Review Soundbar Sony HT A3000: Sensasi Suara ala Bioskop di Rumah
Setup dan Penggunaan

Pertama, yang jelas kita harus menghubungkan soundbar dengan TV kita. Di sini, kami menggunakan TV yang dipinjamkan Sony, Bravia XR 65X90K. Kami menggunakan output ARC/eARC dari TV, jadi, cukup hubungkan port HDMI yang mendukung ARC/eARC di TV dengan kabel HDMI ke port di soundbar. Kemudian, hubungkan soundbar ke sumber listrik dan soundbar siap digunakan. Ya, sederhana memang.

Nah, TV 65X90K yang kami gunakan sudah mendukung fitur Acoustic Center Sync. Kalau ingin menggunakan fitur tersebut, kita bisa menggunakan kabel yang disertakan di paket penjualan soundbar ini. Pasang satu ujung kabel ke port yang ada di soundbar, dan satu ujung lagi ke port yang ada di TV. Lalu, aktifkan fitur tersebut dari menu setting yang ada di TV. Speaker di TV akan secara otomatis menjadi “ekstensi” dari soundbar ini dan akan digunakan sebagai channel center yang lebih banyak menangani vokal.

Menurut Sony, ini bisa membuat dialog atau percakapan yang ada di konten yang tengah ditampilkan akan terdengar lebih jelas, serta arah datangnya suara bisa lebih mendekati kenyataan, sesuai posisi sumber suara vokal di layar.
Sementara untuk menghubungkan subwoofer dan rear speaker, sangat mudah sekali. Cukup hubungkan masing-masing perangkat ke listrik dan secara otomatis mereka akan terhubung ke subwoofer. Kalau kebetulan tidak terhubung secara otomatis, tekan tombol Link di sisi belakang perangkat dan tunggu beberapa detik. Koneksi otomatis akan dibangun dan perangkat akan terhubung ke soundbar.

Kontrol untuk soundbar, beserta subwoofer dan kedua rear speaker bisa dilakukan dari remote yang disediakan. Kita bisa memilih input, mengatur preset mode audio yang aktif, dan mengatur volume sistem secara keseluruhan, volume subwoofer, serta volume rear speaker. Ada juga tombol “Sound Field”. Ini bisa digunakan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan efek atmospheric sound secara cepat.

Ini seharusnya lebih mengarah ke efek virtual surround. Jadi, untuk film, ini bisa diaktifkan, sementara untuk musik, untuk yang menyukai suara yang lebih natural, sebaiknya matikan saja Sound Field ini. Bila kita menggunakan HDMI ARC/eARC dan TV mendukung HDMI CEC, kita juga bisa mengatur volume sistem ini langsung dari TV.
Secara umum, setup dan pengoperasian HT-A3000 beserta subwoofer dan rear speaker yang kami gunakan ini terbilang sangat mudah.
Kualitas Audio

Lalu, bagaimana kualitas audio yang ditawarkan subwoofer ini? Pertama, kami hanya menggunakan soundbar HT-A3000 beserta subwoofer SA-SW3, tanpa rear speaker.

Saat kami coba untuk menonton film, penggunaan soundbar ini bisa menghadirkan kedalaman suara yang jauh lebih baik. Di sisi bass, tentu saja hadirnya subwoofer tambahan akan membuat bass akan jadi lebih dalam. Suara dentuman di film-film aksi terdengar jauh lebih mantap lagi. Sensasi menggelegar terbilang terasa, tapi itu dengan catatan film yang diputar memang sudah bisa memanfaatkan sistem audio tambahan ini dengan benar.

Suara dari percakapan yang ada di dalam film juga meningkat, yang kemungkinan besar merupakan efek tersedianya channel center di soundbar ini. Sementara untuk konten yang mendukung virtual surround, kami coba dengan memutar film yang mendukung Dolby Atmos. Sayang sekali, belum semua film dengan Dolby Atmos bisa ditampilkan dengan baik di sistem yang kami gunakan, khususnya di Netflix. Hal ini cukup umum terjadi. Namun, saat film yang tepat diputar, kami merasa peningkatan yang cukup terasa dari sisi efek surround dan kualitas suara dibandingkan dengan speaker terintegrasi di TV.
Memang, karena ini virtual surround, efek yang dihadirkan tidak akan terasa benar-benar pas. Terlebih lagi di soundbar ini, jarak speaker right, center, dan left cukup dekat, sehingga tidak akan mampu membuat sensasi surround yang sangat luas. Tapi ini sudah terbilang mencukupi, khususnya untuk ruangan yang tidak terlalu besar.

