Samsung Siap Perkenalkan R20, Mesin Ultrasound Medis Berteknologi AI
Tidak hanya berinovasi di dunia teknologi konsumer, Samsung juga punya inovasi teknologi di bidang kesehatan. Samsung Medison, divisi khusus Samsung yang menghadirkan invoasi di bidang kesehatan, memperkenalkan sistem ultrasound terbaru mereka, Samsung R20, di ajang RSNA 2025 di Chicago.

Apa Fungsi Samsung R20?
Mungkin perangkat ini tidak begitu familiar untuk orang awam. Tapi yang jelas, ini adalah alat medis yang digunakan untuk mengambil gambar di tubuh pasien. Pada kasus seperti ini, gambar ultrasound sering tampak buram atau kurang jelas sehingga dokter perlu waktu lebih lama untuk memastikan diagnosis.
Nah, untuk perangkat Samsung R30 ini, hadir sebagai perangkat imaging yang lebih presisi dan efisien, dengan kombinasi teknologi pengolahan gambar generasi baru dan otomasi berbasis AI. mesin pemrosesan gambar Advanced Imaging Engine, yang bisa menghasilkan gambar lebih tajam saat memindai area yang dalam, misalnya organ perut atau jantung.
Baca Juga: Pabrik Xiaomi Bakal Diisi Oleh Robot Humanoid • Jagat Review
R20 juga membawa lebih dari selusin fitur AI yang bekerja langsung saat pemeriksaan berlangsung. Contohnya, saat dokter memindai jantung, sistem bisa otomatis mendetiksi posisi katup, menandai bagian yang perlu diukur, lalu menghitung ukurannya tanpa perlu input manual. Pada pemeriksaan kehamilan, AI bisa mengenali ukuran kepala, lingkar perut, dan panjang tulang bayi hanya dari satu sapuan probe. Hal seperti ini biasanya membutuhkan banyak langkah manual di perangkat generasi lama.
Lebih Mudah Digunakan Berkat AI
Cara pakainya tetap seperti ultrasound biasa, tetapi banyak proses yang biasanya memakan waktu kini dilakukan otomatis oleh AI, sehingga hasil lebih konsisten dan risiko salah interpretasi bisa ditekan.
Di sisi kenyamanan, R20 juga didesain lebih ergonomis. Banyak sonografer mengalami nyeri lengan dan bahu karena memindai pasien berulang selama bertahun-tahun. R20 disebut-sebut sebagai perangkat yang memenuhi seluruh pedoman ergonomi yang diakui, mulai dari tinggi layar yang mudah disesuaikan, posisi kontrol yang lebih ringan dioperasikan, sampai lengan monitor yang lebih fleksibel. Bagi tenaga medis, perbedaan ergonomi seperti ini sangat terasa saat melakukan puluhan pemeriksaan dalam satu shift.
Perangkat bakal dirilis di Amerika Serikat pada 30 November 2025 di RSNA. Menurut kalian, peningkatan pada AI dan ergonomi seperti ini bakal benar-benar terasa dampaknya di layanan kesehatan sehari-hari?














