Pusat Data AI Bertenaga Nuklir Milik Meta Batal Dibangun Karena Lebah

Photo by Damien TUPINIER on Unsplash
Meta dilaporkan memiliki rencana untuk membangun pusat data (data center) AI terbarunya yang berbasis di Amerika Serikat dengan menggunakan sumber daya nuklir. Pihak terkait juga sudah menentukan lokasi di mana pusat data AI bertenaga nuklir tersebut akan dibangun.
Namun rencana tersebut nampaknya harus ditunda dan dikaji ulang kembali, karena ternyata telah ditemukan adanya spesies lebah yang langka ditemukan di lokasi pembangunan pusat data tersebut.
Melansir Engadget, media Financial Times menyebutkan bahwa Mark Zuckerberg sebenarnya sudah hampir menyelesaikan rencana proyek pembangunan pusat data bertenaga nuklir yang diklaim akan lebih hemat energi dan bebas emisi. Namun rencana ini terpaksa batal karena temuan spesies lebah langka tersebut, terutama berbagai regulasi dan aturan baru yang perlu diajukan karena hendak membangun pusat data di lokasi tersebut.
Akibatnya, Meta pun batal menjadi perusahaan teknologi pertama yang menerapkan tenaga nuklir sebagai pemasok daya utama untuk pusat data AI-nya tersebut. Pihak Times tidak menyebutkan apakah Meta berencana untuk mengubah lokasi pembangunan pusat data AI miliknya tersebut atau tidak.
Selain Meta, perusahaan teknologi lain seperti Microsoft juga sudah mulai membuat sumber tenaga yang lebih ramah lingkungan untuk menenagai pusat data AI miliknya. Dan Google bekerja sama dengan Kairos untuk membangun reaktor nuklir kecil di Amerika Serikat untuk pusat datanya sendiri mulai tahun 2030. Sementara Amazon telah mengumumkan kerja samanya dengan beberapa perusahaan untuk membangun modular reaktor di pertengahan Oktober kemarin.
(Sumber)















