Banyak Penyalahgunaan, Omegle Resmi Ditutup!
Omegle, layanan chating online berbasis video yang populer dalam beberapa tahun terakhir, akhirnya mengumumkan diri bahwa layanan telah ditutup. Layanan ini sendiri telah beroperasi cukup panjang yaitu selama 15 tahun.
Leif K-Brooks sang founder dari Omege menyebutkan alasannya mengapa menutup layanan Omegle. Salah satu penyebab yang dinilainya sangat mengganggu, yaitu banyaknya penyalahgunaan layanan untuk aktivitas-aktivitas yang ”aneh.”

Pengunjung Omegle Masih Banyak
Sebenarnya pengguna Omegle sendiri saat ini masih cukup banyak, yaitu mencapai 50 juta pengunjung pada bulan lalu. Namun, K-Brooks menyebutkan bahwa pihaknya tidak mampu mengatasi masalah utama dari Omegle.
Baca Juga: Google Hadirkan Search Generative Experience (SGE) ke Lebih dari 120 Negara • Jagat Review
Pihaknya telah mencoba melakukan beberapa perbaikan untuk mengatasi penyalahgunaan pada platform, namun akhirnya gagal. Ditambah dengan tantangan operasional dan finansial, membuat Omegle harus menyerah.
Omegle sendiri didirikan oleh Leif K-Brooks di tahun 2009 saat usianya masih 18 tahun. Ia juga tidak pernah menyangka popularitas layanan ini begitu pesat, dan menjadi platform yang menarik jutaan orang untuk bertemu dan berkenalan.
Selama bertahun-tahun K-Brooks juga menjalankan layanan tersebut sendiri tanpa ada tim besar. Namun kini K-Brooks akhirnya resmi menutup Omegle. Ia mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah menggunakan layanan dengan tujuan baik.













