Speedtest dan Downdetector Diakuisisi Accenture Senilai Rp20 Triliun
Accenture resmi mengakuisisi dua layanan internet populer, Speedtest dan Downdetector, dalam kesepakatan bernilai sekitar USD 1,2 atau sekitar Rp20 triliun. Kedua layanan tersebut sebelumnya dimiliki oleh Ziff Davis melalui divisi konektivitasnya.
Selain Speedtest dan Downdetector, transaksi ini juga mencakup Ekahau dan RootMetrics beserta seluruh asetnya. Ekahau dikenal sebagai platform untuk merancang dan menganalisis jaringan Wi‑Fi, sementara RootMetrics fokus pada pengujian performa jaringan seluler di lapangan.
Accenture berencana memanfaatkan data dari Ookla, perusahaan di balik Speedtest, untuk meningkatkan layanan”network intelligence”. Data tersebut nantinya digunakan untuk membantu operator telekomunikasi, perusahaan teknologi, dan bisnis lain dalam memantau serta mengoptimalkan jaringan.
Menurut Accenture, Ookla mengumpulkan lebih dari seribu atribut data dari setiap pengujian jaringan. Platform tersebut juga mencatat lebih dari 250 juta tes kecepatan internet setiap bulan dari pengguna di seluruh dunia dengan sekitar 430 tenaga ahli yang bekerja di bidang rekayasa perangkat lunak, radio frekuensi, dan ilmu data.
Bagi Ziff Davis, penjualan ini memberikan keuntungan besar dari investasi lama mereka. Perusahaan tersebut dulu membeli Ookla pada 2014 dengan harga sekitar USD 15 juta atau sekitar Rp254 miliar. Kini, mereka memilih fokus pada bisnis media digital seperti IGN dan Mashable.
Untuk pengguna biasa, Speedtest dan Downdetector kemungkinan tidak akan berubah secara fungsi dan seharusnya tetap gratis untuk layanan utamanya. Namun, inovasi baru kemungkinan akan lebih banyak menyasar layanan enterprise yang menjadi fokus utama Accenture.
















