Komdigi Punya Rencana Baru Olah Limbah Elektronik Indonesia

Author
Irham
Reading time:
October 13, 2025

Kemajuan teknologi memang mengubah cara hidup, tapi di balik semua inovasi yang memudahkan, ada persoalan yang terus tumbuh diam-diam, yaitu limbah elektronik. Laporan Global E-waste Monitor 2024 mencatat,  di tahun 2022 Indonesia menghasilkan sekitar 1,9 juta ton e-waste, alias limbah elektronik.

Komdigi Kelola Limbah Elektronik

Yang mengagetkannya, angka ini ternyata yang paling tertinggi di Asia Tenggara. Tentunya, angka itu bukan sekadar data, tapi cerminan dari betapa cepatnya siklus gadget dan perangkat digital berputar di tengah masyarakat.

Dari smartphone yang diganti tiap dua tahun, hingga laptop yang usianya tak sampai satu dekade, semuanya punya akhir yang sama, yaitu menumpuk jadi limbah yang jarang tersentuh sistem daur ulang yang layak.

Komdigi Gandeng Berbagai Lembaga untuk Olah Limbah Elektronik

Nah, untuk menata ulang arah kebijakan, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) kini menggandeng berbagai pihak. Kolaborasi ini mencakup Kementerian Lingkungan Hidup, BRIN, dan pemerintah daerah, serta melibatkan International Telecommunication Union (ITU) dan UK Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO). Tujuannya bukan sekedar menyusun aturan, tapi membangun metode baru yang benar-benar bisa diterapkan di lapangan, sesuai kondisi tiap wilayah.

Selama ini, sebagian besar limbah elektronik di Indonesia masih ditangani oleh sektor informal. Banyak yang bekerja tanpa perlindungan, tanpa alat yang aman, dan tanpa sistem pengelolaan yang ramah lingkungan.

Komdigi nantinya bakal membuat kebijakan baru yang ditujukan untuk menutup celah tersebut. Supaya nantinya pengelolaan limbah tak lagi berjalan tanpa arah, dan punya dampak nyata bagi lingkungan maupun ekonomi.

Baca Juga: Teknologi HydroHaptics Bikin Mouse dan Joystick Jadi Lentur dan Bisa Dipencet

Pemerintah ingin sistem pengelolaan e-waste di Indonesia tidak berhenti pada pengumpulan, tapi berkembang jadi ekosistem berkelanjutan. Harapannya, sistem yang memberi nilai baru pada sisa-sisa teknologi, lewat proses daur ulang dan pemanfaatan material yang masih bisa digunakan.

Semoga saja regulasi dan inisiatif baik ini bisa terlaksana dengan baik. Kalau dijalankan dengan konsisten, langkah ini bisa jadi titik balik penting.

Karena pada akhirnya, setiap perangkat yang hari ini mempermudah hidup digital kita, suatu saat akan berakhir jadi limbah. Yang menentukan adalah bagaimana pengguna dan pemerintah mengelola akhir siklus itu — apakah jadi beban baru, atau justru jadi peluang menuju masa depan yang lebih bijak dan berkelanjutan.

Sumber

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Kata siapa bisnis UMKM ga butuh Laptop canggih?! Apalagi sekarang…
May 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook DUO 2026 (UX8407AA): Desain Baru, Makin Kokoh, Makin Kenceng!

Kerja serius pakai laptop thin and light biasa? Kurang mantap…

Gaming

June 17, 2026 - 0

Devil May Cry 5 Catat Penjualan Terbaiknya Setelah 7 Tahun Rilis

Fenomena menarik terjadi pada Devil May Cry 5, yang catat…
June 17, 2026 - 0

PUBG Uji Mode Baru Berbasis AI Pendamping, Ally Duo

Menjelang usia ke-10, PUBG memperkenalkan Ally Duo, memungkinkan pemain bertarung…
June 17, 2026 - 0

Studio Double Fine Ikut Terancam Restrukturisasi Xbox

Restrukturisasi Xbox dikabarkan mengancam Double Fine, kini tengah berupaya mencari…
June 17, 2026 - 0

Ninja Theory Dikabarkan Terancam Ditutup Oleh Restrukturisasi Xbox

Gelombang restrukturisasi Xbox dikabarkan mengancam masa depan Ninja Theory, kreator…