Microsoft Hentikan Proyek Eksperimen Data Center Bawah Laut Mereka
Microsoft diam-diam menghentikan proyek eksperimen data center bawah laut yang mereka jalankan sejak 2013 bernama Project Natick. Eksperimen tersebut membuahkan kesimpulan yang positif, akan tetapi Microsoft mengatakan bahwa perusahaan tidak berencana membangun proyek data center bawah laut baru untuk saat ini.
Noelle Walsh, Head of Cloud Operations + Innovation di Microsoft, mengungkapkan bahwa temuan yang mereka dapat dalam Project Natick bakal diterapkan ke kasus lain. Kendati demikian, tidak dijelaskan secara spesifik alasan mengapa Microsoft tidak melanjutkannya atau membangun yang lebih besar ketika hasilnya cukup bagus.
Sebagai informasi, tujuan Microsoft memulai proyek data center bawah laut adalah untuk mencari solusi sistem cooling yang menurut data dari DataSpan memakan kurang lebih 40% sumber daya listrik dari data center. Dengan menaruhnya di bawah laut, hal tersebut diharapkan akan menjadi sistem cooling alami sehingga bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan kebutuhan listrik untuk data center.
Setelah diinisiasi pada 2013, Microsoft menenggelamkan server mereka di lepas pantai Skotlandia pada 2018 dan mendapati kesimpulan yang positif selain penghematan energi signifikan. Microsoft hanya kehilangan enam dari 855 server bawah laut, dibanding delapan dari 135 server darat dalam eksperimen yang dijalankan bersamaan. Angka ini setara dengan kerusakan server 0,7% di laut dibanding 5,9% di darat.
Fakta menariknya, sementara Microsoft sudah selesai dengan eksperimen data center bawah lautnya, Tiongkok baru saja memulai eksperimen serupa pada 2023 dengan menurunkan 68.000 meter persegi server di pantai selatan Hainan. Namun, Microsoft tidak mengindikasikan rencana untuk memulai proyek data center bawah laut lain di masa depan.