Lalu, kami mencoba soundbar ini untuk main game. Sensasi yang kami rasakan terbilang mirip sekali dengan saat digunakan untuk nonton film. Berbagai efek suara dari beberapa game yang kami coba ditampilkan dengan baik. Volume suara yang dihasilkan terbilang baik, sementara separasi antara vokal dan musik latar juga terbilang baik.
Bagaimana dengan musik? Soundbar ini menawarkan kualitas yang mumpuni untuk musik. Bass terasa bulat dan rapi, sangat memadai. Suara mid terbilang cukup mumpuni. Sayangnya untuk suara high atau treble, sudah cukup baik dan rapi, tapi terkadang masih terasa agak “tajam”. Sayangnya, soundbar ini tidak dibekali dengan preset equalizer yang bisa membantu menyesuaikan karakter output suara dengan cepat. Kita hanya bisa memanfaatkan equalizer yang disediakan oleh TV kalau ingin melakukan fine-tuning karakter suara.

Secara umum, untuk soundbar HT-A3000 ini kami merasa kualitasnya terbilang baik, sudah mumpuni untuk menghadirkan sensasi berbeda saat menonton film, bermain game, maupun mendengarkan musik. Soundbar ini bisa menghadirkan peningkatan yang signifikan dari sisi kualitas maupun surround bila dibandingkan dengan speaker bawaan TV, bahkan untuk speaker TV yang terbilang cukup baik sekalipun.
Lalu, bagaimana kalau kita pakai tambahan rear speaker?

Kita coba saja! Ya, dengan menggunakan rear speaker ini, kita bisa merasakan 360 Spatial Sound. Ini berarti suara bisa muncul dari segala arah di sekitar kita, sesuai dengan posisi munculnya suara di konten yang tengah kita tonton. Saat menonton film yang mendukung 5.1 channel di Netflix, sayang sekali kami tidak merasa ada peningkatan signifikan. Tapi, saat beralih ke platform lain, Disney+ Hotstar, kami merasa ada peningkatan yang cukup terasa di sisi surround. Jadi, beda app, bisa jadi ada perbedaan dukungan ke sistem audio seperti ini ya.
Rear speaker bisa menghadirkan surround yang benar-benar surround, bukan virtual lagi. Jadi kita benar-benar bisa merasakan arah datangnya suara, sangat mendukung ketika menikmati film. Hal serupa juga bisa dirasakan ketika kami game. Di beberapa game AAA yang kami coba, rear speaker membantu menghadirkan nuansa yang lebih nyata. Ya, ini akan membuat pengalaman gaming jadi lebih imersif, terlebih lagi kalau pakai TV layar besar seperti ini ya. Jadi, 360 Spatial Sound ini memang menghadirkan pengalaman yang berbeda ya.
Lalu, bagaimana dengan fitur Acoustic Center Sync? Saat kami coba, ini akan sedikit membantu mendapatkan suara dialog yang lebih kencang dan lebih jelas. Ini berlaku di film dan game ya.

Sementara di musik, fitur ini menurut kami justru membuat musik tidak tampil dengan prima. Jadi, untuk musik, sebaiknya fitur ini tidak perlu digunakan. Bagaimana untuk penggunaan soundbar ini tanpa TV? Tersedia fitur Bluetooth, sehingga tentunya kita bisa melakukan stream audio ke soundbar ini dari berbagai perangkat lain. Saat digunakan untuk mendengarkan musik, tentu saja akan terasa ada beberapa hal yang menurun, karena keterbatasan bandwidth Bluetooth bila dibandingkan kabel. Ada juga opsi menggunakan layanan streaming dengan Spotify Connect, Google Chromecast, dan Apple AirPlay. Atau, kalau dibutuhkan, ada juga USB untuk memutar musik langsung dari soundbar.













