Baterai Ini Pakai Molekul Organik Baru, Bisa Untuk Kapasitas Besar
Tim peneliti gabungan dari Université de Montréal dan Concordia University melaporkan terobosan baru di bidang teknologi penyimpanan energi. Tim peneliti tersebut mengembangkan molekul organik bernama AzoBiPy yang diklaim mampu menyimpan energi hingga dua kali lipat dibandingkan material organik sejenis yang digunakan saat ini. Molekul AzoBiPy juga menunjukkan stabilitas yang tinggi dalam pengujian siklus pengisian dan pengosongan daya.

Dalam publikasi ilmiahnya, tim peneliti menjelaskan bahwa mereka merancang AzoBiPy sebagai alternatif media penyimpanan energi yang lebih aman dibandingkan sistem lithium-ion konvensional. Para peneliti menyebut bahwa struktur kimia AzoBiPy memungkinkan proses transfer dua elektron secara reversibel dalam satu molekul. Proses transfer dua elektron ini secara langsung meningkatkan densitas energi yang dapat disimpan oleh sistem baterai.
Struktur kimia AzoBiPy memungkinkan sistem baterai menyimpan energi lebih besar tanpa menambah ukuran fisik atau kompleksitas desain. Pendekatan desain ini membuat peningkatan kapasitas dapat dicapai tanpa meningkatkan bobot atau volume baterai. Tim peneliti menilai pendekatan ini penting untuk aplikasi penyimpanan energi berskala besar.
Baterai ini Punya Stabilitas Tinggi
Tim peneliti juga menguji stabilitas AzoBiPy dalam pengujian jangka panjang selama 70 hari dengan total 192 siklus pengisian daya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa molekul AzoBiPy mampu mempertahankan hampir 99 persen kapasitas awalnya. Para peneliti mencatat laju degradasi material ini hanya sekitar 0,02 persen per hari.
Baca Juga: Robot Otonom Diklaim Lebih Presisi dari Dokter untuk Operasi Mata?
Selain aspek performa, tim peneliti menyoroti potensi molekul organik sebagai solusi penyimpanan energi yang lebih ramah lingkungan. Para peneliti menyebut bahwa material seperti AzoBiPy dapat diproduksi dari bahan baku yang lebih melimpah dan berpotensi menekan biaya produksi. Pendekatan berbasis molekul organik ini dinilai relevan untuk mendukung kebutuhan baterai kendaraan listrik dan sistem energi terbarukan.
Menurut kalian, apakah baterai berbasis molekul organik seperti AzoBiPy realistis untuk menggantikan teknologi baterai yang digunakan saat ini?













