Aturan Tarif Trump, Acer Akan Naikkan Harga Produknya Sebesar 10%
Harga laptop dan produk Acer secara spesifik di Amerika Serikat sepertinya akan mengalami kenaikan harga yang signifikan mulai bulan Maret mendatang. Hal tersebut telah dikonfirmasi oleh kepala eksekutif dan pimpinan Acer Jason Chen bahwa produk Acer akan mengalami kenaikan biaya hingga 10% akibat peraturan tarif Trump terhadap produk buatan Tiongkok.
Jason Chen juga menyebutkan bahwa penyesuaian harga ini diakibatkan dari pajak impor Trump, sekaligus menjadi sebuah pernyataan lugas terhadap dampak pertama yang terkena peraturan tarif Trump. Dengan penyesuaian harga tersebut berdasarkan pajak impor Trump, maka diasumsikan laptop termahal Acer bisa meningkat harganya dari US$ 3.799 menjadi US$ 4.178.
Trump sendiri memberlakukan peraturan pajak impor sepuluh persen dari Tiongkok ini mulai bulan ini, di mana Tiongkok sendiri merupakan negara yang bertanggung jawan atas sekitar 80% impor laptop ke AS. Pihaknya sempat menyebutkan bahwa kebijakan tarif ini tidak akan mempengaruhi harga konsumen, tapi kemudian mengaku bahwa kebijakan tersebut bisa berdampak terhadap kenaikan harga produk terutama dari Tiongkok dan tentunya akan berdampak kepada para konsumennya.
Setelah kebijakan ini diberlakukan resmi, tinggal masalah waktu hingga semua barang impor Tiongkok akan dinaikkan harga jualnya di masa mendatang. Chen juga menyampaikan bahwa perusahaan sedang mempertimbangkan untuk memindahkan sebagian pabriknya ke negara lain, termasuk AS.
(sumber)












