Efek Kenaikan Harga RAM Merembet ke Router dan STB
Kenaikan harga RAM dan storage belakangan ini bukan lagi rahasia di dunia teknologi. Selama ini dampaknya paling terasa di laptop, PC, dan smartphone, yang harganya makin sulit turun. Namun, efek berantainya ternyata mulai menyentuh perangkat yang selama ini dianggap “biasa saja” di rumah.

Router dan set-top box atau STB ikut terdampak karena keduanya tetap membutuhkan RAM untuk bekerja. Perangkat ini bertugas mengatur lalu lintas internet, menjaga koneksi tetap stabil, hingga menjalankan fitur pintar seperti manajemen jaringan dan keamanan. Bahkan, router modern sekarang punya kapasitas memori yang tidak jauh berbeda dari komputer kelas dasar.
Masalahnya, harga RAM yang melonjak membuat biaya produksi ikut terkerek naik. Riset dari Counterpoint Research menunjukkan porsi biaya RAM dalam perangkat jaringan naik drastis dari sekitar 3 persen menjadi mendekati 20 persen. Kondisi ini diperkirakan belum akan membaik setidaknya hingga pertengahan tahun.
Dampaknya tidak berhenti di level pabrikan perangkat saja, tetapi juga merambat ke industri telekomunikasi. Perangkat jaringan yang makin mahal membuat investasi infrastruktur jadi lebih berat bagi operator. Akibatnya, pengadaan router, STB, hingga perluasan jaringan fiber berpotensi melambat, terutama di wilayah yang masih berkembang.
Bagi pengguna, efeknya mungkin belum langsung terasa di tagihan bulanan. Namun, bukan tidak mungkin ISP bekal memangkas promo atau menaikkan biaya instalasi untuk menutup kenaikan biaya, terutama jika harga RAM masih belum juga membaik.












