Review Hisense 55A6500H: Google TV Terjangkau dengan Fitur Gaming Modern

Reading time:
September 19, 2022

Pengalaman Menggunakan Hisense 55A6500H

Seperti biasa, kami mencoba TV ini dengan memutar berbagai konten yang tersedia di platform streaming seperti YouTube, Netflix, dan Disney+ Hotstar.

Untuk konten-konten non-HDR, Hisense menyediakan beberapa preset picture mode, yaitu Standard, Dynamic, Natural, Game, Sports, Cinema, Calibrated, dan FILMMAKER MODE. Ya, di TV ini sudah tersedia FILMMAKER MODE. Jadi kalau kita ingin menonton konten Hollywood sesuai dengan tampilan yang diinginkan pembuat konten, preset ini bisa kita pilih.

Hisense 55A6500H 31

Sementara, preset-preset lain bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan atau sesuai dengan apa yang tengah kita tonton.

Beralih ke konten HDR. TV ini mendukung HDR dari aplikasi streaming maupun dari input lewat HDMI. Saat menampilkan konten HDR, preset picture mode yang tersedia masih sama. Tapi semua jadi memiliki awalan HDR. Lalu, untuk konten HDR Dolby Vision, itu juga didukung oleh TV ini, baik dari aplikasi streaming maupun input HDMI.

Saat memutar konten dari Netflix atau Disney+ Hotstar, TV akan otomatis mendeteksi kalau konten itu mendukung Dolby Vision. Preset picture mode juga akan disesuaikan, jadi hanya tersedia opsi Dolby Vision Dark, Dolby Vision Bright, Dolby Vision Custom, dan Dolby Vision Game.

Hisense 55A6500H

Dolby Vision Dark dan Dolby Vision Bright tentunya bisa dipilih sesuai preferensi kita atau sesuai kondisi pencahayaan di ruangan. Sementara Dolby Vision Custom akan memungkinkan kita membuat preset yang lebih sesuai dengan selera kita. Dolby Vision Game, ini tentunya bukan disediakan untuk konten dari Disney+ Hotstar atau Netflix ya. Ini lebih cocok untuk memainkan game-game yang sudah mendukung Dolby Vision, bisa dari console Xbox Series atau dari PC.

Kembali ke pengaturan picture mode, untuk mengganti preset, kita tidak perlu masuk ke menu setting utama TV ini. Ada tombol di remote yang bisa ditekan untuk mengakses menu quick settings yang berisi beberapa opsi pengaturan yang seharusnya akan banyak digunakan. Selain akses ke pengaturan picture mode, ada juga akses ke pengaturan sound dan beberapa hal lain.

Untuk pengaturan-pengaturan utama itu, menu hanya tampil sebagai overlay, jadi kita bisa langsung melihat efek pengaturan picture langsung di konten yang tengah kita tonton. Sementara, kalau kita membuka menu setting utama dari Google TV, menu baru akan menutup satu layar penuh.

Lalu, bagaimana dengan kualitas tampilan TV ini?

Secara umum, kualitas tampilan di TV ini terbilang mencukupi untuk kelasnya. Hanya saja terlihat memang brightness yang ditawarkan tidak terlalu tinggi. Warna-warna masih bisa tampil baik. Tapi memang sulit terlihat cemerlang.

Hisense 55A6500H 33

Saat kami tes dengan colorimeter yang kami biasa pakai, di mode Standard TV ini menawarkan color gamut 90.2% coverage sRGB dengan 106.2% volume. Sementara untuk brightness, hanya ada di kisaran 330 nit. Terasa agak kurang untuk TV dengan ukuran sebesar ini. Sementara untuk black level, terbilang mencukupi walaupun memang belum terlihat benar-benar dalam.

View angle, terbilang cukup luas. Memang masih bisa terlihat ada sedikit pergeseran warna. Tapi hanya sedikit sekali dan menurut kami tidak membuat tampilan keseluruhan jadi terasa rusak. Vignette, atau area gelap di sudut-sudut layar, ada di TV ini. Tapi terbilang sangat kecil sehingga tidak mengganggu.

