Cegah Pig Butchering Scam, Meta Telah Hapus Lebih Dari 2 Juta Akun
Meta mengungkapkan bahwa pihak perusahaan tengah berupaya untuk melawan penipuan pig butchering (penyembelihan babi). Dari laporannya, pihak Meta telah menghapus setidaknya lebih dari 2 juta akun yang terindikasi melakukan scam pig butchering tersebut di tahun ini sebagai usaha bersama perusahaan lain untuk mencegah jenis penipuan tersebut.
Dijelaskan oleh Meta sebagai “salah satu penipuan online yang paling mengerikan dan canggih”, metode penipuan pig butchering semakin marak dengan caranya menipu korban yang kerap mereka temukan di internet atau aplikasi dating, supaya korban mau melakukan investasi kripto dan skema keuangan lainnya sebelum akhirnya menghilang sembari membawa kabur uang investasi korbannya.
Skema penipuan pig butchering sudah ada sejak tahun 2016, yang semakin marak sejak masa COVID-19 yang membuat penipuan jenis ini semakin marak karena banyak orang semakin ramai berjelajah di internet. Menurut laporan dari Bloomberg, sejak tahun 2020 penipuan ini kemungkinan sudah mencuri lebih dari US$ 75 miliar dari korban di seluruh dunia.
Meta menyebutkan bahwa jaringan kriminal di balik penipuan pig butchering selama dua tahun terakhir ini sudah dilacak oleh pihak perusahaan, karena kelompok ini sudah memperluas jejak geografis mereka.
“Tahun ini saja, kami telah menutup lebih dari dua juta akun yang terkait dengan pusat penipuan di Kamboja, Myanmar, Laos, Uni Emirat Arab, dan Filipina,” kata perusahaan dalam unggahan di blog. “Kami juga terus memperbarui sinyal perilaku dan teknis yang terkait dengan pusat-pusat ini untuk membantu kami meningkatkan deteksi otomatis dan memblokir infrastruktur jahat dan upaya residivis.”
Meta juga menyebutkan bahwa pihaknya bekerja sama dengan perusahaan lain yang turut dieksploitasi oleh para penipu skema penyembelihan babi ini, seperti OpenAI yang baru-baru ini memberi tahu perusahaan media sosial tersebut tentang “kompleks penipuan yang baru didirikan di Kamboja” setelah perusahaan AI tersebut menangkap calon penipu yang mencoba menerjemahkan konten penipuan.
(sumber)















