Intel Foundry dan Arm Jalin Kerja Sama untuk Pengembangan Chipset Mobile Generasi Baru
Intel Foundry Service (IFS) dan Arm mengumumkan perjanjian kerja sama untuk pengembangan chipset mobile generasi baru. Dengan kolaborasi ini, IFS berniat menjadikan teknologi fabrikasi 18A (1,8nm) terbaru mereka agar optimal untuk membuat chipset mobile dengan core prosesor berbasis Arm Cortex.
Kesepakatan ini akan memudahkan pemegang lisensi Arm seperti Qualcomm dan MediaTek untuk memesan chipset desain mereka masing-masing ke IFS. Bukan hanya itu, diharapkan produksi tersebut juga bisa menghasilkan chipset dengan performa tinggi, low-power, serta efisien tapi rendah biaya.
Intel melalui IFS memang sedang gencar-gencarnya memperluas bisnis foundry mereka dalam beberapa tahun ini. Selain membangun pusat manufaktur raksasa di Amerika Serikat dan Eropa, mereka juga telah menjalin kerja sama strategis dengan berbagai perusahaan, termasuk dengan MediaTek pada Juli 2022 lalu.
Sebagai informasi, teknologi proses Intel 18A pada dasarnya adalah fabrikasi 1,8nm. Namun, kata “A” tersebut merujuk pada “Angstrom”, unit metrik yang lebih kecil lagi dari nanometer. Itu sebabnya teknologi proses Intel 18A sering disebut-sebut sebagai teknologi proses masa depan.
Meskipun mungkin akan perlu waktu beberapa tahun lagi sampai teknologi proses Intel 18A tersebut menghasilkan sebuah produk jadi, tapi ini jelas sebuah terobosan di dunia semikonduktor. Akan tiba masanya sampai sebuah prosesor dibuat dengan ukuran “nol koma” nanometer.
















