Gara-gara AI Google Antigravity, Programer Ini Kehilangan Satu Drive Data

Author
Irham
Reading time:
December 7, 2025

AI semakin pintar, tetapi kadang justru membuat pengguna kerepotan. Itulah yang terjadi pada seorang developer yang melaporkan bahwa Google Antigravity, tools IDE AI milik Google, tiba-tiba menghapus seluruh drive D di komputernya.  Kejadian ini ia bagikan lewat Reddit dan video YouTube sebagai bukti.

Google Antigravity

AI Google Antigravity Hapus Data Satu Drive, Kok Bisa

Kejadian ini ia bagikan lewat akun Reddit miliknya. Dalam ceritanya, ia sedang mengerjakan aplikasi kecil dan melakukan troubleshooting. Untuk mereset server, ia meminta Antigravity menghapus cache proyek.

Perintah itu dieksekusi, tetapi hasilnya jauh dari yang diharapkan. Alih-alih membersihkan folder cache, sistem justru menjalankan rmdir ke root drive D, sehingga semua data terhapus tanpa sisa.

data dihapus Google antigravity

Ketika melihat drive-nya kosong, sang developer langsung menanyai Antigravity apakah ia pernah memberi izin penghapusan sebesar itu. AI tersebut kemudian memberi jawaban panjang, mengecek log, lalu mengakui kesalahan fatal. Antigravity menyebut perintah tersebut salah diarahkan dan penggunaan flag /q membuat semua file terhapus permanen tanpa masuk Recycle Bin.

Baca Juga: Netflix Akuisisi Warner Bros. Senilai $82,7 Miliar • Jagat Review

Data Tidak Bisa Dikembalikan

Google Antigravity kemudian mencoba membantu dengan menyarankan langkah pemulihan, mulai dari menghentikan penggunaan drive hingga memakai aplikasi recovery. Namun saat dicoba menggunakan Recuva, tidak satu pun file gambar, video, atau media lain yang bisa kembali. Banyak data penting akhirnya hilang total.

Menariknya, sang developer tetap mengaku menyukai produk Google. Hanya saja, ia tidak menyangka program baru dengan dukungan engineering besar bisa melakukan kesalahan sebesar ini. Ia pun mengingatkan pengguna lain agar berhati-hati menggunakan Turbo Mode, khususnya pada tahap awal.

Kejadian ini menambah daftar kasus di mana AI agentic justru memperumit pekerjaan teknis. Pertanyaannya, seberapa jauh kita bisa menyerahkan perintah sensitif kepada sistem otomatis sebelum risikonya mulai terasa lebih besar daripada manfaatnya?

Sumber

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

February 5, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook P3 Setelah 100 Hari: Tetap “Gres” Seperti Baru?

Laptop Bisnis ini tidak rusak meskipun diinjak, disiram, ataupun dijatuhkan.…
January 22, 2026 - 0

Mengenal Seri Laptop HP OmniBook: Apa itu OmniBook? Kemana Spectre, Envy dan Pavilion?

Laptop-laptop yang akan kami bahas kali ini adalah laptop thin…

Gaming

February 5, 2026 - 0

Kenaikan Harga Switch 2 Jadi Pertimbangan Nintendo

Nintendo akan pertimbangkan dengan matang sebelum menaikkan harga Switch 2…
February 5, 2026 - 0

Perusahaan Game Jepang Alami Penurunan Nilai Saham Massal

Pasar gaming Jepang ternyata ikut terdampak oleh penurunan nilai saham…
February 5, 2026 - 0

GTA 5 Telah Terjual Sebanyak 225 Juta Copy Hingga Saat Ini

Minat gamer akan GTA 5 ternyata masih belum padam, terbukti…
February 5, 2026 - 0

Electronic Arts Nikmati Peningkatan Keuntungan Berkat Battlefield 6

Kesuksesan penjualan Battlefield 6 menjadi pendorong keuntungan besar untuk Electronic…