Berkat Revolusi AI, TSMC Bergabung Jadi Perusahaan Triliun Dolar

Mengesampingkan pro dan kontra terhadap penggunaan AI generatif, harus diakui bahwa AI telah menjadi tren besar yang terus berkembang dalam beberapa tahun belakangan ini. Sehingga, permintaan akan chip AI pun juga turut meningkat.
Dengan peningkatan AI ini, terdapat perubahan besar terjadi di Wall Street, salah satunya dengan bergabungnya Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) di dalam jajaran klub triliun dolar. Kehadiran TSMC dalam klub perusahaan triliun dolar yang elit ini menyoroti bagaimana perusahaan teknologi dunia mulai melihat pentingnya industri semikonduktor.
Besarnya kapitalisme pasar TSMC ini sendiri disebut sempat melampaui Tesla, dimana sekaligus menjadikannya sebagai perusahaan teknologi paling bernilai ketujuh di dunia. Saham perusahaan meningkat sangat pesat dengan diperdagangkan di atas rata-rata pergerakan 50 hari seebsar U$ 158,00 dan mencapai titik tertinggi baru dalam 52 minggu sebesar U$ 192,80. Sepanjang tahun ini, saham TSMC telah naik hampir 80%.
Meledaknya permintaan chip di seluruh dunia telah digerakkan dengan maraknya AI generatif yang membutuhkan komputasi intensif, sehingga menjanjikan ekspansi berkelanjutan bagi industri ini. Tidak hanya dari investor swasta saja, industri ini juga mulai didukung dengan subsidi dari pemerintah negara sendiri.
Di tahun 2024 ini sendiri, penjualan semikonduktor global telah mencapai perkiraan US$ 611,2 miliar, yang merupakan rekor untuk industri tersebut menurut Semiconductor Industry Association.
(sumber)