Secara keseluruhan, kami masih merasa kualitas tampilan yang ditawarkan TV ini bisa dikatakan sesuai untuk kelas harganya, bahkan cenderung sedikit di atas rata-rata di kelas terjangkau. Sebagai catatan tambahan, permukaan layar TV ini tidak menggunakan anti glare. Jadi objek di depan TV akan mudah dipantulkan permukaan layar ini.  Selain itu, bekas jari tangan juga sangat mudah sekali menempel ke layar. Agar tidak mengganggu, bila tidak sengaja menyentuh layar TV ini, saran kami segera bersihkan bekasnya.

Beralih ke audio, kami merasa suara yang dihasilkan speaker di TV ini terbilang biasa saja. Tidak terdengar istimewa. Suara juga terasa agak tajam, jadi untuk suara-suara di nada tinggi, telinga mungkin akan terasa tidak nyaman, khususnya untuk jangka waktu agak panjang. Separasi suara juga terbilang biasa saja. Hal ini membuat saat memutar konten audio yang menggunakan Dolby Atmos, efeknya juga kurang terasa. Namun, hal seperti ini terbilang wajar untuk kelas TV terjangkau seperti ini.

Sementara untuk volume suara, masih terbilang cukup kencang untuk penggunaan di ruangan sekitar 3 x 4 meter yang kami gunakan. Kalau volume terasa kurang, coba cek opsi pengaturan Auto Volume Level. Matikan saja opsi ini untuk membuat volume suara yang dikeluarkan TV meningkat.

Berikutnya, kami juga mencoba menghubungkan TV ini ke komputer.

Hisense 55A6500H 25

Secara standar, resolusi yang ditampilkan hanya 4K30 saja, karena HDMI berjalan di standar lama. Opsi untuk mengganti standar HDMI ini bisa diakses dari menu quick settings. Setelah mode diubah ke Enhanced, resolusi 4K dengan refresh rate 60 Hz plus HDR bisa digunakan. Kalau kita ingin menggunakan TV ini untuk bermain game dari komputer, baik desktop maupun laptop, tentunya cocok-cocok saja. Khususnya untuk game non eSports.

Ukuran layar yang besar, ditambah resolusi tinggi, akan menghasilkan tampilan game yang memuaskan, khususnya untuk game-game AAA dengan kualitas tampilan tinggi. Hisense juga menyediakan preset game, di mana post processing di mode ini sangatlah minim, atau bahkan tidak ada, yang membuat input lag jadi rendah.

Hisense 55A6500H 32

Beralih ke console. TV ini menawarkan fitur VRR (Variable Refresh Rate) dan ALLM (Auto Low Latency Mode), jadi cocok juga disandingkan dengan console generasi terkini. Cukup menarik, di TV 55” dengan harga yang masih terbilang terjangkau, fitur modern untuk gaming pun sudah tersedia.

Konsumsi Daya

Hisense 55A6500H 34

Kami mencoba mengukur konsumsi daya TV saat memutar konten dari aplikasi yang ada di Google TV maupun saat TV menampilkan input dari komputer.

Hasilnya, di berbagai mode tampilan yang ada, konsumsi daya rata-rata ada di kisaran 100 – 110 Watt. Terbilang wajar untuk TV dengan ukuran 55” dengan brightness hanya di kisaran yang ditawarkan TV ini.

Harga

Hisense 55A6500H 35

Hisense 55A6500H ini dipasarkan dengan harga Rp 7.999.000.

