Oukitel Perkenalkan RG14-P, Laptop Rugged dengan Panel Surya
Laptop dengan panel surya bukan ide yang benar-benar baru, tetapi perangkat seperti ini sangat jarang muncul di pasaran. Setelah cukup lama tidak terdengar, konsep tersebut kini kembali hadir lewat perangkat baru dari Oukitel.
Perusahaan ini memperkenalkan Oukitel RG14-P, laptop rugged yang mengintegrasikan panel surya langsung di bodinya. Panel tersebut ditempatkan di bagian belakang layar dan menyatu dengan penutup belakang perangkat. Laptop ini membawa layar touchscreen berukuran 14,1 inci dan menjalankan Windows 11.

Spesifikasi Oukitel RG14-P
Perangkat ini ditujukan untuk penggunaan di lingkungan kerja yang menantang. Pekerja industri yang sering berada di lapangan, seperti di area konstruksi atau lokasi terpencil, sering menghadapi keterbatasan sumber listrik. Panel surya pada laptop ini diharapkan bisa membantu menambah pasokan daya ketika perangkat digunakan di luar ruangan.
Untuk sumber daya utama, Oukitel memasang dua baterai. Baterai utama berkapasitas 3.000 mAh dipadukan dengan baterai cadangan 5.200 mAh. Laptop juga tetap mendukung pengisian cepat 65W melalui adaptor kabel.
Dari sisi desain, perangkat ini dibuat dengan fokus pada ketahanan. Bodinya memakai rangka metal dengan bantalan karet di setiap sudut untuk membantu meredam benturan. Di bagian samping terlihat beberapa port seperti USB, Ethernet, dan VGA. Setiap port dilengkapi penutup fisik agar terlindungi dari debu dan kotoran saat digunakan di luar ruangan. Laptop ini juga dilengkapi pegangan besar di bagian depan, sehingga lebih mudah dibawa ketika digunakan di lapangan.
Baca Juga: MacBook Neo Generasi Kedua Akan Punya Layar Touchscreen dan Upgrade RAM • Jagat Review
Oukitel belum mengungkap spesifikasi teknis panel surya di bagian belakang. Namun, besar kemungkinan panel ini hanya berfungsi sebagai sumber daya tambahan untuk memperpanjang waktu penggunaan, bukan sebagai pengganti pengisian baterai melalui kabel.
Perangkat dengan konsep serupa pernah muncul bertahun lalu. Salah satunya adalah Samsung NC215S yang diluncurkan lebih dari satu dekade lalu. Netbook tersebut membutuhkan sekitar dua jam paparan sinar matahari langsung untuk menambah sekitar satu jam waktu penggunaan.
Selain itu, sebagian besar laptop bertenaga surya masih berhenti pada tahap konsep. Lenovo misalnya pernah memperlihatkan konsep laptop Yoga dengan panel surya yang diklaim mampu menghasilkan daya cukup untuk memutar video satu jam setelah sekitar 20 menit terkena sinar matahari.
Kehadiran RG14-P memperlihatkan bahwa ide laptop dengan panel surya masih terus dicoba. Menarik untuk melihat apakah perangkat seperti ini akan lebih sering muncul di masa depan, atau tetap mePOukitel, njadi produk yang hanya menyasar kebutuhan tertentu saja.












