Review Lenovo Legion Go 2: Layar OLED 8.8″, Ryzen Z2 Extreme, RAM 32GB, Kontroler Bisa Dilepas!
Bodi Lenovo Legion Go 2

Form Factor
- Handheld Console PC atau Handheld Gaming PC
Material
- Polikarbonat
Warna
- Eclipse Black
Desain



- Legion Go 2 memiliki desain yang secara keseluruhan masih sangat mirip seperti Legion Go pertama.
- Meski demikian kita bisa temukan beberapa perbedaan dari segi ergonomisnya.
- Di Legion Go 2, sudut-sudut controller-nya terlihat lebih melengkung, membuatnya lebih nyaman saat dipegang.
- Tombol-tombol makro juga terlihat punya ukuran yang lebih kecil jika dibandingkan dengan tombol yang ada pada pendahulunya.
- Area sudut layar juga terlihat sedikit berbeda, dengan sudut yang lebih tegas, tidak curvy seperti Legion Go pertama.
- Intinya sih, Legion Go 2 terasa lebih nyaman saat digenggam kalau dibandingkan pendahulunya.
- Di bagian belakang juga terdapat semacam kickstand untuk menaruh layar di atas meja, tanpa perlu aksesoris tambahan.
Dimensi

- Handheld tanpa kontroler – jadi hanya layarnya saja:
- Panjang – 20.6 CM
- Lebar – 13.6 CM
- Tebal – 2.29 CM
- Kalau pakai kontroler:
- Panjang – 29.5 CM
- Lebar – 13.6 CM
- Tebal – 4.22 CM
Bobot

- Handheld dengan kontroler – 924 Gram
- Kontroler saja – 210 Gram
- Charger – 184 Gram
- Total – 1.1 Kilogram
Display

- Panel OLED
- Ukuran 8.8 inci.
- Termasuk layar yang besar untuk sebuah handheld gaming pc.
- Resolusi di Full HD atau 1920 x 1200 piksel
- Ini resolusinya memang lebih rendah dari pendahulunya ya.
- Tapi bagi Kami, resolusi ini sebenarnya pas untuk sebuah handheld gaming, karena ukuran layarnya tidak sebesar laptop.
- Aspect ratio di 16:10
- Menarik nih, karena beberapa handheld keluaran 2025 aspect ratio-nya masih di 16:9
- Refresh rate 144 Hz.
- Menurut Lenovo;
- Tingkat kecerahan di mode SDR mencapai 500 nits,
- Dan untuk mode HDR mencapai 1100 nits.
- Sedangkan color gamutnya di 100% DCI-P3
- Berdasarkan pengujian kami:
- Tingkat kecerahan di mode SDR mencapai 463 nits.
- Dan untuk mode HDR mencapai 1060 nits.
- Kemudian untuk gamut coverage-nya di 100% DCI-P3, dan
- Gamut Volume-nya di 122.5% DCI-P3
- Walaupun untuk brightness-nya masih sedikit di bawah klaim Lenovo, tapi yang satu ini masih nyaman banget dipakai di luar ruangan, selama tidak di bawah terik matahari langsung.

- Jadi layarnya udah mantap banget nih, mau main game pakai mode HDR juga bisa!
- Layarnya punya kemampuan touchscreen hingga 10-point multi-touch.
- Dan karena bisa dilepas dari kontroler, layar ini jadi bisa dioperasikan seperti tablet.
- Untuk lapisan permukaannya glossy, mirip seperti handheld gaming PC pada umumnya.
Mikrofon

- Handheld ini dilengkapi dengan dua buah Mikrofon yang ditempatkan pada sisi pinggir bawah bingkai layar
Audio

- Handheld ini dilengkapi dua buah speaker dengan rating 2 Watt.
- Posisi lubang speakernya ada di bingkai atas bodi, jadi dekat tombol power.
- Untuk suaranya, ini keren banget sih.
- Dibandingkan dengan Legion Go pertama, kualitas suaranya sangat jauh.
- Separasi-nya oke, bass-nya juga terasa mantap untuk sebuah handheld.
- Suaranya juga tergolong sangat lantang, jadi udah puas banget kalau dipakai buat main game atau dengerin musik.
Konektor dan Tombol



- Di bagian atas kita bisa liat ada satu tombol power yang sudah terintegrasi dengan fingerprint sensor.
- Lalu ada satu konektor USB4. dan
- Ada tombol volume up and down.
- Berikutnya di bagian bawah kita bisa temukan satu Audio Combo Jack 3.5mm,
- Satu microSD Card Reader, dan
- Satu lagi konektor USB4.
Jadi total disini ada dua konektor USB4 ya, asik nih kalau mau dipasang ke usb docking dan eksternal GPU bersamaan, udah aman!
Controller

Legion Go 2 menggunakan Legion TrueStrike Controller dengan layout tombol yang mirip dengan Legion Go pertama dan kontroler XBOX. Tapi disini ada beberapa peningkatan.
- Untuk Posisi tombol View dan Menu sekarang sudah dipindah ke dekat tombol Legion L dan Legion R, jadi lebih mudah diakses dibandingkan Legion GO pertama.
- Menariknya, untuk tombol trigger dan analog sticks sudah menggunakan teknologi Hall Effect. Jadi harusnya bisa lebih awet nih.

