Review ASUS ProArt P16 (H7606WW): Kencang Tanpa Kompromi Buat Kreator
Bodi ASUS ProArt P16 (H7606WW)

Form Factor
- Clamshell.
Material

- Aluminium.
- Tentunya Laptop buat cari duit ini punya sertifikasi MIL-STD 810H jadi sudah diuji durabilitasnya.
Warna
- Nano Black.
Desain

- Bentuk bodi Laptop ini terlihat mirip sekali dengan seri “ROG Zephyrus G16”.
- Tapi berbeda dengan versi Gaming-nya, penampilan ProArt terlihat lebih profesional dengan bodi polos berwarna hitam Doff.
- Kalaupun ada ornamen hanya ada tulisan dan logo kecil ProArt berwarna hitam di sudut bawah punggung layar, beserta stiker di area Palmrest.


- Menariknya lagi, permukaan bodinya memakai “AFM Coating” yang diklaim membuat noda atau sidik jari tidak gampang menempel.
- Tentunya ini membuat bodi Laptop jadi terlihat selalu bersih.
Ukuran

- Panjang – 35.4 CM
- Lebar – 24.6 CM
- Tebal
- Sisi paling tipis – 1.49 CM
- Sisi paling tebal – 1.83 CM
- Tipis banget untuk spek setinggi itu.
Bobot
- Laptop – 1.94 KILOGRAM.
- Tergolong ringan untuk Laptop High Performance dengan layar 16 Inch.
- Charger – 580 GRAM.
- Ini adalah Charger 240 Watt.
- Total – 2.52 KILOGRAM.
Display

Menggunakan “ASUS Lumina Pro OLED” dengan ukuran 16 Inch.
Resolusi 3840 X 2400 Pixels dengan Aspect Ratio 16:10.
Refresh Rate 120 Hz dengan Response Time 0.2 MS.
Panel OLED
- Menurut ASUS, tingkat kecerahan maksimalnya “1600 Nits” di mode HDR dengan Color Gamut “100% DCI-P3”.
- Nah kalau kami ukur hasilnya
- Tingkat kecerahan maksimal 690 Nits di mode SDR, dan 1558 Nits di mode HDR
- Bentar, ini layar Laptop atau Smartphone?
- Ini sih “terang pake banget” di mode HDR.
- Layar seterang ini seharusnya bikin kita tetap jelas melihat tampilan layar meskipun berada di luar ruangan atau ruangan yang terang.
- Lalu untuk Gamut Coverage-nya ada di 99.9% DCI-P3 dan Gamut Volume di 119.6% DCI-P3.
- Tingkat kecerahan maksimal 690 Nits di mode SDR, dan 1558 Nits di mode HDR

Layar ini juga sudah “Pantone Validated” jadi cocok untuk desain atau Editing kelas profesional. Apalagi tingkat “Delta E < 1” jadi minim penyimpangan warna. Dia juga punya sertifikasi “DisplayHDR True Black 1000” jadi mantap buat Streaming Film atau main Game di mode HDR.
Permukaan layar punya sifat Glossy yang memang normal untuk layar OLED.
- Tapi tenang, permukaannya diberikan “Anti-Reflection Coating” jadi lebih minim pantulan bayangan sekitar kita yang dapat mengganggu kenyamanan.
Bingkai layar sudah menggunakan desain yang tipis untuk sisi kiri, kanan, dan atas dengan tingkat “Screen to Body Ratio” mencapai 88%. Menariknya, layar ini punya kemampuan Touchscreen meskipun Laptop-nya bukan Convertible.

- Tentunya ini membuat kita lebih mudah saat sedang Scrolling halaman Website atau melakukan “Zoom In”/“Zoom Out” gambar, cukup dengan sentuhan jari.
Camera & Microphone

Laptop Gaming ini dilengkapi Kamera “Infra Red” 1080P 30 FPS. Kamera ini sebenarnya mendukung fitur Windows Studio Effects. Tapi karena ada GPU RTX, kita bisa meng-Install aplikasi “NVIDIA Broadcast” jadi fitur Kamera-nya bisa lebih canggih dan lebih lengkap dibandingkan Windows Studio Effect. Untuk modul Mikrofonnya ada dua buah yang ditempatkan pada sisi kanan dan kiri Kamera.
Kualitas gambar yang ditangkap Kamera tergolong cukup baik dengan sedikit Noise. Sementara untuk Mikrofonnya mampu menangkap suara kami dengan jelas dan jernih. Suara bising di sekitar kami juga dapat dihilangkan dengan baik saat fitur Noise Cancellation-nya diaktifkan.
Audio

