Samsung Akuisisi Startup Teknologi “Knowledge Graph,” Apa Itu?
Samsung Electronics mengumumkan akusisi Oxford Semantic Technologies, sebuah startup Inggris yang berspesialisasi dalam teknologi Knowledge Graph. Didirikan pada tahun 2017 oleh tiga profesor dari Universitas Oxford, Oxford Semantic Technologies memiliki kemampuan teknologi mutakhir dalam representasi pengetahuan dan penalaran semantik atau yang berkaitan dengan Artificial Intelligent (AI). Dengan mesin berpusat pada AI, RDFox®, perusahaan ini saat ini bekerja sama dengan organisasi di seluruh Eropa dan Amerika Utara yang terlibat dalam sektor keuangan, manufaktur, dan e-commerce.

Apa Itu Knowledge Graph?
Teknologi Knowledge Graph dapat menyimpan informasi sebagai jaringan ide-ide yang saling terkait dan memproses data dengan cara yang mirip dengan bagaimana manusia mengakuisisi, mengingat, mengingat kembali, dan bernalar atas pengetahuan. Dengan mengintegrasikan dan menghubungkan data, teknologi ini meningkatkan pemahaman tentang bagaimana orang menggunakan produk atau layanan dan memungkinkan pengambilan informasi serta rekomendasi yang cepat. Atau secara singkat, teknologi ini bisa meniru penalaran, mirip seperti manusia berfikir.
Baca Juga: OpenAI Luncurkan GPT-4o Mini, Apa Bedanya dengan GPT-4o Standar? • Jagat Review
Teknologi Knowledge Graph sendiri dianggap masih sangat menantang untuk diimplementasikan, karena perhitungan kompleks untuk memproses data dunia nyata yang dinamis dan luas, menjadi graf pengetahuan dan menggunakannya. Namun, Oxford Semantic Technologies telah mengembangkan dan berhasil mengkomersialkan teknologi Knowledge Graph yang mengoptimalkan pemrosesan data dan memungkinkan penalaran lanjutan, baik di cloud maupun di perangkat.
Samsung Electronics sendiri sebelumnya sudah berkolaborasi dengan Oxford Semantic Technologies dalam berbagai proyek sejak tahun 2018, termasuk investasi dari Samsung Ventures. Nah, dengan akuisisi ini, Samsung akan mengamankan mesin canggih untuk personal Knowledge Graph, yang bakal mengintegrasikan informasi dan konteks yang tersebar di berbagai layanan dan aplikasi milik Samsung.
Nantinya teknologi tersebut akan dikombinasikan dengan teknologi AI di perangkat, seperti pada seri Samsung Galaxy S24 series, untuk memfasilitasi pengalaman pengguna yang sangat personal sambil memastikan data pribadi yang sensitif tetap aman di perangkat.














