Review Wanbo T6 Max: Proyektor Portable Terjangkau, Cocok Buat Nobar!
Cara Penggunaan
Seperti biasa, langkah awal yang harus dilakukan adalah memposisikan proyektor sesuai kebutuhan dan memasang kabel power ke proyektor.Setelah kabel power proyektor terpasang, kita bisa langsung menghidupkan proyektor ini dengan menekan tombol power di proyektor.

Setelah proyektor menyala, gunakan remote untuk melakukan pengaturan awal, lalu cukup ikuti panduan yang ditampilkan proyektor. Setelah setup awal sudah selesai dan proyektor sudah terhubung ke Wi-Fi, maka proyektor ini sudah bisa digunakan.

Seperti Android TV pada umumnya, tampilan utamanya ini akan berisi rekomendasi konten dari aplikasi bawaan seperti Youtube dan lain sebagainya.
Untuk aplikasinya yang sudah tersedia disini cukup standar, ada Youtube, Hulu, Disney+ Hotstar dan beberapa aplikasi lainnya.Kalau dirasa belum cukup, kita dapat meng-install beragam aplikasi lainnya melalui Google Play Store atau store bawaan Wanbo yaitu Emotn Store.

Terkait Netflix dan Amazon Prime, sayangnya karena Wanbo belum menjadi official partner, penggunaan Netflix maupun Amazon Prime Video untuk saat ini masih melalui website. Sedangkan Disney+ Hotstar, kita harus menginstall lagi aplikasinya melalui Google Play Store agar aplikasi bisa berjalan dengan normal.
Bicara soal HDMI, dengan adanya port ini kita bisa menggunakan proyektor ini sebagai display output dari berbagai perangkat eksternal, Misalnya laptop.

Kita juga bisa menggunakan port USB Type-A untuk memutar konten yang ada di dalam flashdisk kita, misalnya seperti dokumen, foto, musik dan tentunya video.

Untuk Casting, ini sebenarnya bisa, akan tetapi hanya beberapa aplikasi saja yang bisa mendukung casting secara mudah contohnya seperti Spotify. Untuk Youtube sebenarnya juga bisa, namun harus masuk menggunakan TV Code terlebih dahulu, tidak bisa langsung melalui jaringan.

Sedangkan untuk Mirroring, ini harus melalui software bawaan yang disediakan oleh Wanbo, iMirror untuk perangkat Apple dan Eshare untuk perangkat Android.
Beralih ke remote, proyektor ini dilengkapi dengan remote dengan desain yang cukup sederhana. Remote ini mengusung tombol-tombol penting yang sering digunakan, seperti tombol navigasi 5 arah, return, home, focus, volume dan Google Assistant.

Kalau kita ingin menggunakan fitur Google Assistant, kita cukup tekan tombol “mic” lalu menyebutkan perintahnya.Google Assistant ini sudah tersedia dalam Bahasa Indonesia. Tapi ingat, voice command nya mengikuti pengaturan bahasa.

Berbeda dengan kebanyakan remote, uniknya disini kita bisa masuk ke mode mouse. Jika kita menggunakan mode ini, otomatis navigasi kita berubah menggunakan mouse virtual.Tersedia juga tombol focus, yang berfungsi memfokuskan lensa proyektor secara manual.

Selain memakai remote, navigasi juga bisa dilakukan dengan perangkat input seperti mouse atau keyboard melalui Bluetooth. Jadi, selain untuk navigasi, ini juga bisa mempermudah login aplikasi.














