Laporan Group-IB Ungkap Serangan Siber pada Rantai Pasok Akan Mengubah Lanskap Keamanan Siber Asia-Pasifik di 2026

Author
Mahfud
Reading time:
February 27, 2026

Jakarta, 27 Februari 2026 – Group-IB, pengembang teknologi keamanan siber terkemuka untuk investigasi, pencegahan, dan penanggulangan kejahatan digital, telah merilis Laporan High-Tech Crime Trends Report 2026. Laporan tersebut memperingatkan bahwa serangan terhadap rantai pasok telah berevolusi menjadi ekosistem terintegrasi yang mengeksploitasi kepercayaan, akses, dan data yang telah dikompromikan.

Infografik - Keterkaitan dan dampak serangan rantai pasokan

Laporan ini menunjukkan bahwa ketika organisasi semakin saling terhubung secara digital, peretas kini lebih sering membidik vendor dan penyedia layanan di tingkat awal rantai pasok guna memperluas dampak serangan, mempercepat eksekusi, dan menghindari deteksi.

Alih-alih menyerang perusahaan secara langsung, pelaku mengeksploitasi hubungan kerja yang sudah dipercaya dalam ekosistem rantai pasok digital untuk menembus sistem keamanan konvensional, sehingga dapat memperoleh akses ke seluruh jaringan pelanggan.

“Ancaman siber saat ini bukan lagi insiden yang berdiri sendiri,” ujar CEO Group-IB, Dmitry Volkov. “Semua ini saling terhubung dalam ekosistem serangan rantai pasok. Satu celah saja bisa berdampak pada ribuan pihak lain. Phishing, ransomware, kebocoran data, hingga penyalahgunaan akses internal merupakan tahapan dalam satu kampanye terkoordinasi yang dibangun dengan mengeksploitasi kepercayaan dan memperluas jejak ancaman siber.”

Di kawasan Asia-Pasifik, Group-IB mengungkap 263 kasus akses perusahaan yang diperjualbelikan di dark web sepanjang 2025 untuk memfasilitasi serangan tersebut.

Laporan menegaskan bahwa lonjakan kebocoran data memperparah risiko siber.  Kredensial yang dicuri, source code, API key, hingga komunikasi internal memungkinkan penyerang memahami proses bisnis dan relasi antar perusahaan.

Ketika digabungkan dengan akses yang diperdagangkan oleh broker, data ini memungkinkan penyerang melancarkan penyusupan yang lebih terarah, menyamar sebagai pihak terpercaya, serta menjalankan penipuan yang tampak seperti aktivitas normal.

Poin-Poin Utama dalam Laporan Tren Kejahatan Teknologi Tinggi 2026:

  • Ekosistem open-source jadi sasaran: Repositori paket seperti npm dan PyPI kini menjadi target utama serangan. Peretas mencuri akun maintainer dan menyisipkan malware secara otomatis ke library yang banyak digunakan. Akibatnya, proses development (pipeline) yang seharusnya aman justru berubah menjadi jalur penyebaran kode berbahaya ke banyak pengguna sekaligus.

  • Lonjakan ekstensi peramban web  berbahaya: Pelaku kejahatan siber kini semakin sering memanfaatkan ekstensi peramban web  yang terlihat terpercaya. Mereka membajak akun pengembang dan marketplace resmi untuk menyisipkan kode berbahaya. Ekstensi ini kemudian digunakan untuk mencuri kredensial login, mengambil alih sesi pengguna, hingga mencuri data keuangan langsung dari peramban web  korban.

  • Kompromi identitas melalui phishing: Kampanye phishing yang didukung AI kini menargetkan integrasi sistem yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi serta alur login berbasis OAuth. Dengan metode ini, penyerang dapat melewati perlindungan MFA (multi-factor authentication) dan memperoleh akses jangka panjang yang terlihat aman ke platform SaaS, pipeline CI/CD (proses pengembangan dan deployment aplikasi), serta lingkungan cloud. Sepanjang 2025 di kawasan Asia-Pasifik, sektor jasa keuangan, pemerintahan dan militer, serta telekomunikasi menjadi industri yang paling banyak menjadi target serangan phishing.

 

  • Kebocoran data dimanfaatkan untuk serangan massal: Alih-alih membocorkan data satu korban, penyerang kini bergerak ke hulu dengan mengompromikan penyedia layanan dan layanan integrasi . Strategi ini membuka akses ke lingkungan multi-tenant, sehingga satu insiden dapat memicu eksposur data secara luas dan menimbulkan dampak berantai pada banyak perusahaan.

