Smartwatch Masa Depan Bisa Isi Daya dari Panas Tubuh?
Perangkat wearable seperti smartwatch kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup digital banyak orang. Namun, sebagian besar perangkat tersebut masih memiliki keterbatasan yang sama, yaitu baterai yang harus diisi ulang secara rutin. Kondisi ini mendorong para peneliti untuk mencari sumber energi alternatif yang lebih praktis, salah satunya dengan memanfaatkan panas tubuh manusia sebagai sumber listrik.

Dalam sebuah penelitian terbaru, para ilmuwan dari China dilaporkan tengah mengembangkan desain material termoelektrik baru yang mampu mengonversi energi panas menjadi listrik. Para peneliti merancang material tersebut menggunakan polimer dengan struktur berpori yang menyerupai spons. Struktur berpori ini disebut mampu mengurangi kehilangan panas secara signifikan sekaligus menjaga aliran listrik tetap stabil.
Baca Juga: MacBook Neo Diumumkan, Notebook Terjangkau Apple dengan Chip A18 Pro
Menariknya, hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa material termoelektrik baru ini berhasil mencetak rekor baru angka kualitas termoelektrik. Pencapaian ini melampaui rekor polimer sebelumnya dan bahkan mengungguli beberapa material anorganik fleksibel. Para peneliti juga menyebut bahwa film material ini dapat diproduksi dalam skala besar dengan biaya relatif rendah menggunakan teknik pelapisan semprot sederhana.
Penerapan Material Termoelektrik di Perangkat Smartwatch
Walaupun listrik yang dihasilkan tidak terlalu besar, pendekatan ini dinilai cukup menjanjikan untuk perangkat berdaya rendah seperti smartwatch. Teknologi ini berpotensi memanfaatkan perbedaan suhu antara kulit kita dan udara sekitar untuk menghasilkan listrik secara terus-menerus. Jika pengembangannya berjalan lancar, smartwatch di masa depan bisa memiliki sumber energi mandiri sehingga mengurangi kebutuhan mengisi ulang baterai secara signifikan.
Meski begitu, teknologi ini masih berada di tahap pengembangan dan belum siap langsung diterapkan untuk produk komersial. Para peneliti masih perlu memastikan daya tahan, keamanan, serta kestabilan material dalam menghasilkan energi secara konsisten. Menurut kalian, apakah konsep smartwatch yang tidak perlu sering diisi daya seperti ini menarik untuk ditunggu?














