AS Cabut Lisensi Qualcomm dan Intel untuk Kirim Teknologi Chip Ke Huawei
Huawei kembali terancam mengalami kemunduran teknologi setelah Amerika Serikat (AS) mencabut lisensi Qualcomm dan Intel untuk menjual chip kepada mereka. Hal ini berakibat pada terhentinya pasokan chip yang penting untuk produk Huawei seperti smartphone maupun laptop.
Pencabutan lisensi ini dilakukan karena kekhawatiran AS bahwa Huawei akan menggunakan chip 5G untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang canggih, yang dianggap dapat membahayakan keamanan nasional AS.

Huawei Makin Terancam
Sebelumnya, Huawei menggunakan chipset Kirin 9000s 5G buatan SMIC untuk lini Mate 60 tahun lalu. Chipset ini dikembangkan setelah AS mengubah aturan ekspor untuk melarang pengiriman chipset canggih ke Huawei. Huawei pun menggunakan SoC Kirin 9000 untuk seri Mate 40 di tahun 2020.
Namun ketika Huawei kehabisan persediaan chip Kirin 9000, Qualcomm masih memiliki lisensi untuk mengirimkan versi prosesor aplikasi Snapdragon ke Huawei, yang telah disesuaikan agar tidak berfungsi dengan jaringan 5G.
Baca Juga: Chip Apple M4 Resmi Diumumkan, 1.5x Lebih Kencang dari M2 • Jagat Review
Sementara itu, beberapa laptop Huawei sampai saat ini juga masih menggunakan prosesor dari Intel. Pencabutan lisensi Intel untuk mengirim produk prosesor mereka ke Huawei, akan menjadi pukulan telak bagi Huawei. Apalagi produk laptop Huawei juga menjadi salah satu tumpuan, setelah teknologi smartphone mereka “disunat” degan beberapa sanksi yang diberlakukan AS.
Penghentian akses terhadap chip 5G ini dikhawatirkan akan berakibat pada kemunduran teknologi Huawei dan dapat menghambat pengembangan produk-produk inovatif mereka di masa depan.













