Komdigi Blokir Sementara Grok AI Setelah Marak Konten Deepfake

Author
Mahfud
Reading time:
January 11, 2026

Pemerintah lewat Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akhirnya memblokir sementara Grok AI di Indonesia. Keputusan ini diambil setelah maraknya konten Deepfake alias rekayasa visual dengan wajah orang lain di platform X menggunakan Grok.

grok ai

Per hari Sabtu (10/1/2026) kemarin, Komdigi resmi memblokir akses ke aplikasi mandiri Grok serta website Grok.com dan X.AI. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan bahwa keputusan ini diambil demi melindungi perempuan, anak, dan seluruh masyarakat dari risiko konten pornografi palsu yang dihasilkan lewat AI.

Aturannya sendiri sangat jelas dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE). Dalam pasal 9, aturan tersebut mewajibkan setiap PSE untuk memastikan platformnya tidak memuat, memfasilitasi, atau menyebarluaskan informasi dan dokumen elektronik yang dilarang.

Kini, Komdigi tengah menunggu respon dari Platform X untuk segera memberikan klarifikasi terkait dampak negatif penggunaan Grok. Dari pantauan kami, meski aplikasi dan website sudah tidak bisa diakses, Grok AI masih bisa dibuka lewat tab khusus di platform X dan juga lewat kolom komentar – eksklusif untuk pengguna premium saja.

Isu Global Penyalahgunaan Grok AI

Penyalahgunaan Grok untuk membuat konten pornografi dan kekerasan bukan cuma terjadi di Indonesia. Kasus ini juga marak terjadi di level global, dengan negara-negara seperti India, Prancis, dan Malaysia turut menuntut X untuk bertindak sesegera mungkin jika tidak ingin terkena sanksi hukum.

grok ai deepfake

Sebagai informasi, penyalahgunaan fitur edit foto Grok AI menjadi perhatian karena pengguna bisa dengan mudahnya membuat konten deepfake hanya lewat kolom komentar di platform X. Hanya dengan mention @Grok dengan prompt spesifik, gambar deepfake tak senonoh bisa langsung tersebar ke publik.

Kita tahu manfaat dari generatif AI, tapi juga tidak menutup mata soal bahaya semacam ini. Oleh karena itu, sangat diperlukan pengawasan yang sangat ketat dan untuk kasus Grok memang sudah lama jadi polemik karena batasannya yang cukup longgar dibandingkan platform lainnya. Bagaimana menurut kalian?

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

February 5, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook P3 Setelah 100 Hari: Tetap “Gres” Seperti Baru?

Laptop Bisnis ini tidak rusak meskipun diinjak, disiram, ataupun dijatuhkan.…
January 22, 2026 - 0

Mengenal Seri Laptop HP OmniBook: Apa itu OmniBook? Kemana Spectre, Envy dan Pavilion?

Laptop-laptop yang akan kami bahas kali ini adalah laptop thin…

Gaming

February 5, 2026 - 0

Kenaikan Harga Switch 2 Jadi Pertimbangan Nintendo

Nintendo akan pertimbangkan dengan matang sebelum menaikkan harga Switch 2…
February 5, 2026 - 0

Perusahaan Game Jepang Alami Penurunan Nilai Saham Massal

Pasar gaming Jepang ternyata ikut terdampak oleh penurunan nilai saham…
February 5, 2026 - 0

GTA 5 Telah Terjual Sebanyak 225 Juta Copy Hingga Saat Ini

Minat gamer akan GTA 5 ternyata masih belum padam, terbukti…
February 5, 2026 - 0

Electronic Arts Nikmati Peningkatan Keuntungan Berkat Battlefield 6

Kesuksesan penjualan Battlefield 6 menjadi pendorong keuntungan besar untuk Electronic…