Kreator Ini Gabungkan Printer 3D dan Mining Bitcoin dalam Satu Mesin
Siapa sangka perangkat penambang Bitcoin bisa dimanfaatkan untuk membantu kerja printer 3D. Ide yang tidak biasa ini datang dari seorang kreator bernama PizzAndy.
Ia mengembangkan prototipe printer 3D yang menggunakan chip penambang Bitcoin, sebagai sumber panas untuk print bed. Jadi sistem ini tidak hanya bisa digunakan untuk kebutuhan menambang bitcoin, tapi energinya juga dimanfaatkan lebih lanjut untuk mendukung proses pencetakan.

Prototipe Printer 3D Sekaligus Mesin Mining Bitcoin
Printer tersebut dibangun dari desain open-source Voron yang kemudian dimodifikasi pada beberapa bagian. Print bed dirancang sebagai heatsink yang menerima panas langsung dari chip penambang.
Di dalam prototipe terdapat empat chip BM1362 AK. Saat print bed berada di suhu sekitar 75 °C, chip tersebut mampu menghasilkan hash rate sekitar 500 GH/s. Meski begitu, untuk sekarang panas dari chip hanya dimanfaatkan untuk memanaskan print bed. Bagian extruder masih memakai sistem pemanas tersendiri.
Baca Juga: Oukitel Perkenalkan RG14-P, Laptop Rugged dengan Panel Surya • Jagat Review
Ide ini muncul sekitar lima tahun lalu saat PizzAndy mencoba memanaskan ruang kerjanya agar printer 3D bekerja lebih stabil pada suhu dingin. Dari situ muncul gagasan memanfaatkan panas dari perangkat komputasi.

Konsep tersebut dinilai cocok untuk lingkungan print farm yang menjalankan printer hampir sepanjang waktu. Ketika printer tidak sedang mencetak, perangkat mining tetap berjalan sehingga energi yang dipakai tidak terbuang percuma.
PizzAndy juga menyiapkan desain modular berbentuk tile. Setiap modul direncanakan berisi sekitar 16 chip mining dengan target performa minimal sekitar 10 TH/s menggunakan ASIC dari Intel.
Jika konsep ini berkembang lebih jauh, bukan tidak mungkin teknologi pemanas print bed berbasis chip mining bisa menjadi alternatif menarik bagi sistem pemanas printer 3D. Menurut kalian, apakah ide seperti ini cukup masuk akal untuk digunakan di dunia nyata?











