Review BenQ W4000i: Proyektor Native 4K Spesial untuk Home Cinema

Reading time:
August 2, 2023
BenQ W4000i

Ini adalah proyektor home cinema kelas atas dari BenQ, W4000i. Proyektor ini disebut menawarkan True 4K HDR, dengan ukuran proyeksi bisa mencapai 120” atau lebih. Menawarkan tampilan yang immersive. Sementara untuk kualitas tampilannya, BenQ mengandalkan berbagai teknologi terkini mereka, termasuk BenQ CinematicColor dan HDR-PRO. Menariknya, proyektor ini bisa langsung digunakan menikmati berbagai konten home cinema karena sudah dilengkapi dengan dongle Android TV di dalamnya!

BenQ W4000i

Sebagai proyektor kelas kelas atas, tentu saja harganya tidak akan murah. Jadi, kami bukan mengajak untuk beli proyektor premium spesial seperti ini ya.  Tapi kita akan sama-sama melihat kemampuan yang ditawarkan oleh proyektor home cinema terbaru. 

KIta mulai dulu dengan melihat apa yang ada di paket penjualan proyektor ini.

BenQ W4000i 3

Paket Penjualan

  • unit proyektor BenQ W4000i
  • Android TV dongle QS02, lengkap dengan remote control khusus
  • Kabel Power
  • Lens cap, sudah terpasang ke bodi proyektor
  • Unified remote control
  • 4 buah baterai AAA
  • Paket dokumen, termasuk di antaranya kartu hasil tuning/pengujian color gamut yang dilakukan BenQ di pabrik mereka

Desain

BenQ W4000i 5

Proyektor W4000i ini hadir dengan bodi berwarna dasar hitam. Dimensinya, sekitar 420.5 x 312 x 135 mm, dengan bobot sekitar 6.6 kg.

Sisi Depan

Di sisi depan, tentu ada lensa proyektor. Area lensa ini bisa ditutup dengan lens cap yang tersedia di paket penjualan kalau tidak digunakan. Ada juga infrared receiver di dekat lensa serta logo BenQ dan lubang ventilasi.

BenQ W4000i 4

Sisi Kanan 

Beralih ke sisi kanan, ada tombol-tombol kontrol proyektor. Ya, bukan di atas, di sini malah ditempatkan di kanan.

BenQ W4000i 6

Ada tombol:

  • Power
  • Eco Blank
  • Tombol Navigasi 4 Arah
  • OK, di tengah tombol navigasi
  • Back
  • Menu
  • Source

Ada juga 3 lampu indikator di dekat tombol-tombol kontrol ini, untuk power, temp, dan light. Lalu, ada juga lubang ventilasi dengan kipas di dalamnya.

Sisi Kiri

Untuk sisi kiri, hanya ada lubang ventilasi saja, lagi-lagi dengan kipas di dalamnya.

Sisi Atas

BenQ W4000i 7

Di sisi atas, di area kanan depan, ada mekanisme zoom dan focus lensa. Ada slider yang bisa digunakan untuk menutup mekanisme ini. Lalu, ada dua knob putar untuk mekanisme lens shift. Ini bisa digunakan untuk sedikit menggeser tampilan hasil proyeksi tanpa harus mengubah posisi proyektor. Terdapat juga infrared receiver di sisi atas ini, yang berguna saat proyektor terpasang di langit-langit.

Sisi Belakang

Sekarang, kita bahas sisi belakang dari proyektor ini. Terlihat kalau konektor I/O proyektor ditempatkan di sini.

BenQ W4000i 8

Dari kiri ke kanan, terdapat konektor:

  • digital audio out/SPDIF
  • analog audio out 3.5 mm
  • USB 2.0 Type A “Media Reader”
  • HDMI 2, bisa untuk Audio Return+ atau HDMI ARC/eARC
  • HDMI 1
  • USB 2.0 Type A
  • RS-232
  • Ethernet/LAN
  • 12V Trigger

Semua port HDMI di proyektor ini mendukung standar HDMI 2.0 dan HDCP 2.2.

Di bawah area konektor I/O, ada slot Kensington Lock dan konektor untuk AC input ke proyektor ini. Lalu, ada juga bagian yang bisa dibuka, di area kanan bawah sisi belakang. Ini adalah tempat kita memasang Android TV dongle bawaan proyektor ini. Ada konektor Mini HDMI untuk memasang dongle, serta Micro USB untuk daya ke dongle tersebut. Oh, iya, ada juga lubang untuk speaker di area kiri bawah sisi belakang.

Sisi Bawah

Untuk sisi bawah, di area depan ada dua buah kaki depan proyektor, yang bisa diubah ketinggiannya dengan cara diputar. Di dekat salah satu kaki depan, ada tempat untuk memasang pengait lens cap. Ada juga empat tempat baut untuk pemasangan proyektor di bracket. Ini akan berguna kalau kita ingin memasang proyektor di langit-langit. Lalu, di area belakang, ada bantalan karet sebagai kaki belakang proyektor.

Share
Tags:

Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

July 7, 2026 - 0

2 Tahun Laptop Snapdragon: Makin Kencang atau Makin Mengecewakan?

Eh, kalian sadar tidak? Laptop Snapdragon X Series itu udah…
July 6, 2026 - 0

Review Acer Swift Go 14 AI Pro Edition: Ringan, Ringkas, Baterai Awet dan Bisa Gaming?

Laptop se-tipis, se-ringan dan se-cantik ini bisa main game Triple-A?…
July 4, 2026 - 0

Laptop Windows RAM Cuma 8 GB? Bisa Buat Apa? feat. Infinix XBOOK 15

Harga RAM naik tinggi banget dan sepertinya susah turun dalam…
June 28, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios Neo 16S AI: Prosesor Baru, Lebih Efisien, Bodi Tipis, Tetap Powerful!

Ini adalah laptop gaming dengan prosesor Panther Lake pertama yang…

Gaming

July 7, 2026 - 0

Developer ARC Raiders Ungkap Merekam 30 TB Data Pemain Setiap Hari

Developer ARC Raiders mengungkap mereka memproses 30 TB data pemain…
July 7, 2026 - 0

Wallpaper Engine di Steam Workshop Hapus Fiturnya Pasca Ancaman Malware

Wallpaper Engine menghapus fitur Application Wallpapers dari Steam Workshop setelah…
July 7, 2026 - 0

Console Xbox Generasi Berikutnya Diklaim Tinggalkan Disc Drive

Rumor menyebut Project Helix selaku console Xbox next-gen akan hadir…
July 7, 2026 - 0

Steam Machine Mulai Dihantui “Red Line of Death” Seperti Xbox 360

Kasus pertama “Red Line of Death” dilaporkan terjadi pada Steam…