Penjualan Dibatasi, RTX 4090 Diubah Jadi Chip AI di China

Author
Irham
Reading time:
November 24, 2023

Pemerintah AS telah memberlakukan pembatasan keras terhadap hardware AI untuk China, dengan membuat regulasi yang melarang vendor GPU seperti NVIDIA, AMD, dan Intel untuk menjual chip AI tertentu ke china China. Tapi China sepertinya tidak kehabisan akal. Dikabarkan kalau pabrik di China saat in tengah mengubah ribuan GPU “GeForce RTX 4090 Gaming, untuk dijadikan sebagai chip AI di China.

RTX 4090 sendiri saat ini juga sudah dilarang di jual di China daratan, bersama dengan chip AI lainnya, karena kemampuan komputasinya yang sangat tinggi. Tapi sebelum larangan tersebut berlaku, rupanya perusahaan-perusahaan di China telah memesan chip AI dan GPU kelas atas tersebut dengan jumlah yang sangat banyak.

RTX 4090 jadi Chip AI

Ini bahkan sampai menyebabkan  menyebabkan ketersediaan kartu tersebut berkurang di seluruh dunia dan harga melambung hingga lebih dari $2000. China seolah tahu kalau pembatasan penjualan produk ke negeri mereka akan semakin diperketat. Sehingga perusahaan-perusahaan besar di bidang kecerdasan buatan di China telah mengumpulkan stok besar GPU NVIDIA untuk menggerakkan generasi model AI mereka.

RTX 4090 Dibongkar, Dijadikan Chip AI

Beberapa pabrik-pabrik di China kini membongkar ratusan GeForce RTX 4090 dari berbagai merek, seperti PALIT, ASUS ROG STRIX, dan Gigabyte Gaming OC, untuk mengubahnya menjadi solusi AI dengan pendingin model blower.

Harga GeForce RTX 4090 yang tinggi di China, mencapai $10,000 per unit, membuatnya sulit dijangkau untuk segmen  konsumen gaming kelas atas. Tapi bagi perusahaan-perusahaan yang tengah mengembangkan AI, ini tak jadi masalah.

Baca Juga: Kena Aturan Ekspor Baru AS, NVIDIA Terpaksa Bikin Chip AI Baru Lagi Untuk Pasar China • Jagat Review

Meskipun harga tinggi, RTX 4090 cocok untuk AI karena ekosistem perangkat lunak sudah tersedia, dan NVIDIA pun telah mengumumkan dukungan TensorRT & TensorRT-LLM untuk Windows 11, yang sangat dibutuhkan untuk pengembangan model pembelajaran AI.

Namun karena  dirancang untuk gaming, desain 3 atau 4 slot dari setiap kartu tidak cocok untuk lingkungan server AI. Sehingga pabrik-pabrik ini membongkar setiap kartu dan merancang PCB “referensi” khusus. Setiap kartu diubah dengan penambahan 3 atau 4 slot yang baru untuk mengoptimalkan ruang di lingkungan server AI.

Proses Konversi Jadi Chip AI

Setiap kartu kemudian dilengkapi dengan pendingin dual-slot yang lebih umum dengan desain blower. Ini dioptimalkan untuk lingkungan server di mana beberapa GPU dijalankan bersama untuk efisien menghilangkan panas dari heatsink.

Chip AI RTX 4090

Setelah diubah menjadi akselerator AI, komponen yang sebelumnya adalah GPU RTX 4090  tersebut diuji kembali dengan beberapa pengujian ketat dilaboratorium termasuk dengan sejumlah aplikasi AI, memastikan bahwa produk ini memenuhi tuntutan pelanggan AI. Setelah semuanya memenuhi persyaratan. Kemudian bekas GPU ini dikemas ulang dan dikirim ke perusahaan pengembang AI di China.

Menariknya, setelah proses pemisahan pendingin dan PCB NVIDIA GeForce RTX 4090, komponen tersebut juga dijual kembali dengan sangat murahyaitu hanya sekitar USD 50.  Karena komponen paling berharga, yaitu GPU model AD102 & memori GDDR6X, sudah dicabut dan dibuat menjadi chip AI.

China Tancap Gas Kembangkan Teknologi AI

Jadi perusahaan-perusahaan teknologi di China saat ini benar-benar sedang tancap gas dalam mengembangkan AI. Karena dengan bantuan AI, bukan tidak mungkin nanitnya perusahaan teknologi di China bisa menciptakan komponen-komponen chip dan semikonduktor lainnya untuk bersaing dengan Amerika serikat.

Di sisi lain, dengan adanya pembatasan penjualan chip AI dan GPU kelas atas ke China, ini akan membuat pasokan produk kemungkinan kembali normal. Jadi diharapkan harga GPU kelas atas NVIDIA tersebut bisa kembali normal.

Sumber

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…

Gaming

May 5, 2026 - 0

LEGO Resmi Umumkan Seri Console Set SEGA Genesis

LEGO resmi memperkenalkan set console retro SEGA Genesis, dengan harga…
May 4, 2026 - 0

Playtest Assassin’s Creed Invictus Disebut Buruk Oleh Tester Internal

Bocoran baru menyebut playtest terbaru Assassin’s Creed Invictus menuai respons…
May 4, 2026 - 0

Rumor: Halo 2 & Halo 3 Remake Diklaim Dalam Pengembangan

Rumor baru mengklaim Halo Studios tak hanya mengerjakan Halo: Combat…
May 2, 2026 - 0

Metro 2039 Tembus 1 Juta Wishlist Hanya Dalam Waktu Dua Pekan

Metro 2039 mencatat permulaan yang sangat kuat dengan menembus 1…