Penutup

Hal yang Perlu Diperhatikan

  • Brightness layar terbilang relatif rendah untuk ukurannya, sekitar 330 nit saja. Ini membuat tampilan TV ini jadi terlihat kurang cemerlang.
  • Kualitas speaker yang digunakan terasa kurang. Suara yang dihasilkan terasa tajam, membuat telinga terasa kurang nyaman saat mendengarkan suara nada tinggi.
  • Belum menggunakan remote modern, masih klasik dengan banyak tombol. Tapi remote ini sudah mendukung koneksi via Bluetooth dan tombol-tombol penting sudah diposisikan dekat area tengah, jadi tetap terbilang mudah dipakai.
  • Konektor yang menghadap ke belakang mungkin sulit digunakan kalau TV ini dipasang ke dinding. Untungnya seharusnya saat ini sudah jarang sekali yang menggunakan Composite AV In.
  • Permukaan layar terbilang banyak memantulkan apa yang ada di depannya karena tidak menggunakan anti-glare.

Kelebihan

  • Kualitas tampilan masih terbilang relatif baik untuk kelas harga TV ini.
  • Tersedia dukungan untuk Dolby Vision, HLG, dan HDR10.
  • View angle terbilang luas. Pergeseran warna masih ada, tapi sangat minimal dan terbilang tidak mengganggu.
  • Pakai Google TV, jadi dukungan aplikasinya melimpah.
  • Fitur gaming kekinian seperti VRR dan ALLM tersedia di sini.
  • Ada far field voice untuk hands free voice command.
  • Ada FILMMAKER MODE. Fitur ini tampaknya sekarang ada bahkan di Google TV dengan harga terjangkau.
  • Siap untuk menerima siaran TV Digital Indonesia.

Walaupun disebut sebagai Entry Level 4K TV oleh Hisense, TV 55A6500H ini bukanlah sebuah TV murahan! 

Hisense 55A6500H 36

Untuk kualitas tampilan, kami merasa apa yang ditawarkan sudah cukup sesuai dengan yang bisa diharapkan dari kelas harganya. Bukan yang luar biasa, tapi seharusnya tidak akan mengecewakan. Sementara dari sisi fiturnya, justru mendekati kelas di atasnya. Khususnya dengan tersedianya VRR dan ALLM. Dua fitur pendukung game ini seharusnya baru umum dijumpai di TV 55” di harga di atas Rp 10 juta!

Tampaknya ini adalah salah satu hal yang membuat Hisense berani menyebutkan kalau TV ini bisa menawarkan “Unique Experience” di kelasnya.

 

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

February 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA): Laptop Tipis-Ringan Kelas Atas dengan AMD Ryzen AI 400

Bodi ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA) Form Factor Clamshell Material…
February 6, 2026 - 0

Review Acer Nitro V 16S AI: Gaming Kenceng, Nyari Duit Kenceng, Harga Lebih Terjangkau!

Bodi Acer Nitro V 16S AI Form Factor Clamshell Material…
February 5, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook P3 Setelah 100 Hari: Tetap “Gres” Seperti Baru?

Laptop Bisnis ini tidak rusak meskipun diinjak, disiram, ataupun dijatuhkan.…
January 28, 2026 - 0

Review HP OMEN 16 (AP0999AX): Super Kencang Tapi Tetap Adem! Cocok Jadi Alternatif OMEN MAX?

Bodi HP OMEN 16 (AP0999AX) Form Factor Clamshell atau laptop…

Gaming

February 26, 2026 - 0

Valve Digugat Negara Bagian New York, Sebut Loot Box Adalah Judi Ilegal

Valve kembali hadapi masalah hukum dengan otoritas pemerintah, kali ini…
February 26, 2026 - 0

Xbox Game Pass Ultimate Tingkatkan Kualitas Cloud Gaming

Pasca perubahan kepemimpinan di Xbox, layanan Xbox Game Pass Ultimate…
February 26, 2026 - 0

Assassin’s Creed Hexe Ganti Creative Director Pasca Perubahan Kepemimpinan

Setelah datangnya pimpinan baru di divisi Assassin's Creed, mendadak creative…
February 26, 2026 - 0

Xbox Janjikan Tidak Akan Paksa Developer Gunakan AI

Perubahan pimpinan yang begitu mendadak di badan Xbox, dan masuknya…