitur HDMI 2.1, seperti eARC, VRR, dan ALLM.
Penggunaan

Sama seperti TV dengan Google TV yang lain, saat pertama dinyalakan, kita akan diminta untuk melakukan setup awal Google TV. Standar saja ya, seperti koneksi ke Wi-Fi, login ke layanan Google, dan lain sebagainya.
Kita juga akan disarankan untuk menghubungkan remote ke TV dengan menggunakan Bluetooth. Cukup ikuti panduan yang muncul di layar, remote akan masuk ke mode pairing dan otomatis terhubung ke TV. Setelah itu, setup awal TV selesai.

Tampilan khas Google TV akan muncul, dengan deretan aplikasi terlihat di atas dan rekomendasi konten di area tengah dan bawah. Beberapa aplikasi streaming konten populer seperti YouTube, Netflix, Disney+ Hotstar, dan aplikasi-aplikasi lain yang kita pilih saat setup awal langsung tersedia dan tentunya bisa digunakan setelah kita login ke masing-masing aplikasi tersebut.
Kalau dirasa belum cukup, ada Google Play Store. Jadi, kita bisa mencari berbagai aplikasi streaming konten yang kita butuhkan, termasuk juga aplikasi-aplikasi lokal. Jadi, kalau dari sisi aplikasi, tidak ada masalah di TV ini.

Kita tentu saja juga bisa menggunakan TV ini untuk display output dari perangkat lain, melalui HDMI atau Composite AV In. HDMI bisa digunakan untuk perangkat seperti PC desktop dan laptop, game console modern, Blu Ray player, STB, dan lain sebagainya. Sementara Composite AV In bisa digunakan untuk perangkat video player klasik dan game console lawas.
Beralih ke audio, kalau butuh menambahkan perangkat untuk output audio ke TV, ada banyak opsi, bisa lewat analog audio out, digital audio out, ARC/eARC, dan Bluetooth.

Kalau butuh casting dari perangkat lain ke TV ini, sudah ada Google Chromecast Built In, jadi casting dari perangkat smartphone dan tablet Android bisa dilakukan dengan mudah sekali. Casting dari desktop atau laptop dengan memanfaatkan fitur Chromecast di browser Chrome juga bisa dilakukan. Sementara, untuk pengguna perangkat Apple, casting bisa dilakukan dengan AirPlay.
Kalau sekadar butuh screen mirroring, itu juga bisa dilakukan dengan mudah. Cukup buka app bawaan TV ini untuk mengaktifkan fitur mirroring, lalu koneksikan perangkat yang ingin di-mirror ke TV ini.

Siaran TV digital Indonesia? Tentu saja sudah didukung TV Hisense ini. Terlihat kalau banyak siaran TV digital lokal sudah bisa ditangkap, ya itu karena TV ini mendukung standar DVB-T2. Jadi, tidak perlu pakai set top box TV digital tambahan lagi!
Untuk port USB yang tersedia, kita bisa menggunakannya untuk memasang input device seperti keyboard. Ini akan sangat membantu saat butuh login ke layanan streaming konten. Jauh lebih nyaman pakai keyboard daripada harus memakai keyboard virtual di layar dengan cursor yang digerakkan dari remote. Selain itu, USB di sini juga bisa digunakan untuk memasang storage berbasis USB. Kita bisa langsung membuka beberapa jenis file gambar, video, dan audio langsung dari TV.

Ada juga fitur Personal Video Recorder yang bisa digunakan kalau ada storage USB yang terpasang ke TV. Kita bisa manfaatkan fitur ini untuk merekam siaran TV yang mungkin akan kita tonton belakangan.

Beralih ke remote, ini masih menggunakan desain banyak tombol, bukan minimalis dengan hanya tombol-tombol penting saja. Namun, Hisense sengaja menempatkan tombol-tombol yang seharusnya akan sering kita gunakan di area tengah. Jadi, ya tombol-tombol itu akan mudah dijangkau. Ada juga beberapa tombol shortcut untuk membuka aplikasi streaming populer seperti Netflix dan YouTube. Ini ditempatkan di area bawah remote.
Secara umum, remote ini terbilang relatif nyaman digunakan.