 

  • Rantai pasok ransomware yang semakin terindustrialisasi: Initial Access Broker, data broker, dan operator ransomware kini beroperasi dalam ekosistem yang terstruktur. Mereka membidik akses di tingkat hulu agar serangan dapat menjangkau lebih banyak target sekaligus dan menimbulkan kerugian bisnis yang lebih besar. Sepanjang 2025 di Asia-Pasifik, sektor manufaktur, jasa keuangan, dan properti menjadi industri yang paling banyak disasar oleh kelompok ransomware.

Sepanjang 2025, pemanfaatan AI dalam berbagai alat serangan membuat siapa pun lebih mudah melancarkan aksi siber. Pelaku dapat membuat phishing kit dengan cepat, melakukan penyamaran yang lebih realistis, serta mengeksploitasi perangkat lunak open-source, sistem autentikasi, dan peramban web  secara lebih luas dan terukur.

“AI bukan penyebab munculnya serangan rantai pasok, tetapi membuat serangan tersebut lebih efisien, cepat, dan sulit terdeteksi,” ujar Volkov. “Kepercayaan berlebihan terhadap software dan layanan kini berubah menjadi risiko strategis bagi sebuah perusahaan.”

Melalui studi kasus yang mendalam dan pemetaan profil aktor ancaman, Laporan Tren Kejahatan Teknologi Tinggi 2026 menunjukkan bahwa 2025 menjadi tahun lonjakan signifikan ancaman rantai pasok. Serangan berkembang dari penyusupan ekosistem open-source dan maraknya ekstensi peramban web berbahaya, hingga phishing berbasis AI, penyalahgunaan OAuth, serta terbentuknya ekosistem ransomware yang semakin terorganisir.

Laporan ini mencatat aktivitas konsisten dari kelompok seperti Lazarus, Scattered Spider, HAFNIUM, DragonForce, 888, dan kampanye yang terhubung dengan Shai-Hulud. Temuan tersebut menunjukkan bahwa baik kelompok kriminal maupun aktor yang berafiliasi dengan negara memanfaatkan platform dan integrasi terpercaya untuk menghasilkan dampak besar dengan upaya yang relatif efisien.

Laporan High-Tech Crime Trends Report 2026  didukung oleh intelijen Digital Crime Resistance Centers (DCRC) milik Group-IB yang tersebar di 11 negara, dikombinasikan dengan telemetri berbasis analisis perilaku aktor ancaman, investigasi kasus siber nyata, serta pemantauan nonstop terhadap aktivitas di ekosistem underground. Laporan ini memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti bagi perusahaan, pemerintah, dan lembaga penegak hukum untuk mengantisipasi risiko yang muncul serta menghentikan rantai serangan sebelum kerusakan terjadi.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

February 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA): Laptop Tipis-Ringan Kelas Atas dengan AMD Ryzen AI 400

Ini dia Laptop tipis dan ringan terbaru dengan prosesor “AMD…
February 6, 2026 - 0

Review Acer Nitro V 16S AI: Gaming Kenceng, Nyari Duit Kenceng, Harga Lebih Terjangkau!

Ini adalah Laptop High Performance terbaru dari Acer, yang tak…
February 5, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook P3 Setelah 100 Hari: Tetap “Gres” Seperti Baru?

Laptop Bisnis ini tidak rusak meskipun diinjak, disiram, ataupun dijatuhkan.…

Gaming

February 26, 2026 - 0

Valve Digugat Negara Bagian New York, Sebut Loot Box Adalah Judi Ilegal

Valve kembali hadapi masalah hukum dengan otoritas pemerintah, kali ini…
February 26, 2026 - 0

Xbox Game Pass Ultimate Tingkatkan Kualitas Cloud Gaming

Pasca perubahan kepemimpinan di Xbox, layanan Xbox Game Pass Ultimate…
February 26, 2026 - 0

Assassin’s Creed Hexe Ganti Creative Director Pasca Perubahan Kepemimpinan

Setelah datangnya pimpinan baru di divisi Assassin's Creed, mendadak creative…
February 26, 2026 - 0

Xbox Janjikan Tidak Akan Paksa Developer Gunakan AI

Perubahan pimpinan yang begitu mendadak di badan Xbox, dan masuknya…