Terbesar Dalam Sejarah, Cloudflare Berhasil Atasi Serangan DDos 11,5 Tbps

Author
Irham
Reading time:
September 3, 2025

Cloudflare baru saja mengungkap bahwa mereka berhasil menghadang serangan DDoS dengan skala yang belum pernah tercatat sebelumnya. Serangan ini membanjiri targetnya dengan trafik sebesar 11,5 Tbps hanya dalam waktu sekitar 35 detik, menjadikannya salah satu serangan siber terbesar sepanjang sejarah.

Cloudflare DDoS 11,5 Tbps

Trafik Banyak Berasal dari Google Cloud

Menurut penjelasan Cloudflare, serangan tersebut berbentuk UDP flood, yakni serangan berbasis User Datagram Protocol (UDP) yang sebagian besar lalu lintasnya datang dari Google Cloud. Tidak hanya itu, perusahaan menyebut sumber serangan juga melibatkan kombinasi perangkat IoT dan layanan cloud lainnya.

Dalam beberapa minggu terakhir, Cloudflare mengaku sistem pertahanannya bekerja ekstra keras menghadapi ratusan serangan serupa, dengan beberapa mencapai puncak 5,1 Bpps. Skala ini cukup untuk melumpuhkan mayoritas situs web, meski Cloudflare tidak menyebutkan apakah target serangan tetap bisa bertahan online.

Baca Juga: YouTuber MrBeast Berencana Mulai Layanan Seluler Sendiri Tahun 2026 • Jagat Review

Bagi yang belum familiar, serangan UDP flood biasanya dilakukan dengan mengirimkan trafik UDP berjumlah besar menggunakan alamat IP palsu. Server target dipaksa mengecek setiap port tujuan dan mengeluarkan respons, hingga akhirnya sumber dayanya terkuras habis.

Rekor Serangan Cloudflare Terus Meningkat

Fenomena serangan supermasif ini bukan hal baru. Cloudflare sebelumnya mencatat rekor DDoS sebesar 7,3 Tbps pada Juni 2025, dan 3,8 Tbps pada Oktober 2024. Jika ditarik lebih jauh, pada 2021 angka terbesar yang pernah mereka hadapi hanya 1,9 Tbps. Artinya, skala serangan dalam tiga tahun terakhir melonjak hampir sepuluh kali lipat, berkat infrastruktur cloud dan perangkat terhubung yang semakin meluas.

Meski untuk saat ini Cloudflare mampu mengantisipasi serangan dengan cepat, tren peningkatan kapasitas DDoS menimbulkan pertanyaan, apakah penyedia layanan bisa terus menahan gelombang trafik sebesar ini?

Sumber

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…
April 10, 2026 - 0

Review ADVAN Workplus AI: Makin “Plus” Buat Kerja Berat dan Main Game

Laptop tipis dan ringan ini punya tipe GPU yang mirip…
March 26, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook S16 OLED (UM5606GA): Tipis dan Ringan tapi Kencang dan Kekinian!

Ini adalah ASUS Zenbook S 16 OLED keluaran 2026. Desainnya…

Gaming

April 15, 2026 - 0

Xbox Dikabarkan Pertimbangkan Kembali Miliki Game Eksklusif

Meskipun saat ini adopsi strategi multiplatform rilis, Xbox dikabarkan tengah…
April 15, 2026 - 0

Bloober Team Kembangkan 7 Game Horor Sekaligus

Bloober Team resmi beralih ke sistem multi-proyek di dalam studionya,…
April 15, 2026 - 0

Tim Wuchang: Fallen Feathers Dikabarkan Bubar

Tim pengembang Wuchang: Fallen Feathers bubar setelah sang game director…
April 15, 2026 - 0

Film Animasi Bloodborne Dibuat Oleh YouTuber Ikonik Jacksepticeye

Selain akan adanya film live action, Bloodborne ternyata dikabarkan akan…