China Pamer Robot Anjing Tempur Terbaru, Punya Beragam Fungsi dan Bisa Saling Komunikasi
Militer China baru-baru memperlihatkan robot anjing tempur yang bisa bergerak dalam formasi “wolf pack” atau kawanan. Teknologi ini ditampilkan lewat program dokumenter di China Central Television (CCTV), dan langsung menunjukkan arah baru dalam penggunaan drone di medan perang.
Berbeda dari sistem lama yang perlu dikontrol satu per satu, robot ini bisa saling berkoordinasi. Satu prajurit cukup memberi perintah, lalu seluruh unit akan menyesuaikan pergerakan dan tugasnya secara otomatis di lapangan.
Setiap robot punya fungsi berbeda. Ada yang fokus mengintai kondisi sekitar, ada yang membawa logistik, dan ada juga yang berperan sebagai unit tempur. Untuk varian tempur, robot ini bisa dipasangi senjata seperti pelontar granat, senapan otomatis, hingga rudal kecil.
Secara fisik, desain berkaki empat membuatnya lebih fleksibel di medan berat seperti reruntuhan atau jalan sempit di area urban. Kecepatannya sekitar 14,5 km per jam dengan kemampuan membawa beban hingga 25 kg.
Baca Juga: Tak Cuma Jual Desain, Arm Kini Bikin Chip Sendiri: Arm AGI CPU! • Jagat Review
Meski sudah mendukung identifikasi target secara otomatis, sistem ini masih membutuhkan persetujuan manusia sebelum melakukan serangan. Kontrolnya juga cukup beragam, mulai dari perintah suara hingga perangkat yang bisa dipasang langsung di senapan.
Robot Anjing Tempur Bisa Komunikasi dengan Drone
Robot-robot ini tidak bekerja sendirian. Mereka bisa terhubung dengan drone udara dalam satu sistem, bahkan hingga puluhan unit sekaligus, untuk menjalankan pengintaian, gangguan sinyal, sampai serangan.
Selain itu, PLA juga memperlihatkan senjata laser untuk melawan drone, serta kapal tanpa awak yang bisa bergerak cepat dan beroperasi dalam kelompok. Semua ini mengarah ke satu hal yang sama, yaitu penggunaan sistem otonom dalam skala besar.
Menariknya, mereka juga mengembangkan navigasi tanpa satelit, jadi drone tetap bisa beroperasi meski sinyal terganggu. Teknologi seperti ini membuat peran manusia di medan perang makin bergeser. Tinggal melihat, ke depan kendali penuh masih di tangan operator atau mulai dilepas ke sistem otomatis.














