Pemerintah AS Larang Penggunaan Antrophic AI Gara-gara Ini!
Presiden AS Donald Trump tiba-tiba menginstruksikan seluruh lembaga federal menghentikan penggunaan Antrophic AI. Pengumuman itu ia unggah di Truth Social pada pukul 15.47 ET, bahkan sebelum tenggat Pentagon kepada Anthropic habis.

Dalam penyamapaiannya, Trump menuduh Anthropic mencoba mengatur cara militer AS beroperasi lewat ketentuan layanannya sendiri. Ia menyebut posisi perusahaan itu berisiko bagi kepentingan nasional. Semua instansi federal diberi waktu enam bulan untuk memutus ketergantungan pada teknologi tersebut.
Awal Masalah Antrophic AI di-Banned AS
Sumber persoalannya adalah kontrak hingga 200 juta dolar AS yang diteken musim panas lalu. Anthropic ingin jaminan tertulis bahwa model Claude tidak akan dipakai untuk jadi alat pengawasan massal warga AS atau mengendalikan sistem senjata tanpa campur tangan manusia.
Bagi Pentagon, permintaan itu dianggap mengikat tangan sendiri. Departemen Pertahanan ingin kebebasan memakai AI untuk semua tujuan yang sah secara hukum.
CEO Anthropic, Dario Amodei, menolak. Ia menyatakan perusahaannya tidak dapat menyetujui syarat tersebut. Negosiasi yang sempat berlangsung tertutup akhirnya pecah di ruang publik. Pentagon bahkan mengancam menggunakan Defense Production Act dan memberi label risiko rantai pasok, status yang biasanya diarahkan pada perusahaan dari negara yang dianggap lawan seperti Huawei.
Baca Juga: Lenovo Pamer Konsep AI Work Companion di MWC 2026, Mirip Jam Desk • Jagat Review
Claude sendiri selama ini menjadi satu-satunya model AI yang diizinkan untuk sistem militer rahasia. Perusahaan seperti Palantir Technologies yang memakai Claude untuk kontrak sensitif kini berada dalam tekanan waktu.
Di tengah situasi ini, nama Elon Musk muncul sebagai kandidat yang lebih akomodatif terhadap permintaan Pentagon. Sementara itu, CEO OpenAI, Sam Altman, menyatakan batas etis soal senjata otonom tetap penting, membuat opsi pengganti tidak sesederhana mengganti vendor.
Yang terlihat sekarang bukan sekadar sengketa kontrak. Ini adu kuasa soal siapa yang menentukan batas penggunaan AI di sektor militer. Pemerintah AS ingin kontrol penuh. Perusahaan AI ingin pagar etika tetap berdiri. Apakah kalian setuju dengan pendirian dari Claude ini?












