TrendForce: Krisis Memori akan Sebabkan Peningkatan Harga Hingga 110% di Q1 2026

Analisa terbaru yang diungkap oleh 3DCenter menyebutkan bahwa harga RAM tidak meningkat signifikan di antara bulan Januari dan Februari 2026 ini. Akan tetapi, dibandingkan dnegan harga RAM di pertengahan tahun lalu, harganya kini telah meningkat hingga 340% lebih tinggi. Dan menurut TrendForce, harga RAM ini akan semakin tinggi di periode kuartal pertama tahun 2026.
Melansir NotebookCheck, TrendForce menganalisa bahwa biaya untuk RAM DDR4 dan DDR5 untuk PC akan meningkat lagi di kisaran hingga 110%. Hal ini disebabkan karena permintaan akan memori untuk kebutuhan teknologi AI juga kian meningkat.
Laptop yang menggunakan memori LPDDR4X dan LPDDR5X juga disebut bakal naik di kisaran 88% hingga 93% lebih mahal, dan yang sama juga akan berlaku bagi DRAM untuk server. Jika analisa dari TrendForce ini tepat, kita bisa ekspektasi akan adanya kenaikan harga di segmen PC dan teknologi yang membutuhkan RAM dalam beberapa bulan ke depan.
Selain RAM, NAND juga kerap meningkat dari segi harga karena permintaan akan AI tersebut, dengan ekspektasi peningkatan harga mencapai hingga 60% dibandingkan dengan periode kuartal empat 2025 kemarin. Dan SSD juga menjadi salah satu yang terkena dampak ini dengan ada kemungkinan bisa mengalami kenaikan harga jual juga. Sebagai akibatnya, tidak hanya PC saja, tetapi pasar smartphone juga berdampak setidaknya hingga 2-3 tahun mendatang.













