Hacker Serang Tiga Toko Ritel Besar di Inggris, Akibatkan Kerugian Sampai 300 Juta Euro
Pihak berwenang Inggris menangkap empat tersangka anggota hacker yang meretas tiga toko ritel besar di Inggris yaitu Mark & Spencer, Co-op, dan Harrods. Atas kejadian peretasan ini, tiga perusahaan tersebut terpaksa menutup sistem IT mereka. Hal ini tentu mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit.
Perusahaan Terdampak Serangan Hacker
Mark & Spencer menjadi toko ritel pertama yang menjadi sasaran hacker. Penjahat siber ini mencuri sejumlah besar data pribadi pelanggan dan staf yang bekerja di perusahaan tersebut. Beberapa hari kemudian, toko ritel Co-op juga menjadi sasaran serangan hacker dengan kasus pencurian yang sama. Selain mencuri data, para penjahat siber juga meretas sistem IT kedua perusahaan tersebut.
Penjahat siber tersebut masuk melalui jaringan Internet dan menyebarkan ransomware yang mengunci sistem IT kedua perusahaan tersebut, sehingga tidak bisa digunakan kecuali uang tebusan dibayarkan. Atas kejadian ini, kedua toko ritel tersebut terpaksa menutup toko onlinenya selama lebih dari satu bulan. Aktivitas para hacker ini memberikan kerugian besar kepada M&S dan Co-op. Ketua M&S mengatakan, jika peretasan ini berupaya menghancurkan bisnisnya dengan kerugian ditaksir sebesar 300 juta Euro.
Tidak lama setelah peretasan M&S dan Co-op, Harrods mengabarkan jika pihaknya juga telah menjadi sasaran serangan siber. Namun, berbeda dengan dua perusahaan sebelumnya, toko ritel barang mewah itu terlebih dulu memutus sistem IT mereka dari jaringan Internet. Hal ini mereka lakukan guna mencegah hacker masuk lebih jauh kedalam sistem yang dapat menyebabkan gangguan lebih lanjut.
Menanggapi kasus yang merugikan tiga perusahaan tersebut, National Crime Agency di Inggris menyelidiki siapa dalang dibalik kekacauan yang terjadi. NCA berhasil menangkap empat orang tersangka yang diduga kuat adalah dalang dari peretasan ini. Menariknya, salah satu dari tersangka ternyata masih berusia dibawah umur dengan usia 17 tahun. NCA menangkap keempat tersangka di rumah masing-masing dan menyita perangkat elektronik yang digunakan sebagai alat peretasan.
Baca Juga: Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four
Tersangka akan diadili atas pelanggaran undang-undang penyalahgunaan komputer, pemerasan, pencucian uang, dan partisipasi dalam kejahatan terorganisasi. Perwakilan dari NCA mengatakan, jika mereka akan memastikan para tersangka bertanggung jawab dan diadili atas kericuhan yang diperbuat.