Laptop Gaming ini dilengkapi bukan dua, bukan empat, tapi enam buah Speaker. Menariknya, seharusnya keluaran suaranya hanya menuju ke alas Laptop.
- Tapi uniknya, suaranya juga keluar dari lubang-lubang kecil pada sisi kanan dan kiri Keyboard.
- Padahal tidak ada komponen Speaker disitu.
Sementara untuk pengaturan profil dan Equalizer suara menggunakan aplikasi Dolby Access. Bisa dibilang, Speaker menjadi salah satu nilai plus dari Laptop ini.

- Suara yang dikeluarkan terasa menggelegar.
- Kualitas keseluruhan suaranya juga sangat memuaskan.
- Bahkan Laptop setipis ini bisa mengeluarkan suara Bass yang bulat dan dalam serta cukup mendentum.
Konektor

Kiri
- 1X DC-IN
- 1X HDMI 2.1
- 1X USB4 yang mendukung
- Power Delivery
- Display Output, dan
- Perangkat Thunderbolt
- 1X USB 3.2 Gen 2 Type-A
- 1X 3.5 MM Audio Combo Jack

Kanan
- SD Express 7.0 Card Reader
- 1X USB 3.2 Gen 2
- 1X USB 3.2 Gen 2 Type-C yang mendukung
- Power Delivery, dan
- Display Port
Keyboard

Selain bodi, bentuk dan tata letak tombol Keyboard di Laptop ini ternyata juga mirip seperti “ROG Zephyrus G16”. Bahkan tingkat Travel Distance-nya juga mirip di 1.7 MM, jadi terasa dalam saat ditekan.
Uniknya, tidak seperti Laptop 16 Inch lainnya, Keyboard ini tidak dilengkapi tombol Numpad. Ini sebenarnya menguntungkan karena Keyboard dan Touchpad dapat diposisikan di tengah sehingga area Palmrest kiri menjadi lebih luas.
Keyboard ini juga sudah dilengkapi lampu Backlit warna putih dengan TIGA tingkat kecerahan, yang bisa kita atur dengan menekan tombol FN+F4.
Touchpad

Area Touchpad memiliki ukuran 15 X 9.9 CM dengan desain pinggiran atas tidak bertepi. Meskipun posisinya tidak sejajar dengan tombol Spacebar, hanya sedikit bagian telapak tangan yang masuk ke area Touchpad sehingga tidak terlalu mengganggu kenyamanan saat mengetik.
Menariknya, di area kiri atas Touchpad disediakan DialPad.

- Tapi sayang sekali, DialPad di Laptop ini bukan dalam bentuk fisik melainkan Virtual.
- Disini kita seolah-olah memutar Knop, dengan menggerakkan jari kita di area DialPad yang berbentuk seperti lingkaran donat.
- Untuk mengaktifkan DialPad, kita cukup menempelkan jari kita di sudut kanan atas Touchpad, kemudian kita geser ke area tengah.
- Dengan DialPad kita jadi lebih mudah seperti saat melakukan “Scrubbing” atau “Zoom In/Zoom Out” pada “Timeline” di aplikasi Video Editor yang kita gunakan.
- Kita juga bisa menggunakan DialPad saat melakukan “Color Grading” pada Video atau gambar yang sedang kita Edit.
- Selain itu, kita juga bisa menaikkan dan menurunkan Volume suara atau tingkat kecerahan layar Laptop dengan DialPad.
Cooling System

- Laptop ini menggunakan sistem pendingin Vapor Chamber sehingga tidak perlu menggunakan banyak Heatpipe untuk mendinginkan banyak komponen seperti prosesor, GPU, Memory, dan VRM.
- Menariknya, untuk “Thermal Interface” atau “Thermal Paste”-nya langsung menggunakan “Liquid Metal” seperti Laptop Gaming.
- Untuk jumlah Kipasnya ada dua buah yang membuang udara panas ke arah belakang.
- Uniknya, lubang pembuangan didesain sedemikian rupa sehingga udara panas mengalir langsung ke belakang dan tidak ada yang lewat di atas permukaan layar.
- Ini penting yah agar layar OLED-nya tetap aman.
Simak pembahasan lengkapnya berikut ini:














