Tren AI di ASEAN 2026: Belanja Naik, Tantangan Justru di Implementasi
Perusahaan di kawasan ASEAN memasuki fase baru dalam pemanfaatan AI. Berdasarkan riset Lenovo CIO Playbook 2026, hampir seluruh organisasi di kawasan ini berencana meningkatkan investasi AI dalam waktu dekat, dengan kenaikan anggaran rata-rata mencapai 15%.

AI tidak lagi dipusatkan di departemen IT. Pemanfaatannya sudah menyebar ke berbagai fungsi, mulai dari layanan pelanggan, pemasaran, operasional, hingga keuangan. Bahkan, banyak inisiatif AI kini didorong langsung oleh unit bisnis non-IT.
Meski optimisme terhadap AI tinggi, tantangan terbesar justru muncul saat implementasi. Sebagian besar organisasi masih kesulitan membawa proyek AI dari tahap uji coba ke penggunaan penuh di lingkungan kerja.
Baca Juga: Lenovo Tech Day 2026 Digelar: AI Makin Jadi Alat Kerja Wajib!
Biaya operasional menjadi salah satu kendala utama. Menjalankan AI dalam aktivitas harian membutuhkan sumber daya yang jauh lebih besar dibandingkan tahap pelatihan model, sehingga perencanaan jangka panjang menjadi krusial.
Di sisi lain, teknologi seperti Agentic AI mulai menarik perhatian sebagai tahap lanjutan pemanfaatan AI. Namun, kesiapan organisasi masih terbatas, terutama terkait keamanan, kualitas data, dan integrasi sistem lama.
Secara keseluruhan, tren AI di ASEAN menjelang 2026 menunjukkan satu hal. Minat dan investasi sudah sangat tinggi, tetapi keberhasilan AI akan sangat ditentukan oleh kesiapan perusahaan dalam mengelola skala, biaya, dan kompleksitasnya.












