AS Ubah Kebijakan Tarif Impor Lagi: Smartphone, Chip, dan Elektronik Bakal Kena Tarif Khusus

Author
Irham
Reading time:
April 14, 2025

Pemerintah Amerika Serikat sedang bersiap menerapkan tarif impor baru untuk berbagai produk elektronik seperti smartphone, komputer, chip semikonduktor, dan komponen lainnya. Kebijakan ini akan diberlakukan dalam satu hingga dua bulan ke depan, menurut Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick.

Perang Tarif Impor AS China

Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya strategis untuk mendorong produksi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada negara-negara di Asia Tenggara. “Kita butuh chip, panel datar, dan komponen penting lainnya yang dibuat di Amerika. Kita tidak bisa terus bergantung pada luar,” ujar Lutnick seperti dikutip ABC News pada 13 April 2025.

Tarif yang akan diterapkan diklasifikasikan sebagai “special focus type of tariff”. Artinya, meski beberapa produk sebelumnya sempat dikecualikan dari tarif balasan—termasuk smartphone dan laptop—kini produk-produk itu akan tetap dikenai tarif khusus yang akan berlaku dalam waktu dekat.

AS-China Saling Balas Kebijakan Tarif Impor

Padahal sebelumnya, Presiden Donald Trump pada 11 April sempat memutuskan untuk tidak memasukkan produk elektronik konsumen dalam daftar tarif balasan yang diumumkan pada 2 April, yang ia sebut sebagai “Hari Pembebasan.” Namun hanya berselang dua hari, kini arah kebijakannya berbalik.

Baca Juga: Dukungan Windows 10 Berakhir 14 Oktober 2025, Pengguna PC Lama Dipaksa Beli Perangkat Baru • Jagat Review

Apple sendiri menjadi salah satu perusahaan yang bergerak cepat menyikapi kebijakan yang terus berubah ini. Mereka sempat memindahkan stok dari India dan Tiongkok ke AS pada akhir Maret untuk menghindari tarif yang mulai berlaku 5 April lalu.

Bea Cukai AS memang sudah mulai menargetkan produk seperti hard drive dan chip memori sejak awal bulan ini. Apple dan Samsung sempat mendapat angin segar dengan pengecualian dari tarif balasan, namun kini situasinya berubah. Produk mereka tetap akan dikenakan tarif dalam skema baru ini.

Lutnick menegaskan bahwa kebijakan ini berkaitan langsung dengan isu keamanan nasional, dan tidak ada ruang untuk negosiasi dengan negara lain. “Ini soal kebutuhan strategis. Kita harus punya kemampuan produksi sendiri,” katanya.

Namun, para analis memperingatkan bahwa kebijakan ini bisa berdampak besar pada harga produk. Misalnya, iPhone yang diproduksi di AS diperkirakan bisa dijual hingga USD 3.500 karena lonjakan biaya produksi.

Sumber

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

February 6, 2026 - 0

Review Acer Nitro V 16S AI: Gaming Kenceng, Nyari Duit Kenceng, Harga Lebih Terjangkau!

Ini adalah Laptop High Performance terbaru dari Acer, yang tak…
February 5, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook P3 Setelah 100 Hari: Tetap “Gres” Seperti Baru?

Laptop Bisnis ini tidak rusak meskipun diinjak, disiram, ataupun dijatuhkan.…
January 22, 2026 - 0

Mengenal Seri Laptop HP OmniBook: Apa itu OmniBook? Kemana Spectre, Envy dan Pavilion?

Laptop-laptop yang akan kami bahas kali ini adalah laptop thin…

Gaming

February 5, 2026 - 0

Kenaikan Harga Switch 2 Jadi Pertimbangan Nintendo

Nintendo akan pertimbangkan dengan matang sebelum menaikkan harga Switch 2…
February 5, 2026 - 0

Perusahaan Game Jepang Alami Penurunan Nilai Saham Massal

Pasar gaming Jepang ternyata ikut terdampak oleh penurunan nilai saham…
February 5, 2026 - 0

GTA 5 Telah Terjual Sebanyak 225 Juta Copy Hingga Saat Ini

Minat gamer akan GTA 5 ternyata masih belum padam, terbukti…
February 5, 2026 - 0

Electronic Arts Nikmati Peningkatan Keuntungan Berkat Battlefield 6

Kesuksesan penjualan Battlefield 6 menjadi pendorong keuntungan besar untuk Electronic…