- Selain itu juga ada tombol extra di bagian depan, yang berfungsi sebagai shortcut untuk “show desktop” dan shortcut “alt+tab.”
- Berikutnya untuk tombol makro, disini ada banyak.
- Di kontroler kiri terdapat tombol Y1 dan Y2.
- Sedangkan kontroler kanan terdapat tombol M1, M2, M3, Y3, dan Scroll Wheel yang bisa di-klik.
- Di area kontroler kanan terdapat touchpad dengan ukuran 2.4 x 2.4 CM, jadi bisa digunakan untuk navigasi kursor di Windows dengan lebih mudah.

- Dan seperti Legion Go pertama, kontroler di Legion Go 2 ini bisa dilepas.
- Jadi bisa digunakan lebih fleksibel.
- Tapi memang sih, bagi Kami, Legion Go 2 ini lebih cocok digunakan terpisah dari layarnya.
- Jadi layarnya ditaruh di meja, dan kita main dengan memegang kontrolernya saja.
- Karena kalau diangkat sekaligus layarnya, terasa agak berat kalau digunakan berlama-lama.
Dan karena ini sama seperti Legion Go pertama, kontroler kanannya bisa diubah menjadi mouse vertikal dengan memasang aksesoris Dock dan menyalakan Switch mouse yang ada di bawah kontroler untuk masuk ke FPS Mode.
- Di mode ini, tombol M1 dan M2 berfungsi sebagai klik kiri dan kanan.
- Scroll wheel-nya juga bisa di klik, dengan fungsi yang sama seperti saat kita melakukan klik scroll wheel pada mouse biasa.
- Untuk tombol M3 berfungsi untuk mengubah DPI dari mouse-nya.
- Walaupun memang, Lenovo tidak menyarankan ini untuk main game FPS kelas kompetitif ya.
Oh iya, perlu diperhatikan, mengingat kontroler dan unit utama menggunakan sambungan fisik, proses lepas pasang yang terlalu sering bukan tidak mungkin akan menyebabkan sambungan menjadi lemah seiring dengan waktu.
Sistem Keamanan

- Menggunakan fingerprint reader yang terintegrasi dengan tombol power, dan sudah mendukung Windows Hello.
Sistem Pendingin

- Menggunakan sistem pendingin Legion Coldfront, dengan satu buah kipas dan dua buah heatpipe yang tersembunyi di bawah kipas.
- Intake udara dari belakang, dan lubang pembuangan panasnya ada di area atas perangkat.
Software
Sama seperti pendahulunya, terdapat software Legion Space yang dapat digunakan sebagai welcome screen atau home screen saat kita pertama masuk Windows. Software ini dapat dibuka dengan menekan tombol Legion L.

Disini kita bisa mengakses berbagai game store seperti Steam, Ubisoft, atau yang lainnya. Kita juga bisa membuka game yang sudah diinstal secara langsung di sini. Selain itu kita bisa mengatur fungsi tombol makro melalui software Legion Space juga. Dan seperti biasa, kita bisa ubah pengaturan mode performa dengan empat opsi.
Opsinya adalah:
- Quiet
- Balanced
- Performance, dan
- Custom – pada profil ini Kita bisa atur manual nilai TDP.
Lalu ada OS Power Mode untuk mengatur Windows Power Mode. Kita juga bisa atur kecepatan kipas dengan dua opsi, yaitu Smart dan Full Speed.
Selain itu juga terdapat pengaturan fungsi kontroler seperti:
- Tingkat vibrasi
- Gyro
- Tombol makro
- Info kapasitas baterai
- Melakukan update firmware kontroler,
- Dan lain-lain.
Kita juga bisa atur lighting RGB yang ada pada base analog melalui software ini.
Pengaturan layar yang mencakup brightness, refresh rate dan resolusi juga bisa diatur di sini. Selain software Legion Space, kita juga bisa membuka menu Quick Settings melalui software Legion R. Disini ada pengaturan mode performa, kecepatan kipas dan resolusi layar juga. Menariknya, kita bisa temukan menu untuk layout performance monitor, frame monitor dan opsi untuk menonaktifkan touchpad. Selain itu, Kita juga bisa mengakses berbagai shortcut seperti mengambil screenshot, alt+tab, force close program, dan lain-lain melalui menu ini.
Simak selengkapnya lewat video review berikut ini:













