Tekan Biaya, Intel Akan Hentikan 15.000 Karyawannya Akhir Tahun 2024

Intel dilaporkan akan menghentikan sebanyak 15.000 karyawannya pada akhir tahun 2024 ini. Keputusan ini diambil dengan tujuan agar perusahaan bisa mencapai penghematan biaya seebsar US$ miliar yang mencakup penangguhan dividen saham di Q4.
Melansir NotebookCheck, keputusan yang sama ini diambil karena terdapat penurunan laba kuartal kedua dengan laba per saham (EPS) sebesar -US$0,38 (GAAP). Sementara itu, segmen yang dinilai berkinerja negatif meliputi kategori Pusat Data dan AI Intel, Jaringan dan Edge, Altera, dan Mobileye. Dan untuk Client Computing Group (CCG), telah berhasil mengirimkan lebih dari 15 juta PC AI sejak Desember 2023 sehingga pendapatannya naik 9% dari tahun ke tahun.
CEO Pat Gelsinger menyebutkan bahwa pemangkasan staf besar-besaran di akhir tahun 2024 hingga sebesar 15% ini diperlukan karena pendapatan perusahaan dinilai belum bertumbuh seperti prediksi awal, dan pihak perusahaan juga belum sepenuhnya mendapatkan manfaat dari tren teknologi yang tengah berkembang seperti AI. Ia mengaku bahwa biaya yang dikeluarkan terlalu tinggi dengan margin yang terlalu rendah.
Intel telah menghabiskan banyak biaya untuk pembangunan pabrik Intel 18A dan beberapa segmen produk, sehingga mengakibatkan kerugian laba bersih sebesar -US$ 1,6 miliar. Walau pendapatannya diproyeksikan meningkat, fokus utamanya adalah pengembalian pemegang saham jangka pendek, yang berarti meningkatkan EPS dan harga saham, terlepas dari kinerja jangka panjangnya. CEO Intel juga berencana untuk mengurangi belanja modal lebih dari 20% dibandingkan dari proyeksi sebelumnnya dikarenakan pembangunan jalur produksi node Intel 18A hampir selesai, dengan masa produksi chip dimulai akhir tahun.
(sumber)












